Terbit: 23 Februari 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Rikolina obat apa? Riklona adalah obat dengan kandungan bahan aktif Clonazepam. Berdasarkan bahan aktifnya, obat ini masuk ke dalam golongan obat antikonvulsan. Obat Riklona 2 digunakan untuk mencegah atau mengontrol kejang juga epilepsi.

Riklona: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Obat ini bekerja dengan cara menyeimbangkan kembali aliran listrik di otak, karena ketidakseimbangan aliran listrik tersebut adalah penyebab dari kejang. Obat ini diberikan agar kejang dapat lebih dikendalikan. Penggunaan lain obat ini adalah untuk mengatasi serangan panik. Ketahui lebih lanjut tentang manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya tentang Riklona berikut ini!

Manfaat Riklona

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa manfaat Riklona secara umum adalah untuk mengatasi kejang. Melihat cara kerja bahan aktif Clonazepam, berikut adalah beberapa kodisi yang umumnya diberikan obat Riklona:

  • Epilepsi
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan panik

Selain manfaat Riklona di atas, Riklona juga sering digunakan sebagai obat penenang, namun penggunaannya terkadang menyalahi aturan. Demi keamaan obat ini, jangan gunakan obat di luar indikasi yang berada pada kemasan atau tanpa petunjuk dokter.

Dosis Riklona

Riklona hadir dalam sediaan tablet, yaitu Riklona 2mg dengan kandungan 2mg Clonazepam untuk setiap tabletnya. Dosis Riklona diberikan oleh dokter berdasarkan gangguan yang dialami pasien dan melihat pada kondisi kesehatan pasein secara keseluruhan. Berikut adalah dosis Riklona yang umum diberikan berdasarkan dengan penyakitnya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Dosis untuk dewasa

  • Epilepsi : dosis awal 1 mg per hari yang diberikan setiap malah hari, berikan selama 4 hari. Dosis ditingkatkan secara bertahap selama 2 hingga 4 minggu. Dosis pemeliharaan 4-8 mg per hari dan dosis maksimalnya 20 mg per hari.
  • Gangguan bipolar : dosis awal 1,5 mg per hari, terbagi menjadi 3 kali pemberian. Peningkatan dosis adalah 0,5-1 mg per 3 hari. Dosis pemeliharaan akan dilihat berdasarkan respon pasien. Dosis harian maksimal adalah 20 mg per hari.
  • Gangguan panik :dosis awal yang diberikan 0,25 mg. Peningkatan dosis umumnya 0,125 hingga 0,25 per tiga hari. Dosis pemeliharaan ditingkatkan sebanyak 1 mg per hari dari dosis target setelah 3 hari. Dosis maksimalnya adalah 4 mg per hari.

Dosis untuk anak-anak

  • Dosis Clonazepam untuk anak usia di bawah 10 tahun atau bb di bawah 30 kg adalah 0,01-0,05 mg/kg BB, diberikan dalam 2 atau 3 kali pemberian per harinya.
  • Dosis untuk anak usia di atas 10 tahun atau BB di atas 30 kg sama dengan dosis dewasa.

Pemberian dosis Riklona harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Jangan sembarangan mengganti dosis Riklona tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Riklona

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat Riklona yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan obat sesuai dengan arahan dosis yang diberikan oleh dokter.
  • Obat ini diberikan lewat mulut dan umumnya dibagi menjadi 2 atau 3 dosis.
  • Gunakan obat di waktu yang sama setiap harinya untuk medapatkan hasil yang lebih maksimal.
  • Jangan mengehentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena menghentikan penggunaan obat ini secara tiba-tiba mungkin dapat menghasilkan reaksi seperti sakau.
  • Penggunaan obat yang tidak sesaui dengan dosisnya dapat menyebabkan kecanduan dan reaksi lainnya, terutama jika Anda pernah menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang sebelumnya.

Petunjuk Penyimpanan Riklona

Berikut adalah petunjuk penyimpakan Riklona yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Riklona pada suhu ruangan
  • Jauhkan obat dari sinar matahari langsung dan tempat lembap
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan
  • Bila masa berlaku ibat sudah habis, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang cara pembuangan produk obat yang benar.

Petunjuk penyimpanan di atas merupakan petunjuk paling umum, perhatikan petunjuk yang ada pada kemasan untuk mengetahui apakah terdapat petunjuk penyimpanan khusus untuk obat Riklona.

Efek Samping Riklona

Obat Riklona berpotensi untuk menimbulkan efek samping seperti obat-obatan lainnya. Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat muncul dari penggunaan obat ini:

  • Kesadaran menurun
  • Pusing
  • Gangguan koordinasi
  • Kelelahan
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Rhinitis
  • Gangguan ingatan
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan tidur
  • Penurunan berat badan
  • Gangguan pencernaan
  • Hilang nafsu makan
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Detak jantung cepat
  • Kulit pucat
  • Kejang bertambah buruk atau kembali kejang
  • Sulit buang air kecil

Efek samping di atas terdiri dari efek samping yang ringan maupun berat, namun efek samping ini tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi pada kondisi tertentu atau akibat dari penggunaan dosis yang kurang tepat.

Jika efek samping berat terjadi, hentikan penggunaan obat dan segera diskusikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Riklona

Penggunaan obat Riklona bersamaan dengan obat lain baik resep, non-resep, maupun herbal berpotensi menyebabkan interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas obat dan meningkatkan risiko efek samping. Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Riklona:

  • Diazepam
  • Alprazolam
  • Alfentanil
  • Anileridine
  • Amitriptyline
  • Phenobarbital
  • Amobarbital
  • Aprobarbital
  • Buprenorphine
  • Morfin
  • Quetiapine

Daftar obat di atas bukan merupakan daftar lengkap. Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain sebelum penggunaan Riklona. Diskusikan juga tentang makanan atau minuman yang mungkin dapat menyebabkan interaksi obat juga.

Peringatan dan Perhatian

Riklona 2 termasuk ke dalam obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien dengan kondisi seperti masalah pernapasan, glaukoma, gangguan hati, gangguan ginjal, dan depresi.
  • Penggunaan obat ini pada ibu hamil termasuk ke dalam kategoto D menurut FDA, yang artinya hanya bisa digunakan pada kondisi mengancam nyawa karena berpotensi memberikan efek samping pada janin.
  • Penggunan pada ibu manyusui dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan juga tidak disarankan keculai berdasarkan dengan petunjuk medis dari dokter.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi