Terbit: 7 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Rifampicin adalah obat antibiotik untuk mengobati tuberkulosis. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Rifampicin: Fungsi Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Rifampicin

 Nama obat

 Rifampicin

 Golongan obat

 Antibiotik

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

 Kategori obat

 Obat keras

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 C

 Fungsi obat

 Mengobati tuberkulosis

 Kontraindikasi obat

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Penyakit kuning

 Dosis obat

 Sesuai petunjuk dokter

 Sediaan obat

  •  Kapsul
  • Cairan infus

 

Rifampicin Obat Apa?

Rifampicin adalah obat antibiotik yang diformulasikan untuk mengatasi tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis adalah penyakit paru-paru yang terjadi karena adanya infeksi bakteri. Selain paru-paru, penyakit tuberkulosis juga bisa menyerang usus, tulang, hingga kelenjar tubuh.

Sebagai obat antibiotik, Rifampicin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab TB. Obat ini tergolong obat keras sehingga penggunaannya tidak bisa sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Fungsi Obat Rifampicin

Rifampicin adalah obat antibiotik yang difungsikan untuk mengatasi infeksi bakteri pada kasus tuberkulosis. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Rifampicin

Dalam menggunakan obat Rifampicin, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Rifampicin

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Penyakit kuning

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Gangguan fungsi ginjal
  • Lansia
  • Anak usia di bawah 2 tahun
  • Ibu hamil dan menyusui

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Rifampicin Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti nyeri tulang, sesak napas, dan detak jantung tidak beraturan (aritimia)
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Rifampicin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori C untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui. Kategori  merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah dilakukan uji klinis terhadap hewan, terbukti berisiko.

Akan tetapi, belum ada studi terkontrol terhadap manusia. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui harus mendapat perhatian khusus dari dokter (jika ibu hamil memang harus mengonsumsinya).

Interaksi Obat Rifampicin

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang berinteraksi dengan Rifampicin adalah sebagai berikut:

  • Quinidine
  • Phenytoin
  • Theophylline
  • Atovaquone
  • Ketoconazole
  • Enalaprilat
  • Antasida
  • Isoniazid
  • Ritonavir/saquinavir

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Rifampicin

Obat Rifampicin dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Nyeri tulang
  • Sesak napas
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gangguan siklus menstruasi
  • Otot lemah
  • Perubahan warna urine
  • Reaksi alergi (gatal, ruam, dsb.)

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter apabila gejala yang terasa tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Rifampicin

Rifampicin masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Rifampicin Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral dan cairan infus. Obat dapat diperoleh di apotek setelah mendapatkan resep dari dokter.

2. Dosis Obat Rifampicin

Berikut adalah dosis umum obat ini:

Oral

  • Dewasa: 8-12 mg/kg berat badan @ 1 kali sehari
  • Anak-anak >2 tahun: 10-20 mg/ kg berat badan per hari

Intravena (IV)

  • Dewasa: 10 mg @ 1 kali sehari
  • Anak-anak >2 tahun: dosis sama seperti orang dewasa

Dosis obat bisa saja berbeda, tergantung dari keputusan dokter dengan memerhatikan kondisi. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis dari dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Rifampicin

Gunakan obat dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal seperti overdosis yang bisa berbahaya. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat sesuai jadwal, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 20 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebabnya.

Petunjuk Penyimpanan Obat Rifampicin

Simpan obat ini pada tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

  1. Rifampicin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rifampicin?mtype=generic (accessed on 7 November 2020)
  2. Rifampin Oral. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1744/rifampin-oral/details (accessed on 7 November 2020)
  3. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (accessed on 7 Novmeber 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi