Terbit: 3 Februari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Riboflavin obat apa? Riboflavin adalah nama lain dari vitamin B2 yang mana memiliki peran penting dalam menunjang fungsi dan kesehatan tubuh. Kekurangan riboflavin atau vitamin B2 tentu akan berdampak pada munculnya masalah kesehatan. Ketahui lebih jauh tentang vitamin ini, mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya.

Riboflavin: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Riboflavin

Nama obat Riboflavin
Golongan obat Vitamin
Kategori obat Obat bebas dan obat resep
Manfaat obat
  • Membantu proses metabolisme lemak dan protein
  • Mengubah karbohidrat menjadi glukosa sebagai sumber energi
  • Mengoptimalkan produksi sel darah merah
  • Merawat kesehatan dan fungsi sistem saraf dan organ tubuh
Sediaan obat Kapsul, tablet, injeksi, infus

Cara Kerja Riboflavin

Cara kerja riboflavin atau vitamin B2 ada beberapa macam, tergantung dari masing-masing fungsi yang dimilikinya.

Salah satu contoh mekanisme kerja vitamin ini adalah dengan mengubah karbohidrat yang didapat dari makanan menjadi adenosine triphosphate (ATP). ATP adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi sehingga kurangnya asupan kerap memicu stamina tubuh yang tidak optimal.

Di samping itu, vitamin B12 juga memiliki peran dalam membantu proses metabolisme tubuh, tepatnya metabolisme lemak dan juga protein.

Manfaat Riboflavin

Riboflavin memiliki sejumlah manfaat penting bagi tubuh.  Berikut adalah beberapa contoh manfaat vitamin B2 yang paling utama.

1. Sumber Energi

Manfaat yang pertama adalah untuk menghasilkan energi bagi tubuh.

Hal ini dikarenakan vitamin ini mampu mengubah karbohidrat menjadi adenosine triphosphate (ATP). ATP lantas akan dikonversikan oleh tubuh menjadi energi.

2. Membantu Proses Pembentukan Sel Darah Merah

Selain itu, vitamin B2 juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Sebagaimana dijelaskan oleh sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition, vitamin ini dapat membantu tubuh untuk memproses zat besi, mineral yang dibutuhkan dalam proses produksi sel darah merah.

Itu sebabnya, defisiensi vitamin B2 juga secara tidak langsung akan berdampak pada sejumlah penyakit yang berhubungan dengan fungsi darah seperti anemia, aplasia sel darah merah dan methemoglobinemia.

3. Menjaga Kesehatan Mata

Jika selama ini kesehatan mata identik dengan vitamin A, maka sejatinya vitamin B2 juga memiliki manfaat yang sama.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Michigan, Amerika Serikat menyebutkan jika vitamin ini memiliki andil dalam melindungi glutathione, yakni senyawa antioksidan yang perannya penting dalam menjaga kesehatan mata.

Tak hanya itu, The US National Library of Medicine bahkan mengatakan bahwasanya asupan vitamin yang mencukupi dapat mencegah mata dari penyakit katarak.

Masih banyak lagi tentunya manfaat vitamin ini bagi tubuh, seperti:

  • Merawat kesehatan kulit
  • Merawat sistem saraf
  • Merawat kesehatan fungsi hati (liver)
  • Mengatasi sakit kepala migrain
  • Membantu produksi hormon

Kontraindikasi Riboflavin

Efektivitas riboflavin mungkin tidak akan maksimal apabila dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki sejumlah masalah kesehatan berikut ini:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit empedu
  • Sirosis

Sebelum mengonsumsinya, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan memberikan alternatif suplemen pengganti yang lebih sesuai.

Dosis Riboflavin

Riboflavin adalah vitamin yang sudah selayaknya dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, kekurangan vitamin B2 dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Akan tetapi, mengonsumsi vitamin ini pun ada aturan dosisnya agar jangan sampai kekurangan maupun berlebihan. Umumnya, dosis vitamin B2 per harinya adalah sebagai berikut:

1. Dosis Riboflavin (Dewasa)

Berikut adalah dosis untuk orang dewasa yang disarankan:

  • Pria : 1,3 mg per hari
  • Wanita : 1,1 mg per hari
  • Wanita hamil : 1,4 mg per hari
  • Wanita menyusui : 1,6 mg per hari

2. Dosis Riboflavin (Anak-Anak)

Berikut adalah dosis untuk anak-anak yang disarankan:

  • Bayi 0-6 bulan : 0,3 mg per hari
  • Bayi 6-12 bulan : 0,4 mg per hari
  • Anak-anak 1-3 tahun : 0,5 mg per hari
  • Anak-anak 4-8 tahun : 0,6 mg per hari
  • Anak-anak 9-13 tahun : 0,9 mg per hari
  • Anak-anak 14-18 tahun : 1,3 mg per hari (laki-laki) dan 1 mg per hari (perempuan)

Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat sesuai dengan usia, jenis kelamin, maupun kondisi tubuh.

Petunjuk Penggunaan Riboflavin

Berikut adalah petunjuk penggunaan vitamin B2 yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan suplemen ini:

  • Gunakan vitamin sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter
  • Minumlah obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum vitamin dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa minum vitamin pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum vitamin melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi konsumsi vitamin dengan minum air putih yang banyak dan makan makanan bergizi

Petunjuk Penyimpanan Riboflavin

Vitamin ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan vitamin yang benar:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Riboflavin

Riboflavin adalah suplemen yang umumnya aman dikonsumsi dan tidak sampai menimbulkan efek samping.

Akan tetapi, pada beberapa orang mungkin akan mengalami perubahan warna urine menjadi kuning pekat dan gangguan pencernaan seperti diare pasca mengonsumsi vitamin ini.

Interaksi Riboflavin

Vitamin ini akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan, seperti:

  • Antikolinergik
  • Antidepresan
  • Benemid
  • Luminal

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apabila Anda ingin mengonsumsi suplemen ini namun di saat bersamaan juga sedang mengonsumsi obat-obatan di atas.

Peringatan dan Perhatian Riboflavin

Peringatan! Sebelum menggunakan riboflavin, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi vitamin ini apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Riboflavin masuk ke dalam kategori A untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan demi menunjang asupan nutrisi bagi dirinya dan janin atau bayi
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

  1. Bradford, A. 2015. Vitamin B2 (Riboflavin): Sources, Benefits, and Dosage. https://www.livescience.com/51966-vitamin-b2-riboflavin.html (Diakses pada 3 November 2019)
  2. Brazier. Y. 2017. Benefits and Sources of Vitamin B2. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219561.php (Diakses pada 3 November 2019)
  3. Riboflavin. https://www.drugs.com/mtm/riboflavin.html (Diakses pada 3 November 2019)
  4. Riboflavin. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-957/riboflavin# (Diakses pada 3 November 2019)

e


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi