Terbit: 19 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Reserpine adalah obat yang dapat menurunkan tekanan darah. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat sistem saraf. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari kegunaan, dosis, efek samping, interaksi, petunjuk penggunaan, hingga petunjuk penyimpanan obat ini.

Reserpine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Reserpine

Nama Obat  Reserpine
Kandungan Obat  Reserpine
Kelas Terapi Obat  Antihipertensi
Kategori  Obat keras
Tingkat Keamanan Menurut FDA  C (dapat digunakan pada ibu hamil bila manfaatnya lebih besar dari potensi efek samping yang mungkin timbul)
Fungsi Obat  Menurunkan tekanan darah
Dikonsumsi oleh  Dewasa
Kontraindikasi
  • Hipersensitif
  • Riwayat depresi
  • Riwayat pikiran atau tindakan bunuh diri
  • Tukak lambung
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Parkinson
Sediaan Obat  Oral

 

Reserpine Obat Apa?

Reserpine adalah obat yang dapat menurunkan tekanan darah, namun juga memiliki efek menurunkan gejala psikosis pada pasien skizofrenia, meskipun proses kerjanya belum dapat dijelaskan. Cara kerja obat ini adalah dengan memperlambat sistem saraf sehingga dapat rileks dan melebar. Kondisi ini membantu jantung berdetak lebih lambat dan juga meningkatkan aliran darah.

Merek Dagang Reserpine

Obat ini dijual dengan merek dagang sebagai berikut:

  • Reserpin
  • Serpasil
  • Ser Ap Es

Fungsi Obat Reserpine

Secara umum fungsi obat ini adalah untuk menurunkan tekanan darah. Berikut adalah beberapa kondisi yang biasanya diobati dengan obat ini:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan hingga sedang
  • Gangguan psikotik seperti skizofrenia

Selain manfaat di atas, obat ini juga mungkin digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam kemasan obat.

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap reserpine atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini
  • Riwayat depresi
  • Riwayat pikiran atau tindakan bunuh diri
  • Tukak lambung
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Parkinson

Peringatan dan Perhatian Obat Reserpine

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat reserpine:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki batu empedu, penyakit ginjal, epilepsi, atau riwayat masalah perut atau pencernaan lambat.
  • Obat ini masuk kategori C keamanan untuk ibu hamil menurut FDA. Obat ini hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari risiko yang mungkin ditimbulkan.
  • Obat ini dapat masuk melalui ASI dan berpotensi berbahaya pada bayi. Anda mungkin harus berhenti sementara menyusui jika harus mengonsumsi obat ini.

Interaksi Obat Reserpine

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan Reserpine:

  • Zolpidem
  • Dopamin
  • Amfetamin
  • Levodopa
  • Procarbazine
  • Phenylephrine
  • Sildenafil

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Reserpine

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Hentikan penggunaan obat dan beri tahu dokter apabila Anda mengalami efek samping berikut ini:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan).
  • Perubahan suasana hati tidak biasa.
  • Kehilangan energi tiba-tiba dan merasa rendah diri.
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya disukai.
  • Gangguan tidur seperti mimpi buruk dan insomnia.
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Beri tahu dokter tanpa menghentikan penggunaan obat apabila muncul efek samping seperti:

  • Nyeri dada, detak jantung lambat, kesulitan bernapas.
  • Bengkak di tangan atau kaki.
  • Nyeri atau sulit buang air kecil.
  • Masalah penglihatan atau pendengaran.
  • Tremor atau gerakan otot yang tidak terkontrol.
  • Pusing atau sensasi ingin pingsan.

Efek samping lainnya yang juga umum terjadi adalah seperti:

  • Sakit kepala, pusing, mengantik.
  • Nyeri atau bengkak pada payudara.
  • Mual, muntah, diare, dan kehilangan nafsu makan.
  • Gatal atau ruam.
  • Hidung tersumbat atau mimisan.
  • Penambahan berat badan.
  • Impotensi dan penurunan hasrat seksual.

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Reserpine

Obat ini hadir dalam sediaan oral. Dosis yang diberikan dapat berbeda-beda pada setiap orang bergantung pada kondisi dan riwayat kesehatannya secara keseluruhan.

Berikut adalah dosis yang disarankan:

  • Psikosis kronis: Dosis awal 0,5 mg/hari. Tingkatkan atau turunkan dosis sesuai dengan respons tubuh pasien. Dosis yang disarankan berkisar antara 0,1-1 mg setiap hari.
  • Hipertensi: Dosis awal hingga 0,5 mg/hari selama 1-2 minggu. Dosis kemudian dikurangi hingga dosis terendah yang diperlukan untuk mempertahankan respons. Dosis pemeliharaan berkisar antara 0,1-0,25 mg setiap hari. Dosis maksimalnya adalah 0,5 mg per hari.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Reserpine

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaan yang benar:

  • Obat diberikan bersama dengan makanan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Reserpine

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 20-25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.
  • Jika obat expired, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat. Membuang obat sembarangan dapat berpotensi merusak lingkungan.

 

  1. Anonim. Reserpine. https://www.drugs.com/mtm/reserpine.html. (Diakses 19 September 2020).
  2. Anonim. Reserpine Drug Interactions. https://www.drugs.com/drug-interactions/reserpine.html. (Diakses 19 September 2020).
  3. Anonim. Reserpine. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/reserpine?mtype=generic#:~:text=Description%3A%20Reserpine%20is%20an%20antihypertensive,resistance%20result%20in%20hypotensive%20effect. (Diakses 19 September 2020).
  4. Anonim. RESERPIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/reserpin. (Diakses 19 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi