Postinor: Manfaat, Dosis, Efek Samping

obat-postinor-doktersehat

DokterSehat.Com – Postinor obat apa? Postinor adalah obat dengan kandungan bahan aktif Levonorgestrel. Obat ini digunakan sebagai kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan apabila diduga terjadi sexual intercourse. Kenali lebih jauh tentang Postinor mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya tentang Postinor berikut ini.

Cara Kerja Obat Postinor

Cara kerja obat Postinor dengan kandungan Levonorgestrel adalah dengan mencegah  terjadinya pembuahan. Obat ini adalah bekerja sebagai hormon progestin yang mencegah ovulasi atau terlepasnya ovum serta memengaruhi lendir serviks sehingga telur dan sperma lebih sulit untuk bertemu.

Obat ini tidak akan bekerja apabila pembuahan sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa melindungi penggunanya dari infeksi menular seksual. Obat ini juga tidak boleh digunakan sebagai alat kontrasepsi rutin.

Manfaat Postinor

Manfaat Postinor secara umum adalah sebagai alat kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan apabila diduga terjadi sexual intercourse. Berikut adalah beberapa kondisi di mana Postinor umum digunakan:

  • Hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi
  • Hubungan seksual dengan kontrasepsi namun kontrasepsi gagal
  • Hubungan seksual pada kasus pemerkosaan

Kontraindikasi

Tidak semua orang dapat menggunakan obat ini, berikut adalah beberapa kondisi yang disarankan untuk menghindari penggunaan obat Postinor:

  • Wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
  • Memiliki riwayat kanker payudara, ovarium, atau kanker uterus
  • Memiliki riwayat asma, gagal jantung, hipertensi, migrain, epilepsi, diabetes, gagal ginjal, dan depresi.

Dosis Postinor

Postinor hadir dalam sediaan tablet dan umumnya dijual dengan sediaan satu tablet dengan kandungan Levonorgestrel 1,5 mg atau Postinor 2 dengan dua tablet dengan kandungan masing-masing Levonorgestrel 0,75 mg.

Dosis Postinor yang disarankan adalah sebanyak 1,5 mg sekaligus, dianjurkan dikonsumsi secepat mungkin setelah melakukan hubungan seksual. Obat ini dpaat dikonsumsi setelah 12 jam, namun sebaiknya tidak melebihi 72 jam setelah intercourse.

Obat ini boleh dikonsumsi selama siklus menstruasi. Apabila dalam waktu 3 jam setelah penggunaan obat ini Anda muntah, Anda harus mengonsumsi kembali obat ini karena pada waktu tersebut obat belum bekerja maksimal dalam tubuh.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Jangan pernah mengganti dosis Postinor tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Cara Minum Postinor

Postinor harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah cara minum postinor yang benar:

  • Gunakan obat Postinor sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Obat ini hanya untuk digunakan sebagai kontrasepsi darurat dan tidak dapat digunakan jangka panjang.
  • Konsultasikan penggunaan obat Postinor dengan dokter sebelum menggunakannya.

Petunjuk Penyimpanan Postinor

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Postinor yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Postinor pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat Postinor di tempat kering dan tidak lembap.
  • Hindari obat Postinor dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Postinor dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Postinor

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Postinor. Beberapa efek samping yang mungkin timbul dari obat Postinor adalah sebagai berikut ini:

  • Mual
  • Muntah
  • Pendarahan uterus yang tidak teratur
  • Nyeri payudara
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kelelahan

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejela efek samping berat dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Postinor

Interaksi obat dapat terjadi ketika Postinor digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Postinor:

  • Ampisilin
  • Ripamfisin
  • Kloramfenikol
  • Neomisin
  • Sulfonamida
  • Tetrasiklin
  • Barbiturat
  • Fenilbutazon
  • Fenetoin
  • Griseofulvin
  • Karbamazepin
  • Primidon

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Postinor untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Postinor

Postinor termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Postinor:

  • Jangan gunakan obat Postinor pada pasien yang hipersensitif pada Postinor dan komponen lain yang terdapat dalam obat ini. Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat lain.
  • Gunakan obat Postinor pada rentang waktu yang disarankan yaitu 12 hingga 72 jam setelah intercourse.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita asma, gagal jantung, hipertensi, migrain, epilepsi, gangguan ginjal, diabetes mellitus, hiperlipidemia, depresi, thrombophlebitis, stroke, perokok, gangguan fungsi hati.
  • Segera hubungi dokter apabila reaksi seperti nyeri dada tajam, batuk berdarah, nafas pendek, nyeri pada betis, nyeri perut berat terjadi setelah penggunaan obat ini.
  • Jangan gunakan obat ini untuk penggunaan rutin. Salah satu bahaya Postinor dan Postinor 2 adalah dapat memengaruhi kesuburan jika dikonsumsi untuk jangka panjang.
  • Penggunaan pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau komplikasi pada kehamilan. Sebelum menggunakan obat ini pastikan belum terjadi pembuahan atau kehamilan.
  • Obat ini tidak selalu efektif untuk mencegah kehamilan. Gunakan alat kontrasepsi lainnya seperti IUD atau kondom dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi yang lebih efektif.

 

Sumber:

  1. LEVONORGESTREL – http://pionas.pom.go.id/monografi/levonorgestrel#