Terbit: 12 Agustus 2020 | Diperbarui: 19 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada berbagai macam obat rematik di apotek yang ampuh untuk mengatasi nyeri. Selain itu, ada juga beberapa cara mengatasi rematik yang bisa dilakukan di rumah. Cek penjeleasan selengkapnya!

15 Obat Rematik Alami Tradisional dan Medis

Apa Itu Rematik?

Rematik adalah istilah populer ketika sendi mengalami peradangan (inflamasi). Ada banyak sekali jenis rematik . Akan tetapi, secara spesifik berbeda-beda berdasarkan penyebab peradangannya, antara lain::

  • Osteoarthritis
  • Rheumatoid arthritis
  • Asam urat / gout arthritis
  • Ankylosing Spondylitis
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Obat Rematik Medis di Apotek

Dalam mengobati rematik, dokter akan meresepkan sejumlah jenis obat-obatan. Pemilihan obat pun disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan rematik yang dialami oleh penderita.

Berikut ini adalah daftar obat rematik yang umum digunakan:

1. DMRADs

Jenis obat yang pertama adalah disease-modifying antirheumatic drugs (DMRADs). Sesuai dengan namanya, obat golongan lain (memiliki fungsi utama yang lain) tetapi difungsikan untuk memodifikasi reaksi  peradangan yang terjadi. Dengan demikian, obat ini dapat meminimalisir gejala yang dialami oleh pasien.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Contoh obat DMRADs yang umum diresepkan oleh dokter antara lain sebagai berikut:

  • hydroxychloroquine (antimalaria)
  • leflunomide
  • methotrexate (kemoterapi)
  • minocycline
  • sulfasalazine (antibiotik)

2. Biologics

Jenis obat selanjutnya yang digunakan untuk mengatasi rematik, khususnya rheumatoid arthritis adalah biologics drugs. Obat jenis ini bekerja dengan cara menutup ‘jalur’ peradangan yang dihasilkan oleh sel imun tubuh.

Obat yang diberikan dengan cara disuntik ini biasanya akan diberikan oleh dokter apabila obat DMRADs tidak cukup efektif untuk mengatasi radang. Contoh obat dari golongan ini antara lain:

  • abatacept
  • adalimubab
  • anakinra
  • certolizumab
  • etanercept
  • golimumab
  • infliximab
  • rituximab
  • tocilizumab

3. Janus Kinase Inhibitors

Janus kinase inhibitors adalah obat yang kemungkinan akan diberikan oleh dokter Anda apabila DMARDs dan biologics tidak juga membuat kondisi lebih baik. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memengaruhi gen dan aktivitas sel imun di dalam tubuh. Dengan demikian, obat akan membantu mencegah peradangan dan menghentikan kerusakan pada sendi dan jaringan.

Obat janus kinase inhibitors meliputi:

  • baricitinib
  • tofacitinib

Khusus untuk bariticinib, obat ini mungkin akan menimbulkan gejala efek sampin berupa:

  • sakit kepala
  • infeksi saluran pernapasan atas
  • hidung berair
  • sakit tenggorokan
  • diare

4. Analgesik

Tidak lupa, dokter juga akan memberikan Anda obat pereda nyeri (analgesik) yakni acetaminophen. Sebenarnya, obat ini bisa dikonsumsi tanpa resep dokter. Akan tetapi, sebaiknya ikuti saran dari dokter terkait penggunaan obat pereda nyeri tersebut.

Perlu diketahui juga, acetaminophen mungkin hanya akan efektif mengatasi rasa nyeri tingkat ringan hingga sedang. Sementara apabila nyeri sudah tergolong parah, penderita harus mengonsumsi obat lainnya sesuai arahan dokter.

5. Antiinflamasi Nonsteroid

Pada kasus rematik jenis rheumatoid arthritis, obat yang juga umum digunakan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Sama seperti acetaminophen, obat ini fungsi utamanya adalah untuk meredakan nyeri yang ditimbulkan akibat peradangan. Akan tetapi, efektivitas OAINS lebih baik ketimbang acetaminophen.

Itu sebabnya, obat ini lebih umum diberikan oleh dokter ketimbang acetaminophen untuk meredakan nyeri. Kecuali, nyeri yang dialami oleh penderita masih tergolong ringan. Contoh OAINS adalah sebagai berikut:

  • ibuprofen
  • naproxen sodium
  • aspirin
  • celexocib
  • piroxicam
  • diclofenac
  • ketoprofen
  • fenoprofen
  • asam mefenamat
  • meloxicam
  • meklofenamat
  • ketorolac
  • tolmetin

6. Kortikosteroid

Kortikosteroid—disebut juga steroid—adalah obat oral dan suntik yang berfungsi untuk mengurangi peradangan pada kasus rheumatoid arthritis. Obat ini juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kerusakan yang disebabkan oleh peradangan tersebut. Akan tetapi, kortikosteroid tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Obat-obatan yang masuk ke dalam golongan ini di antaranya sebagai berikut:

  • betamethasone
  • dexamethasone
  • kortison
  • prednisone
  • prednisolone
  • hidrokortison

7. Opioid

Apabila nyeri yang dialami penderita rematik sudah sangat parah, dokter akan memberikan obat dari golongan opioid. Obat yang juga tersedia dalam bentuk tablet oral dan cairan injeksi ini merupakan obat keras sehingga tidak bisa digunakan tanpa resep dokter.

Obat opioid di antaranya meliputi:

  • codeine
  • fentanyl
  • hydrocodone
  • hydromorphone
  • morfin
  • meperidine
  • oksikodon
  • tramadol

8. Immunosuppressants

Sementara itu, immunosuppresants adalah jenis obat rematik yang diformulasikan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh peradangan. Penggunaan ini tidak bisa sembarangan dan harus dipantau secara khusus oleh dokter.

Contoh obat-obatan immunosuppressants antara lain sebagai berikut:

  • azathioprine
  • cyclosporine
  • cyclophosphamide
  • hydroxychloroquine

Baca Juga: Rematik: Ciri-Ciri, Penyebab, Pengobatan, dll

Obat Rematik Alami Tradisional

Selain dengan obat-obatan kimia, Anda juga bisa menggunakan sejumlah bahan-bahan berikut ini sebagai obat rematik alami. Apa saja pilihan obat rematik tradisional tersebut?

1. Jahe

Banyak orang menggunakan jahe dalam masakan, tetapi jahe juga memiliki manfaat pengobatan. Ya, senyawa yang berfungsi menghasilkan aroma jahe yang kuat ternyata memiliki sifat antiinflamasi, menurut penelitian.

Sejumlah ahli mengatakan jahe bisa menjadi alternatif obat antiinflamasi nonsteroid. Studi yang dilakukan pada tahun 2016 mengklaim jika ramuan jahe dapat menjadi dasar pengobatan farmasi untuk rheumatoid arthritis. Selain membantu meredakan gejala, jahe juga disinyalir dapat membantu mencegah kerusakan tulang.

2. Kunyit

Jenis rempah yang satu ini sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat Tiongkok untuk mengatasi berbagai permasalahan medis, termasuk radang sendi dan gangguan muskuloskeletal. Selain memiliki sifat antiinflamasi, kunyit dan kurkumin (bahan aktif yang memberi warna kuning pada kunyit) juga memiliki efek analgesik, demikian menurut penelitian yang dirilis oleh Journal of Medicinal Food pada Agustus 2016 silam.

3. Bawang Putih

Bawang putih segar yang diiris, dicincang, atau dicincang dapat membuat makanan apapun kian lezat. Akan tetapi, tahukah Anda jika bawang putih juga dapat membantu meredakan nyeri akibat rematik?

Ya, bawang putih bisa dijadikan alternatif obat rematik alami. Hal ini dikarenakan pada bumbu dapur tersebut terkandung dialil disulfida, yakni senyawa antiinflamasi yang berfungsi untuk mengurangi efek sitokin proinflamasi.

Sebuah studi eksperimental yang diterbitkan pada tahun 2018 di Journal of Environmental Pathology, Toxicology, and Oncology menemukan bahwa bawang putih memiliki aktivitas antirematik, yakni mencegah kerusakan tulang rawan dan mengurangi peradangan. Akan tetapi, efektivitas ini baru teruji pada tikus yang diinduksi radang sendi. Penelitian lanjutan dengan objek manusia perlu dilakukan untuk memperkuat bukti.

4. Kayu Manis

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2018 di Journal of the American College of Nutrition menemukan fakta bahwa ketika wanita dengan rheumatoid arthritis mengonsumsi empat kapsul dengan kandungan bubuk kayu manis sebanyak 500 miligram setiap hari selama delapan minggu, mereka mengalami penurunan kadar C-protein reaktif (penanda peradangan) di dalam darah, pun berkurangnya intensitas gejala pembengkakan pada sendi.

5. Lada Hitam

Obat rematik tradisional lainnya adalah lada hitam. Pada lada hitam, terkandung senyawa aktif berupa piperine. Menurut penelitian, adanya senyawa ini membuat lada hitam jadi memiliki efek antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan perlindungan gastro.

Sebuah studi yang diterbitkan pada September 2018 di European Journal of Pharmacology menunjukkan bahwa pemberian asam piperat memiliki efek antiinflamasi, menghambat pembengkakan dan produksi sitokin pada hewan. Pada penelitian lainnya, yang diterbitkan dalam Journal of Arthritis Research & Therapy, ditemukan fakta bahwa pemberian piperine dapat meredakan peradangan, nyeri, dan gejala arthritis lainnya.

6. Teh Hijau

Teh hijau menjadi obat rematik alami selanjutnya yang bisa Anda coba gunakan untuk meredakan gejala penyakit ini. Pada teh hijau terkandung senyawa antiokisdan bernama polifenol. Senyawa ini dapat membantu meredakan peradangan, melindungi sendi, dan mengendalikan respons imun tubuh agar tidak semakin memperparah rematik.

Selain teh hijau, sebenarnya ada juga teh hitam yang sama-sama bisa membantu meredakan gejala rematik. Akan tetapi, berdasarkan penelitian yang dirilii oleh International Journal of Rheumatic Diseases pada tahun 2017 lalu, teh hijau memiliki efektivitas yang lebih tinggi ketimbang teh hitam.

7. Lidah Buaya

Lidah buaya adalah salah satu ramuan yang paling umum digunakan dalam pengobatan alternatif. Lidah buaya tersedia dalam berbagai bentuk seperti pil, bedak, dan gel. Selain untuk menyuburkan rambut dan merawat kesehatan kulit, ternyata tanaman ini juga bisa membantu meredakan nyeri pada kasus rematik.

Hal tersebut dimungkinkan karena pada lidah buaya terkandung zat yang bersifat antiinflamasi. Akan tetapi, studi lebih lanjut masiih perlu dilakukan guna membuktikan kebenaran dari obat rematik alami yang satu ini.

Cara Mengatasi Rematik di Rumah

Tidak lupa, lakukan sejumlah tips berikut ini membantu mengoptimalkan penyembuhan rematik yang Anda alami.

1. Olahraga

Cara mengatasi rematik bisa dengan berolahraga rutin. Aktivitas fisik yang satu ini dapat membantu memperkuat otot dan mengembalikan fungsi sendi pada penderita rematik, khususnya rheumatoid arthritis.

Menurut sebuah penelitian yang dirilis pada tahun 2014, olahraga dapat membantu penderita rematik untuk mendapatkan tidur yang berkualitas sekaligus menghilangkan rasa lelah pada tubuh.

Lakukan jenis olahraga yang tidak berisiko mengganggu sendi. Jalan santai dan berenang bisa jadi pilihan yang tepat untuk Anda. Konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter.

2. Meditasi

Meditasi bisa menjadi pilihan cara yag bisa Anda pilih. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini—dilansir dari Healthline—melakukan meditasi secara rutin terbukti dapat meredakan nyeri, depresi, dan gejala lainnya yang umum dialami oleh penderita rematik.

3. Akupunktur

Akunpunktur sebagai pengobatan alternatif rematik hingga kini masih dipercaya, khususnya meredakan rasa nyeri. Akupunktur dilakukan dengan cara menusukkan jarum-jarum kecil ke area-area tubuh yang bermasalah.

Seiring dengan perkembangan teknologi, akupunktur pun kini juga ada yang menggunakan medium sinar laser alih-alih jarum, dan menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2016 silam, akupunktur laser ini terbukti dapat meredakan nyeri pada kasus rheumatoid arthritis.

4. Pijat

Obat rematik tradisional lainnya adalah pijat. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2013 mengatakan bahwa penderita rematik yang menerapkan cara ini selama 1 bulan merasakan adanya penurunan intensitas nyeri, pun pergerakan tubuh yang semakin leluasa.

5. Suplemen Probiotik

Suplemen probiotik juga menjadi obat rematik alami yang bisa Anda gunakan. Menurut penelitian pada tahun 2014 lalu, mengonsumsi suplemen probiotik setiap hari selama 8 minggu terbukti dapat meredakan nyeri sekaligus meminimalisir peradangan.

6. Diet

Penelitian lainnya yang dirilis pada tahun 2017 mengungkapkan jika mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu meminimalisir kerusakan sendi akibat peradangan. Makanan-makanan yang dimaksud ialah makanan yang mengandung antioksidan dan antiinflamasi, seperti:

  • Sayuran mentah
  • Kunyit
  • Jahe
  • Buah
  • Yogurt

7. Istirahat yang Cukup

Pastikan Anda beristirahat dengan cukup. Sebuah studi tahun 2018 mengungkapkan jika kurangnya waktu istirahat—dalam hal ini tidur—dapat memperparah nyeri dan semakin mempersulit pergerakan tubuh.

Selama masa penyembuhan, usahakan tidur secara cukup yakni 8 jam sehari. Apabila merasa tidak bisa mendapatkan tidur yang berkualitas di malam hari, konsultasikan juga hal ini dengan dokter Anda.

 

  1. Cherney, K. 2019. Rheumatoid Arthritis Medication List. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis/medications-list#opioids (diakses pada 12 Agustus 2020)
  2. Cherney, K. 2020. 9 Herbs to Fight Rheumatoid Arthritis. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/herbs-arthritis-pain#aloe-vera (diakses pada 13 Agustus 2020)
  3. Iliades, C. 2019. Herbs and Spices for Rheumatoid Arthritis Symptom Relief. https://www.everydayhealth.com/rheumatoid-arthritis/diet/six-herbs-and-spices-for-rheumatoid-arthritis/ (Diakses pada 13 Agustus 2020)
  4. Johnson, J. 2018. Natural Remedies for Rheumatoid Arthritis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315492 (diakses pada 12 Agustus 2020)
  5. Pietrangelo, A dan Erika, K. 2020. Remedies for Rheumatoid Arthritis Flare-Ups. https://www.healthline.com/health/remedies-rheumatoid-arthritis (diakses pada 12 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi