Salofalk: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

obat-salofalk-doktersehat

DokterSehat.Com – Salofalk obat apa? Salofalk adalah obat untuk mengobati rasa nyeri yang diakibatkan oleh peradangan usus besar seperti pada kasus kolitis ulseratif. Tak hanya itu, pemanfaatan obat Salofalk juga untuk mencegah penyakit pencernaan lainnya yakni seperti penyakit Crohn.

Ketahui lebih lanjut mengenai Salofalk, mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Salofalk

Nama obat Salofalk
Diproduksi oleh PT Darya Varia
Kandungan obat Mesalazine
Golongan  obat Antiinflamasi
Kategori    obat Obat resep
Manfaat    obat
  • Meredakan nyeri akibat radang usus besar (kolitis ulseratif)
  • Mencegah radang usus besar kambuh

 

Sediaan obat Tablet 250 & 500 mg, enema 4 gr, supositoria 500 mg

Cara Kerja Obat Salofalk

Salofalk adalah obat untuk mengatasi nyeri pada usus terutama yang disebabkan oleh penyakit radang usus besar. Mekanisme atau cara kerja obat Salofalk bisa ditelisik dari kandungan bahan aktif di dalamnya yakni mesalazine.

Mesalazine adalah senyawa kimia yang masuk ke dalam golongan aminosalisilat  dan merupakan turunan dari 5-aminosalicylic acid (5-ASA). Cara kerja mesalazine ini adalah dengan menurunkan aktivitas peradangan (inflamasi) yang terjadi pada usus besar. Dengan begitu, rasa nyeri yang ditimbulkan akibat adanya peradangan tersebut dapat teratasi.

Tak hanya itu, obat mesalazine juga bertugas untuk mencegah agar peradangan pada usus besar tidak kembali kambuh di kemudian hari.

Manfaat Obat Salofalk

Seperti yang sudah dijelaskan, manfaat obat Salofalk adalah untuk meredakan nyeri akibat penyakit radang usus besar dan sejumlah penyakit terkait lainnya seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif ringan hingga sedang.

Selain itu, Salofalk juga bermanfaat untuk mencegah penyakit radang usus besar maupun saluran cerna bagian bawah datang lagi.

Kontraindikasi Obat Salofalk

Akan tetapi, obat Salofalk tidak bisa dikonsumsi oleh semua orang. Penggunaan Salofalk pada orang-orang dengan kondisi kesehatan berikut ini tidak akan menimbulkan indikasi apapun atau bahkan malah menyebabkan efek samping.

Beberapa kondisi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Hemorrhagic diathesis
  • Penyakit tukak lambung
  • Hipersensitivitas mesalazine

Sampaikan pada dokter apabila Anda mengalami salah satu kondisi di atas. Dokter mungkin akan memberikan alternatif obat pengganti Salofalk yang lebih sesuai.

Dosis Obat Salofalk

Salofalk adalah obat yang masuk ke dalam kategori obat resep. Artinya, penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat Salofalk tanpa persetujuan dari dokter.

Salofalk tersedia dalam berbagai varian yakni tablet (250 dan 500 mg), enema (4 gr), dan supositoria (500 mg). Dosis obat Salofalk berbeda-beda tergantung dari kebutuhan dan jenis obat yang digunakan.

Sebagai gambaran umum, berikut ini adalah dosis Salofalk:

  • Salofalk tablet: 1,5-3 g/hari dibagi menjadi 3 kali minum (kolitis ulseratif); 1,5-4,5 g/hari dibagi menjadi 3 kali minum (penyakit Crohn)
  • Salofalk enema: 1 kali sehari sebelum tidur
  • Salofalk supositoria: 2 kali sehari

Ingat! Dosis di atas hanyalah gambaran umum. Dosis sebenarnya tetap mengikuti aturan dari dokter. Pastikan untuk mengonsumsi obat Salofalk sesuai dengan dosisnya

Petunjuk Penggunaan Obat Salofalk

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat Salofalk yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat Salofalk sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter
  • Minumlah obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi konsumsi obat dengan minum air putih yang banyak dan sejumlah aktivitas lainnya yang disarankan oleh dokter

Petunjuk Penyimpanan Obat Salofalk

Obat Salofalk harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Salofalk:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Salofalk

Pada beberapa orang, mengonsumsi obat Salofalk mungkin akan menimbulkan gejala efek samping. Beberapa contoh efek samping obat Salofalk tersebut antara lain:

  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Nyeri punggung
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Heartburn
  • Mulut kering
  • Kepala pusing

Pada kasus yang lebih parah, obat Salofalk bahkan bisa menyebabkan timbulnya gejala serius seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Muntah darah
  • Tinja berwarna gelap
  • Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu

Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami salah satu dari gejala efek samping obat Salofalk di atas guna ditangani lebih lanjut.

Interaksi Obat Salofalk

Obat Salofalk akan berinteraksi dengan sejumlah obat-obatan yang intoleran terhadap kandungan dari obat radang usus besar ini yaitu mesalazine.

Obat-obatan yang dimaksud antara lain:

  • Warfarin
  • Benzylimidazole
  • Thiazolidinedione
  • Methoxyamphetamine
  • Hydroxycoumarin

Sampaikan pada dokter apabila di saat yang bersamaan Anda juga tengah mengonsumsi jenis obat-obatan tersebut. Dokter akan memberikan alternatif obat pengganti Salofalk yang mungkin lebih aman untuk dikonsumsi.

Peringatan dan Perhatian Obat Salofalk

Peringatan! Sebelum menggunakan Salofalk, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi Olanzapine apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Obat Olanzapine masuk ke dalam kategori B untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, mual, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. FDA Pregnancy Categories. https://www.drugs.com/pregnancy-categories.html (Diakses pada 7 November 2019)
  2. Lacucci, M et al. 2010. Mesalazine in inflammatory bowel disease: A trendy topic once again? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2852235/ (Diakses pada 7 November 2019)
  3. Mesalamine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a688021.html (Diakses pada 7 November 2019)
  4. Salofalk. http://mims.com/indonesia/drug/info/salofalk/?type=brief (Diakses pada 7 November 2019)
  5. Mesalazine. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00244 (Diakses pada 7 November 2019)
  6. Salofalk. http://mims.com/indonesia/drug/info/salofalk/?type=brief (Diakses pada 7 November 2019)