Terbit: 12 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat peninggi badan kian diminati karena dapat membantu menambah tinggi badan, khususnya bagi mereka yang bertubuh pendek. Benarkah mengonsumsi obat efektif meninggikan badan? Ketahui informasi selengkapnya di bawah ini! 

Obat Peninggi Badan, Apakah Aman dan Efektif?

Apakah Obat Peninggi Badan Ampuh? 

Memiliki badan yang tinggi bisa memberikan banyak keuntungan, misalnya menjadi lebih percaya diri. Bahkan, penelitian yang dilakukan di Edinburgh University, Skotlandia menghasilkan fakta bahwa orang tinggi cenderung memiliki IQ lebih tinggi, lebih bahagia, dan memiliki risiko lebih kecil untuk terkena masalah demensia.

Lantas, apakah benar jika obat peninggi berat badan bisa membantu kita menjadi lebih tinggi? Pakar kesehatan mengatakan jika mengonsumsi obat peninggi badan pada usia pertumbuhan, ada kemungkinan hal ini akan memberikan dampak, namun jika mengonsumsinya saat tubuh sudah berhenti tumbuh, kemungkinan besar tidak akan efektif.

Pakar kesehatan menyebut bahwa pertumbuhan akan berhenti pada akhir pubertas. Rata-rata masa pubertas kaum pria berakhir pada usia 20 tahun. Sementara pubertas kaum hawa berakhir pada usia 18 tahun.

Tahap akhir pertumbuhan seseorang terjadi pada epifisis atau pelat pertumbuhan yang berada pada ujung tulang panjang lengan dan kaki. Selama dan sebelum pubertas, epifisis lunak memungkinkan adanya tulang berambahan dan memacu pertumbuhan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Selama masa pubertas, epifisis akan mulai membeku dan menyatu sepenuhnya setelah pubertas. Setelah epifisis menyatu, tubuh tidak akan mengalami pertumbuhan lagi. Meskipun para produsen memproduksi suplemen yang bertujuan membalikkan proses ini. Namun, tidak ada bukti klinis yang memastikan bahwa suplemen atau obat peninggi badan di apotik ini efektif.

Mengetahui fakta ini, jika masih berada pada usia yang masih memungkinkan pertambahan tinggi badan, sebaiknya memperbaiki asupan makanan sehat dan rajin berolahraga. Memang, faktor genetik atau keturunan bisa memengaruhi tinggi badan, tetapi ada kemungkinan bisa membantu menambah tinggi badan jika menerapkan gaya hidup yang sehat.

Amankah Obat Peninggi Badan? 

Tidak sedikit produk peninggi badan dengan menggunakan banyak bahan yang mengklaim bisa membuat tubuh lebih tinggi. Namun, produk ini tidak melalui uji klinis. Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berbasis di Amerika tidak mengatur atau mengonfirmasi keakuratan pernyataan yang dibuat oleh produsen suplemen kesehatan.

Selain itu, beberapa bahan yang terdapat dalam suplemen peninggi badan tidak pernah menerima evaluasi menyeluruh yang memastikan keamanan dan pengaruh penggunaan jangka panjang dari bahan tersebut. Oleh karenanya, sebelum mengonsumsi obat peninggi badan terbaik sekalipun, sebaiknya baca komposisi pada kemasan produk dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan suplemen ini tidak membahayakan kesehatan Anda.

Baca Juga: 10 Jenis dan Gerakan Olahraga Peninggi Badan (Paling Cepat dan Efektif)

Hormon Pertumbuhan (HGH) untuk Menambah Tinggi Badan 

Human growth hormone (HGH) atau hormon pertumbuhan manusia adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh secara alami ketika masa pertumbuhan, tepatnya pada kelenjar pituitari yang terletak di otak. Namun, ketika usia paruh baya, kelenjar pituitari secara perlahan mengurangi produksi hormon pertumbuhan.

HGH adalah hormon yang penting untuk mendorong pertumbuhan masa kanak-kanak dan membantu memelihara jaringan dan organ. HGH juga berperan dalam banyak proses lain dalam tubuh, termasuk kepadatan tulang, massa otot, dan suasana hati (mood).

Hormon pertumbuhan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak bisa menyebabkan masalah pertumbuhan yang signifikan. HGH terlalu sedikit adalah salah satu penyebab utama tubuh pendek dan kondisi seperti dwarfisme (tubuh pendek karena genetik atau medis).

Hormon pertumbuhan bisa digunakan pada anak-anak yang mengalami pertumbuhan abnormal. Pengobatan ini harus berdasarkan resep dari dokter dan hanya efektif pada anak-anak yang belum mencapai pubertas.

Hormon HGH berfungsi untuk membantu tubuh memproduksi hormonnya sendiri. Meskipun, suplemen HGH diklaim membantu pertumbuhan. Namun, HGH tidak akan membuat tumbuh lebih tinggi setelah melewati masa pubertas.

Efek Samping HGH

Kebanyakan orang menerima perawatan HGH dengan baik dengan sedikit masalah. Adapun kemungkinan efek samping yang dapat terjadi, termasuk:

  • Nyeri otot.
  • Ketidaknyamanan sendi.
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.

Jika mengalami gejala ini atau masalah lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Mungkin dokter akan mengubah dosis jika perlu untuk membantu mengatasi gejala.

Sedangkan pengobatan HGH dapat menyebabkan sejumlah efek samping bagi orang dewasa yang sehat, meliputi:

  • Sindrom terowongan karpal.
  • Peningkatan resistensi insulin.
  • Diabetes tipe 2.
  • Pembengkakan pada lengan dan tungkai (edema).
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Pembesaran jaringan payudara pada pria (ginekomastia).
  • Meningkatnya risiko kanker tertentu.

Baca Juga: 8 Cara Meninggikan Badan untuk Usia 17 Tahun (Paling Efektif)

Cara Menambah Tinggi Badan yang Alami

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin menambah tinggi badan di usia pertumbuhan. Berikut ini caranya:

1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Makanan sehat dan bergizi bisa menjadi obat alami peninggi badan, terutama pertumbuhan tulang dengan maksimal. Makanan yang tinggi kandungan vitamin D dan kalsium bagus untuk pertumbuhan, termasuk ikan salmon, ikan tuna, dan sayuran.

2. Minum Susu

Susu juga tinggi kandungan vitamin D dan kalsium yang bisa membuat tulang menjadi semakin kuat dan tumbuh dengan maksimal. Selain itu, tubuh juga bisa menyerap kalsium dengan lebih maksimal. Tubuh pun tidak akan mudah terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis jika rutin mengonsumsinya.

3. Tidur yang Cukup

Tidur cukup setiap malam bisa membantu pertumbuhan tinggi badan dengan maksimal. Bagi anak-anak dengan usia kurang dari 13 tahun, sangatlah dianjurkan tidur selama 9-11 jam setiap malam. Sedangkan bagi remaja dengan usia 14-17 tahun, sebaiknya tidur 8-10 jam setiap hari. Sementara itu, usia 18 tahun ke atas setidaknya tidur selama 7-9 jam setiap malam.

4. Memperbaiki Postur Tubuh

Jika Anda melakukan aktivitas sehari-hari seperti duduk, berdiri, berjalan kaki, atau hal-hal lainnya dengan postur yang buruk seperti membungkuk, sebaiknya perbaiki postur tubuh dengan baik. Jika tidak, hal ini akan mengganggu proses pertumbuhan tinggi badan dan bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

5. Rajin Olahraga

Pakar kesehatan menyebut bahwa olahraga seperti berenang atau bersepeda bisa membantu pertumbuhan tinggi badan menjadi lebih maksimal jika melakukannya secara rutin.

Olahraga teratur juga dapat memperkuat otot dan tulang, membantu mempertahankan berat badan yang sehat, dan meningkatkan produksi HGH.

 

  1. Adams, Allison. 2019. The Truth About Grow Taller Supplements. https://healthfully.com/can-foods-make-you-grow-taller-4750342.html
  2. Higuera, Valencia. 2019. What do growth hormone injections do?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312905 (Diakses pada 12 April 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Human growth hormone (HGH): Does it slow aging?. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/healthy-aging/in-depth/growth-hormone/art-20045735?pg=2 (Diakses pada 12 April 2021)
  4. Silver, Natalie. 2019. How to Increase Your Height: Is There Anything I Can Do?. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-height (Diakses pada 12 April 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi