Terbit: 20 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Regumen obat apa? Regumen adalah obat yang bisa mengatasi beberapa masalah terkait siklus menstruasi dan kehamilan. Obat regumen termasuk ke dalam kelas terapi hormon kelamin perempuan dan tidak bisa dibeli secara bebas.

Regumen – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat regumen termasuk informasi tentang bentuk sediaan regumen, kandungan regumen, indikasi regumen, kontraindikasi regumen, manfaat regumen, dosis regumen, dan efek samping regumen.

  • Nama: Regumen
  • Kelas Terapi: Hormon Kelamin » Hormon Perempuan » Progestogen 
  • Monografi Obat: Noretisteron

Bentuk Sediaan Regumen

Obat regumen yang beredar di pasaran memiliki bentuk sediaan berupa tablet dan berwarna putih. Janganlah menyimpan obat regumen secara sembarangan. Anda harus menyimpannya di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari.

Hal ini bertujuan agar struktur bahan aktif pada obat regumen itu tidak berubah. Selain itu, simpanlah obat regumen di tempat yang kering agar kemasan tidak rusak sehingga obat regumen tetap berada dalam kondisi utuh.

Kandungan Regumen

Obat regumen memiliki satu bahan kandungan yaitu noretisteron. Noretisteron adalah hormon progesteron sintentik yang merupakan analog testosteron. Setiap satu tablet regumen mengandung 5 mg noretisteron.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Indikasi Regumen

Penggunaan regumen harus sesuai dengan indikasinya. Tidak boleh menggunakan obat regumen tanpa adanya indikasi medis. Hal ini dikarenakan obat regumen termasuk obat keras sehingga memerlukan resep dokter untuk bisa menggunakannya.

Orang yang ingin melakukan kontrasepsi atau menunda kehamilan bisa menggunakan regumen. Akan tetapi, regumen bisa digunakan bila wanita tersebut tidak dapat menerima terapi obat dengan kandungan estrogen.

Pasien yang memiliki riwayat trombosis vena, perokok berat, dan kelainan jantung juga bisa melakukan kontrasepsi hormonal dengan menggunakan obat regumen. Wanita yang menderita diabetes melitus atau tekanan darah tinggi juga bisa menggunakan obat regumen sebagai kontrasepsi oral.

Obat regumen juga bisa digunakan untuk mengobati pasien yang menderita kanker endometrium dan kanker payudara. Regumen banyak digunakan oleh wanita yang ingin pergi ke tanah suci.

Hal ini dikarenakan regumen dapat menunda datangnya siklus menstruasi sehingga tidak mengganggu aktivitas umrah atau berhaji. Penggunaan untuk tujuan ini dilakukan 3 hari sebelum hari H menstruasi pada bulan tersebut.

Indikasi penggunaan obat regumen juga berlaku bagi wanita  yang ingin melakukan terapi sulih hormon. Wanita yang memerlukan pengobatan estrogen dalam jangka panjang memerlukan terapi hormon progesteron untuk menyeimbangkannya.

Itu bertujuan untuk mencegah hiperplasia sistik endometrium karena bisa berkembang menjadi kanker. Perempuan yang mengalami endometriosis bisa diberikan obat regumen. Selain itu, obat regumen juga bisa digunakan oleh wanita yang mengalami nyeri haid (dismenorea), pendarahan rahim, dan sindrom pramenstruasi.

Kontraindikasi Regumen

Regumen sebaiknya tidak digunakan jika Anda sedang mengandung. Hal ini dikarenakan penggunaan obat regumen pada ibu hamil telah dilaporkan terjadi maskulinisasi pada fetus wanita. Jadi, jika Anda mengandung bayi perempuan, maka ia akan memiliki karakter laki-laki yang lebih dominan.

Peringatan Penggunaan Regumen

Walaupun bukan sebuah kontraindikasi, sebaiknya obat regumen tidak digunakan pada ibu menyusui. Pemakaian obat regumen pada ibu menyusui bisa memengaruhi kandungan ASI. Kandungan obat regumen bisa terdistribusi ke dalam air susu ibu.

Fungsi Obat Regumen

Obat regumen memiliki beberapa fungsi. Fungsi obat regumen sangat terkait dengan siklus haid dan kehamilan. Penggunaan regumen bisa mengatasi sindrom pramenstruasi yang biasa muncul. Selain itu, regumen juga berfungsi untuk meredakan nyeri haid.

Fungsi obat regumen bisa menunda siklus haid tetapi ini bisa membuat siklus haid menjadi mundur dan berpeluang untuk tidak teratur. Regumen juga berfungsi untuk menunda atau mencegah kehamilan terjadi.

Regumen juga memiliki fungsi untuk mengatasi masalah endometriosis. Kandungan hormon progesteron buatan yang ada di dalam obat regumen memiliki kerja yang sama selayaknya hormon progesteron alami sehingga ini bisa dimanfaatkan sebagai terapi sulih hormon pada wanita yang menjalani terapi hormon estrogen untuk jangka panjang.

Fungsi obat regumen juga bisa mengatasi masalah pendarahan berat saat haid dan pendarahan rahim. Pemakaian regumen ternyata bisa untuk mengobati kanker endometrium dan kanker payudara.

Dosis Regumen

Penggunaan obat regumen haruslah sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dosis regumen tidaklah sama untuk semua kondisi medis. Kondisi medis Anda menentukan dosis regumen yang dibutuhkan.

Perempuan yang mengalami nyeri haid membutuhkan dosis 5 mg sebanyak 3 kali dalam sehari. Penggunaannya dimulai dari hari ke-5 hingga hari ke-24. Jika Anda ingin mengatasi masalah sindrom premestruasi, maka dosisnya adalah 5 mg sebanyak 2-3 kali sehari.

Penanganan masalah sindrom pramenstruasi harus menggunakan obat regumen dari hari ke-19 hingga ke-26. Perdarahan rahim dan pendarahan berat saat haid membutuhkan dosis sebanyak 5 mg dengan frekuensi 3 kali/hari selama 10 hari.

Apabila ingin menghentikan pendarahan, maka dosis regumen yang diperlukan adalah sejumlah 10 mg dengan dosis terbagi yaitu 2 kali/hari. Gunakan dosis tersebut mulai dari hari ke-19 hingga hari ke-26.

Pasien yang mengalami endometriosis membutuhkan dosis regumen sebanyak 10-5 mg/hari. Dosis tersebut harus dijalani selama 4-6 bulan atau lebih yaitu dimulai pada hari ke-5 siklus.

Apabila terdapat pendarahan, maka dosis perlu ditingkatkan sampai 20-25 mg/hari. Kurangilah dosisnya jika pendarahan telah berhenti. Dosis regumen ini bisa terjadi berbeda dan dosis yang didapatkan dari dokter lebih sesuai dengan kondisi Anda.

Efek Samping Regumen

Obat regumen bisa menimbulkan efek samping tertentu. Beberapa efek samping yang bisa muncul di antaranya adalah mual, sakit kepala, mengantuk, dan perut kembung. Obat regumen juga bisa menimbulkan gangguan psikis seperti depresi dan insomnia.

Penggunaan regumen menimbulkan efek samping pada kulit seperti urtikaria, pruritus, ruam, dan jerawat. Di samping itu, efek samping regumen juga bisa menyebabkan hirsutisme, alopesia, kekurangan cairan, dan peningkatan berat badan.

Obat regumen juga bisa menimbulkan efek samping berupa gangguan siklus haid, penyakit kuning, dan reaksi anafilatik. Sebaiknya, Anda segera menghentikan penggunaan obat regumen bila terjadi efek samping tersebut dan konsultasikan dengan dokter Anda.

 

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Noretisteron. http://pionas.pom.go.id/monografi/noretisteron [diakses pada 19 Maret 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi