Terbit: 28 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Remdesivir dikabarkan memliki potensi sebagai obat Corona.Menghadapi wabah Coronavirus baru (COVID-19), Gilead Science dan otoritas kesehatan global sedang meneliti senyawa remdesivir sebagai obat COVID-19. Ketahui remdesivir obat apa, fungsi, cara kerja, aturan pakai, dll.

remdesivir-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Remdesivir

Berikut ini adalah informasi umum terkait obat ini:

Nama Obat Remdesivir
Kandungan Obat Remdesivir
Kelas Obat Agen antivirus
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi virus Corona (Dalam eksperimen yang masih berlanjut)
Kontraindikasi Masih dalam penelitian
Sediaan Obat Injeksi atau suntikan
Harga Obat Belum diketahui

Obat ini masih dalam penelitian hingga sekarang, jadi belum diproduksi untuk kebutuhan penyembuhan gejala Coronavirus atau virus lainnya.

Remdesivir Obat Apa?

Remdesivir adalah obat yang diyakini dapat mengatasi wabah virus Corona yang sedang melanda seluruh dunia saat ini, namun penelitian terkait obat ini masih dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat yaitu Gilead Sciences Inc di bawah pengawasan otoritas kesehatan global termasuk Food and Drug Administration (FDA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Remdesivir (RDV) adalah sintesis obat yang termasuk dalam kelas antivirus spektrum luas. Kandungannya memiliki molekul yang serupa dengan pasangan basa DNA. Obat ini bukanlah kandungan baru, pernah diteliti saat wabah MERS (2012) dan SARS (2002) yang juga disebabkan oleh Coronavirus menyerang dunia, serta wabah Ebola (2014).

Data terbatas tentang remdesivir dalam menangani MERS dan SARS kemudian dikaitkan dengan potensi obat ini untuk mengatasi wabah COVID-19. Saat ini, Obat ini termasuk dalam obat eksperimental yang tidak memiliki keamanan atau kemanjuran untuk pengobatan kondisi apapun serta belum disetujui oleh otoritas kesehatan dan obat manapun.

Fungsi Obat Remdesivir

Saat ini, Gilead Science bekerja sama dengan otoritas kesehatan global untuk melakukan eksperimen dari senyawa antivirus ini untuk mengatasi wabah virus Corona.

Senyawa ini dianggap menjadi kandungan yang paling dekat dan berpotensi untuk mengatasi wabah COVID-19. Hal ini diputuskan berdasarkan epidemi historis Ebola, SARS, dan MERS, walaupun penggunaan obat ini menuai hasil yang mengecewakan dalam mengatasi ketiga wabah tersebut.

Walaupun demikian, senyawa ini diharapkan dapat menjadi obat antivirus yang efektif membantu pasien di berbagai negara untuk memerangi COVID-19.

Berikut ini perkembangan terkait penelitian senyawa remdesivir dan COVID-19:

Per 26 Maret 2020:

  • Terdapat 4 uji coba coba di AS.
  • Dua uji coba China diharapkan selesai pada awal April.
  • Terdapat sekitar 2-3 uji coba Eropa dengan senyawa antivirus ini sebagai pembanding, yang berarti senyawa ini adalah salah satu obat yang mereka uji dalam uji coba multi-obat

Selain itu, terdapat 1 uji coba di China untuk gejala COVID-19 yang parah dan 1 uji coba untuk gejala COVID-19 yang ringan hingga sedang. Semua data penelitian tersebut akan dikumpulkan dan dianalisis. Para ilmuwan sedang bekerja keras dan membutuhkan sedikit waktu untuk menelitinya dengan tepat.

Penelitian tersebut juga didukung oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Department of Health and Human Services (DHHS), National Institute of Allergies and Infectious Diseases (NIAID), Department of Defense (DoD), CBRN Medical, China CDC and National Medical Product Administration (NMPA), World Health Organization (WHO), dan ilmuwan di Eropa dan Asia.

Peringatan Obat Remdesivir

Senyawa antivirus ini masih dalam eksperimen pengobatan potensial untuk COVID-19 yang dilakukan di China dan Amerika Serikat. Obat ini sama sekali belum mendapat lisensi atau disetujui pihak manapun secara global karena belum terbukti aman dan efektif untuk pengobatan infeksi atau penyakit apapun.

Baca Juga: 13 Istilah Terkait Virus Corona (COVID-19) Beserta Artinya

Interaksi Obat Remdesivir

Berdasarkan penelitian yang masih dikembangkan, senyawa ini mungkin tidak berpengaruh pada efektivitas obat lain yang Anda minum di waktu yang sama. Sebaliknya, obat lain yang Anda gunakan bersamaan mungkin akan memicu interaksi terhadap senyawa antivirus ini.

Obat-obatan lain seperti antibiotik Clarithromycin dan Rifampicin mungkin akan meningkatkan kadar senyawa antivirus ini di aliran darah atau mungkin menurunkannya.

Efek Samping Remdesivir

Efek samping obat antivirus yang umum, termasuk:

  • Mual
  • Muntah

Pada uji coba yang dilakukan di masa wabah Ebola di tahun 2014, senyawa ini memicu efek samping seperti peningkatan kadar enzim hati yang mungkin atau mungkin tidak mengindikasikan kerusakan hati. Sementara dalam penelitian obat COVID-19, peningkatan serupa pada enzim hati terjadi pada tiga pasien di Amerika Serikat.

Baca Juga: 10 Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona yang Harus Diketahui

Dosis Obat Remdesivir

Umumnya, obat antivirus diberikan dalam bentuk injeksi atau suntikan. Belum ada informasi terkait dosis obat ini karena penggunaannya belum disetujui oleh FDA. Senyawa ini masih dalam penelitian dan eksperimen yang juga dilakukan pada hewan seperti tikus dan kera.

Dalam perkembangan terbaru, Gilead Science sedang dalam proses transisi untuk memperluas akses obat remdesivir terkait uji klinis. Permintaan darurat untuk obat ini hanya akan dipertimbangkan apabila pendaftaran dalam uji klinis bukanlah pilihan terbaik. Sejauh ini, permintaan untuk penggunaan individu untuk obat ini sangat tinggi dan mungkin akan diusahakan untuk ibu hamil dan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Seluruh ilmuwan di seluruh dunia sudah bekerja sangat keras untuk menemukan obat atau vaksin virus Corona. Semoga obat untuk melawan wabah virus Corona segera ditemukan. Ketahui lebih lanjut tentang COVID-19 di sini.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

  1. Drugs. 2020. Remdesivir Approval Status. https://www.drugs.com/history/remdesivir.html. (Diakses pada 27 Maret 2020).
  2. Gilead. 2020. Gilead Sciences Update On The Company’s Ongoing Response To COVID-19. https://www.gilead.com/purpose/advancing-global-health/covid-19. (Diakses pada 27 Maret 2020).
  3. Gilead. 2020. About Remdesivir. https://www.gilead.com/purpose/advancing-global-health/covid-19/about-remdesivir. (Diakses pada 27 Maret 2020).
  4. Gilead. 2020. RemdesivirClinical Trials. https://www.gilead.com/purpose/advancing-global-health/covid-19/remdesivir-clinical-trials. (Diakses pada 27 Maret 2020).
  5. Gilead. 2020. Emergency Access to Remdesivir Outside of Clinical Trials. https://www.gilead.com/purpose/advancing-global-health/covid-19/emergency-access-to-remdesivir-outside-of-clinical-trials. (Diakses pada 27 Maret 2020).
  6. MedicineNet. 2020. Remdesivir (RDV): Experimental Antiviral for Coronavirus (COVID-19). https://www.medicinenet.com/remdesivir_rdv_ebola_covid-19_coronavirus_trial/article.htm#what_drugs_interact_with_remdesivir_rdv. (Diakses pada 27 Maret 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi