Terbit: 5 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pyderma adalah krim obat golongan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan pada kulit (dermatitis). Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Pyderma: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Pyderma

 Nama obat

 Pyderma

 Golongan obat

 Kortikosteroid

 Kategori obat

 Obat keras

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 –

 Fungsi obat

 Mengatasi peradangan pada kulit (dermatitis)

 Kontraindikasi obat

 Hipersensitivitas kandungan obat

 Dosis obat

 2-3 kali oles per hari

 Sediaan obat

 Krim topikal

 

Pyderma Obat Apa?

Pyderma adalah obat dari golongan kortikosteroid. Obat ini diformulasikan untuk mengatasi peradangan pada kulit—atau dalam dunia medis dikenal dengan nama dermatitis—yang ditandai dengan gejala-gejala seperti kulit membengkak, memerah, dan terasa gatal.

Sebagai kortikosteroid, obat ini bekerja dengan cara mengaktifkan senyawa alami tubuh yang bersifat antiinflamasi. Obat Pyderma tergolong ke dalam obat keras sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter.

Fungsi Obat Pyderma

Ini adalah obat golongan kortikosteroid yang fungsinya adalah untuk mengatasi peradangan pada kulit atau dermatitis. Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan peruntukannya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Pyderma

Dalam menggunakan obat Pyderma, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Pyderma

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi yang dimaksud meliputi hipersensitivitas kandungan obat.

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hamil dan menyusui
  • Lansia
  • Anak-anak

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Pyderma Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat apabila Anda juga sedang menggunakan obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti sensasi terbakar, perih, dan pembengkakan.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Pyderma Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Belum ada informasi mengenai seberapa aman obat ini apabila digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui harus mendapat persetujuan dan pemantauan dari dokter.

Interaksi Obat Pyderma

Obat ini akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang berinteraksi dengan Pyderma adalah sebagai berikut:

  • Acarbose
  • Canagliflozin
  • Dapagliflozin
  • Exenatide
  • Glimepiride
  • Linagliptin
  • Miglitol
  • Nateglinide
  • Pramlintide
  • Replaginide
  • Sitagliptin
  • Tolazamide

Selain obat-obatan tersebut, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Pyderma

Obat ini dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat tersebut terjadi pada kulit, yakni sebagai berikut:

  • Sensasi terbakar
  • Perih
  • Kulit kering
  • Iritasi
  • Gatal
  • Pembengkakan kulit

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter apabila gejala yang terasa tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Pyderma

Obat ini masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai penggunaan obat dengan apoteker sebelum membelinya.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Pyderma Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk krim oles (topikal). Obat tersedia di apotek dan toko obat.

2. Dosis Obat Pyderma

Berikut adalah dosis umum obat ini:

  • Mengatasi dermatitis (dewasa): 2-3 kali oles per hari.

Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Atau, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker perihal penggunaan obat sesuai dengan kondisi. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Pyderma

Gunakan obat dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal seperti overdosis yang bisa membahayakan tubuh. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat sesuai jadwal, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebabnya.

 Petunjuk Penyimpanan Obat Pyderma

Simpan obat ini pada tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 20–25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Pyderma. http://pionas.pom.go.id/obat/pyderma (accessed on 5 December 2020)
  2. Pyderma. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyderma?type=basic&lang=id (accessed on 5 December 2020)
  3. Pyderma. https://www.drugs.com/international/pyderma.html (accessed on 5 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi