Terbit: 27 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Propofol adalah obat bius yang digunakan untuk menurunkan tingkat kesadaran pasien saat operasi. Ketahui propofol obat apa, manfaat, dosis, cara kerja, efek samping, dll.

Propofol: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Propofol Obat Apa?

Propofol adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tingkat kesadaran seseorang saat melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Obat bius akan membuat Anda tertidur selama anestesi umum untuk prosedur bedah atau tindakan medis lainnya.

Obat propofol adalah obat bius dalam golongan anastesi, bukan obat pereda rasa sakit. Obat bius digunakan untuk membuat pasien lebih tenang saat berada dalam masa kritis atau perawatan medis lainnya.

Cara kerja obat bius adalah dengan memperlambat aktivitas di sistem saraf dan otak sehingga Anda tidak sadar dan prosedur bedah dapat dilakukan dengan lancar.

Informasi Umum Obat Propofol

Berikut ini adalah informasi umum obat bius ini, yaitu:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
Nama Obat Propofol
Kandungan Obat Propofol
Kategori Obat Obat dengan resep dokter
Manfaat Obat Obat bius
Sediaan Obat Suntik

Tidak ada data terkait harga propofol karena obat bius bukan obat bebas dan hanya dapat dikelola dan digunakan oleh tenaga medis profesional.

Merek obat paten adalah Diprivan, Proanes, Fresofol, Recofol, dll.

Manfaat Propofol

Manfaat propofol adalah untuk mengurangi kesadaran selama prosedur bedah dan tindakan medis lainnya. Anestesi atau bius dilakukan pada tindakan operasi agar pasien tidak merasakan sakit selama prosedur bedah dan mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Memahami Anestesi, Obat yang Digunakan untuk Bius saat Operasi

Dosis Propofol

Dosis obat bius pada setiap pasien berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien dan prosedur bedah yang akan dilakukan. Dosis obat bius untuk anestesi umum:

  • Dewasa (17-55 Tahun): Dosis total adalah 0,5 hingga 1,5 mg/kgBB pasien. Setiap 10 detik diberikan sekitar 20 mg sampai terjadi anestesi.
  • Dosis Pemeliharaan: 4-12 mg/kgBB per jam.

Dosis obat bius untuk setiap tindakan medis disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Obat bius ini juga hanya dapat digunakan oleh dokter sesuai dengan prosedur medis.

Interaksi Obat Propofol

Interaksi obat bius dapat terjadi bila digunakan bersamaan dengan obat berikut ini:

  • Adrenalin (epinefrin)
  • Ativan (lorazepam)
  • Benadryl (diphenhydramine)
  • Cardizem (diltiazem)
  • Cipro (ciprofloxacin)
  • Cymbalta (duloxetine)
  • Dilaudid (hydromorphone)
  • Fentanyl
  • Flagyl (metronidazole)
  • Lasix (furosemide)
  • Levophed (norepinefrin)
  • Lidokain
  • Morfin
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • Precedex (dexmedetomidine)
  • Protonix (pantoprazole)
  • Tylenol (acetaminophen)
  • Valium (diazepam)
  • Berpengalaman (midazolam)
  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Vitamin D3 (cholecalciferol)
  • Xanax (alprazolam)
  • Zofran (ondansetron)

Mengingat obat bius hanya dapat digunakan secara resmi oleh dokter sebelum tindakan pembedahan, interaksi obat propofol dapat dikendalikan serta overdosis obat bius pun jarang terjadi.

Baca Juga: 9 Cara Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi (Mudah Dilakukan)

Efek Samping Propofol

Berikut ini adalah kemungkinan efek samping obat bius yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Demam
  • Kejang
  • Hipersensitif
  • Detak jantung tak teratur
  • Detak jantung menurun
  • Nyeri di tempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Konvulsi (kejang)
  • Kesulitan dalam bernafas
  • Hipotensi
  • Mual dan muntah
  • Gagal ginjal
  • Situs injeksi Thrombophlebitis

Efek samping bius merupakan efek umum yang terjadi di bawah pengaruh anestesi pada pasien pasca operasi.

Baca Juga: Transplantasi Organ: Jenis, Proses, Manfaat, Risiko, dll

Peringatan Obat Propofol

Sebelum Anda melakukan prosedur bedah dan membutuhkan obat bius untuk anestesi, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hamil atau menyusui.
  • Memiliki riwayat alergi terkait kandungan obat tertentu.
  • Epilepsi atau gangguan kejang lainnya.
  • Kolesterol tinggi.
  • Gangguan ginjal atau hati.

Penggunaan obat bius pada anak di bawah usia 3 tahun, ibu hamil, dan menyusui memiliki risiko pada perkembangan otak anak dan pertumbuhannya.

Sebelum Anda mengambil prosedur bedah atau tindakan medis yang membutuhkan obat bius, tanyakan semua hal tentang obat apa saja yang akan diberikan dan berapa lama obat bius tersebut akan bereaksi.

Petunjuk Penyimpanan Propofol

Menyimpan obat di tempat yang benar akan berpengaruh pada kinerja obat. Berikut ini panduan cara menyimpan obat dengan benar agar tidak rusak:

  • Paparan cahaya, panas, air dan kelembapan dapat merusak kandungan obat.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 30°C.
  • Gunakan jarum dan alat suntik hanya sekali dan kemudian masukkan ke dalam wadah “benda tajam” anti-tusukan.
  • Anda dapat menyimpan obat di kotak obat khusus, kotak P3K, atau laci lemari.
  • Jauhi obat dari kompor, wastafel, dan semua peralatan panas.
  • Selalu simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Selalu simpan obat Anda di luar jangkauan dan di luar jangkauan anak-anak.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan spesifik.

Itulah informasi kesehatan tentang Propofol obat apa, fungsi, dosis, cara kerja, interaksi, efek samping, dll. Informasi kesehatan ini mungkin tidak memuat semua informasi tentang obat bius yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, karena itu selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda menggunakan obat apapun.

 

  1. Drugs. 2019. PropofolDrug. https://www.drugs.com/propofol.html. (Diakses pada 26 Oktober 2019.)
  2. Practo. 2017. PropofolDrug. https://www.practo.com/medicine-info/propofol-233-api#side-effects. (Diakses pada 26 Oktober 2019.)
  3. PDR. 2019. propofolDrug Summary. https://www.pdr.net/drug-summary/Diprivan-propofol-1719.3436. (Diakses pada 26 Oktober 2019.)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi