Ringer Laktat: Manfaat, Dosis, Efek Samping

ringer-laktat-doktersehat

DokterSehat.Com – Ringer laktat obat apa? Ringer laktat adalah cairan steril yang diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Larutan steril ini biasanya digunakan sebagai pertolongan pertama untuk menggantikan cairan ketika pasien kehilangan cairan akibat kehilangan banyak darah atau karena penyakit tertentu.

Ringer laktak secara umum dikenal oleh masyararat sebagai cairan infus. Obat ini juga dikenal dengan sebutan RL dan penggunaannya sering kali dikombinasikan bersama dengan obat lain, bergantung pada kebutuhan pasien. Ketahui selengkapnya mulai dari kandungan, manfaat, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang ringer laktat berikut ini!

Kandungan Ringer Laktat

Ringer laktat sekilas terlihat seperti air tawar biasa dan memang air menjadi salah satu komposisi utama ringer laktat, tetapi tentunya air ini dikombinasikan dengan berbagai zat lainnya seperti berikut ini:

  • Natrium
  • Klorida
  • Kalium
  • Kalsium
  • Laktat

Manfaat Ringer Laktat

Fungsi ringer laktak secara umum adalah untuk menggantikan cairan eletkrolit yang hilang dalam tubuh. Berikut adalah beberapa kondisi di mana ringer laktat digunakan:

  • Syok
  • Eletrolit tubuh tidak seimbang
  • Tubuh kehilangan banyak darah atau cairan
  • Kekurangan kalium, kalsium, atau natrium dalam tubuh
  • Membersihkan luka (tidak diberikan secara intravena)

Selain fungsi ringer laktat di atas, ringer laktat juga sering dijadikan sebagai alternatif pengganti Salin Normal yang merupakan cairan infus natrium klorida yang digunakan. Penggunaannya tentu saja harus berdasarkan saran medis dari dokter, melihat pada kebutuhan dan menimbang efek samping yang mungkin terjadi pada pasein.

Dosis Ringer Laktat

Ringer laktat tersedia dalam dua sediaan yaitu volume 500 ml dan juga 1000 ml. Dosis yang diberikan beragam, bergantung pada kondisi pasien. Dosis ringer laktat yang diberikan pada pasien syok umumnya adalah sebanya 10-20ml/kg berat badan untuk 10 menit.

Dokter yang akan menentukan dosis ringer laktat dengan melihat pada kebutuhan dan kondisi pasien. Mengganti dosis tinger laktat tanpa pentunjuk dan perintah dokter tidak boleh dilakukan.

Petunjuk Penggunaan Ringer Laktat

Ringer laktat harus digunakan sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam peggunaan ringer laktat:

  • Ringer laktat diberikan secara intravena
  • Pemberian infus ringer laktat harus sesuai dengan petunjuk dokter dan dilakukan oleh tenaga kesehatan.
  • Ringer laktat juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk membersihkan luka, seperti luka bakar. Penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
  • Penggunaan obat-obatan lain yang diberikan melalui ringer laktat juga harus dilakukan oleh tenaga medis dan mengikuti petunjuk dan saran dokter.

Petunjuk Penyimpanan Ringer Laktat

Ringer laktat tidak umum disimpan di rumah. Namun berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyimpangan ringer laktat:

  • Simpan di tempat dengan suhu kurang lebih 25ºC.
  • Hindari dari sinar matahari langsung. Paparan singkat suhu hingga 40ºC tidak memberikan efek negatif pada cairan ini, namun sebaiknya dihindari.
  • Hindari dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping Ringer Laktat

Setiap pengobatan tentunya berotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan penggunaan ringer laktat. Efek samping yang paling umum tentunya adalah rasa tidak nyaman pada lokasi pemasangan infus. Efek samping ringer laktat lainnya adalah seperti berikut ini:

  • Ruam kulit
  • Pembengkakan mata
  • Batuk
  • Pilek
  • Kesulitan bernapas
  • Demam
  • Sakit kepala

Efek samping ringer laktat relatif jarang terjadi. Efek samping hanya terjadi pada kondisi tertentu saja seprerti jika adanya alergi terhadap komponen obat yang terkandung dalam ringer laktat. Jika merasakan adanya efek samping dari penggunaan obat ini, beritahukan pada perawat atau dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Ringer Laktat

Penggunaan ringer laktat bersama dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan interaksi obat yang menyebabkan menurunnya efektivitas obat dan juga meningkatkan risiko efek samping. Jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan ringer laktar adalah seperti:

  • Ceftriaxone, dapat menyebabkan pengendapan garam kalsium Ceftriaxone
  • Kortikosteroid

Meskipun begitu, interaksi obat denagn ringer laktat sebenarnya jarang terjadi. Beberapa jenis obat lain yang perlu dipertimbangkan adalah jenis obat yang mungkin berinteraksi dengan kandungan yang ada dalam ringer laktat. Selalu beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan lain atau sedang mengonsumsi jenis obat lain untuk menghindari terjadinya interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Ringer Laktat

Ringer laktat masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya tentu harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ringer laktat:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitf terhadap salah satu komponen dalam ringer laktat. Jika muncul reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat.
  • Penggabungan dua kemasan ringer laktat dapat menimbulkan gelembung udara pada wadah utama, sehingga tidak boleh dilakukan.
  • Jangan menerak wadah ringer laktat sembarangan, meskipun untuk memperlancar laju ciran infus, karena dapat juga menimbulkan gelembung udara.
  • Pemasangan ringer laktat dilakuakan oleh tenaga medis untuk mencegah kesalahan dalam pemasangannya. Pengawasan selama pemberian obat ini juga harus dilakukan.
  • Hati-hati penggunaan ringer laktat pada pasien kondisi gangguan hati berat, karena dapat memicu terjadinya hiperlaktatemia atau kondisi terlalu tingginya asam laktat dalam darah.
  • Obat ini masuk ke dalam ketegori C untuk penggunaan pada ibu hamil. Hal ini berarti bahwa ringer laktat hanya boleh digunakan pada ibu hamil jika memang manfaatnya lebih besar jika dibandingkan dengan efek samping yang mungkin timbul.
  • Penggunaan ringer laktat pada ibu menyusui sebenarnya diperbolehkan. Namun ringer laktat dapat diserap ke dalam ASI, sehingga sebaiknya penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.