Terbit: 5 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Pefloxacin adalah obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Ketahui Pefloxacin obat apa, fungsi, aturan penggunaan, efek samping, dll.

Pefloxacin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Pefloxacin

Nama Obat Pefloxacin
Kandungan Obat Fluoroquinolones 
Kelas Obat Antibiotik 
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Obat
  • Hipersensitivitas terhadap quinolones
  • Anak <12 tahun
  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui
Sediaan Obat Tablet 
Harga Obat – 

Tanyakan pada apoteker Anda seputar harga Pefloxacin. Obat antibiotik ini juga tersedia dalam jenis obat generik Fluoroquinolones.

Pefloxacin Obat Apa?

Pefloxacin adalah obat antibiotik jenis fluoroquinolones untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab infeksi.

Umumnya, obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri rentan, cystitis akut tanpa komplikasi pada wanita, dan uretritis gonore pada pria. Antibiotik ini hanya dapat digunakan dengan resep dokter.

Merek Dagang Pefloxacin

Obat antibiotik golongan fluoroquinolones juga tersedia dalam merek dagang lain, seperti:

  • Dexaflox
  • Oxaflox
  • Ciprofloxacin
  • Gemifloxacin
  • Levofloxacin
  • Moxifloxacin
  • Ofloxacin

Obat antibiotik ini mungkin tersedia atau dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Fungsi Obat Pefloxacin

Antibiotik golongan fluoroquinolones digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dalam spektrum luas. Obat ini dapat digunakan untuk semua jenis infeksi bakteri, seperti:

  • Antraks
  • Cystitis akut (radang kandung kemih)
  • Uretritis gonore (infeksi uretra)
  • Infeksi bakteri rentan
  • Infeksi bakteri resisten yang sulit diobati

Obat antibakteri fluoroquinolones memang dapat digunakan untuk berbagai infeksi bakteri, namun sebaiknya baru digunakan bila pilihan antibiotik lain tidak bekerja dengan baik. Bila masih ada pilihan antibiotik lain, maka fluoroquinolones tidak boleh digunakan.

Peringatan Obat Pefloxacin

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat fluoroquinolones ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan fluoroquinolones atau golongan quinolones.
  • Obat antibiotik ini termasuk obat keras, maka baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat.
  • Obat antibiotik ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau ibu menyusui.
  • Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini bila Anda sedang berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Antibiotik ini hanya dapat digunakan untuk pasien di atas usia 12 tahun.

Berdasarkan peringatan dari Food and Drug Administration (FDA), sebaiknya tidak menggunakan obat fluoroquinolones untuk mengatasi infeksi bakteri:

  • Sinusitis akut
  • Bronkitis akut
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi

Obat ini memiliki efek samping serius bila digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dalam sinusitis, bronkitis, dan infeksi saluran kemih.

Bila digunakan dalam kondisi tersebut, fluoroquinolones akan memicu efek samping seperti kerusakan tendon, saraf, otot, hingga sistem saraf pusat. Maka dari itu, obat ini selalu dijadikan pilihan terakhir dalam pengobatan infeksi bakteri.

Interaksi Obat Pefloxacin

Interaksi obat adalah reaksi yang terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Semua kandungan obat yang berbeda itu mungkin melemahkan atau menguatkan salah satu fungsi obat, sehingga efek samping mungkin terjadi.

Maka dari itu, jangan menggunakan obat fluoroquinolones ini dengan obat lain, seperti:

  • Antasida
  • Pirenzepine
  • Sukralfat
  • Vinkristin
  • Simetidin
  • Probenesid
  • Siklosporin
  • Foscarnet
  • Piroxicam
  • Hipoglikemia
  • Glimepiride
  • Quercetin
  • Obat antiinflamasi non steroid (OAINS)

Disarankan untuk tidak menggunakan dua obat apapun secara bersamaan tanpa resep dokter, termasuk suplemen, obat topikal, vitamin, atau obat herbal lainnya untuk mengurangi risiko interaksi obat.

Efek Samping Pefloxacin

Berdasarkan laporan dari Food and Drug Administration (FDA), berikut ini efek samping obat fluoroquinolones:

  • Sensasi kesemutan
  • Nyeri tubuh
  • Penurunan kadar gula darah
  • Kecemasan
  • Aorta pecah
  • Tendon pecah
  • Gangguan kesehatan mental
  • Pikiran ingin bunuh diri

Berdasarkan laporan, sebagian besar pasien mengalami efek samping setelah minum obat dosis pertama atau kedua. Pasien juga melaporkan efek samping lain yang mereka rasakan, termasuk:

  • Lemah
  • Kelelahan
  • Sensasi terbakar
  • Nyeri jangka panjang
  • Mati rasa
  • Gangguan pada tendon
  • Masalah otot dan persendian
  • Pembengkakan
  • Kerusakan saraf

Efek samping tersebut dapat berlangsung lebih dari setahun. Maka dari itu, obat ini jarang digunakan kecuali tidak ada pilihan obat antibiotik lainnya.

Dosis Obat Pefloxacin

Berikut ini dosis obat fluoroquinolones untuk mengatasi infeksi bakteri secara umum:

  • Infeksi bakteri rentan, dosis 400 mg per hari.
  • Cystitis akut, 800 mg sebagai dosis tunggal.
  • Uretritis gonore, 800 mg sebagai dosis tunggal.

Informasi ini tidak menggantikan resep dokter. Setiap pasien memiliki dosis berbeda tergantung pada tingkat keparahan gejala, usia, kondisi kulit, dan riwayat medis lainnya.

Baca Juga: 7 Jenis Antibiotik dan Manfaatnya untuk Pengobatan

Cara Pakai Pefloxacin

Berikut ini cara pakai obat fluoroquinolones:

  • Baca aturan pakai sebelum minum obat fluoroquinolones ini atau sesuai dengan resep dokter.
  • Minum obat fluoroquinolones ini sesuai dengan dosis dan jadwal yang ditentukan dokter.
  • Obat diminum sesudah makan.
  • Bila Anda lupa minum obat, segera minum setelah Anda mengingatnya.
  • Jangan menggunakan dua dosis sekaligus.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat antibiotik fluoroquinolones ini. Gunakan obat fluoroquinolones sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping serius.

Petunjuk Penyimpanan Pefloxacin

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang tepat, berikut ini:

  • Simpan obat-obatan pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat fluoroquinolones di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat fluoroquinolones pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat fluoroquinolones dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang sisa obat apapun sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang Pefloxacin obat apa. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Informasi kesehatan ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. BPharm, C. Fookes. 2018. Quinolones. https://www.drugs.com/drug-class/quinolones.html. (Diakses pada 5 September 2020).
  2. MIMS. 2020. Pefloxacin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pefloxacin?mtype=generic. (Diakses pada 5 September 2020).
  3. WebMD. 2020. Q&A fluoroquinolones. https://www.webmd.com/cold-and-flu/qa/what-are-the-risks-of-fluoroquinolones-and-when-are-they-not-worth-the-benefit. (Diakses pada 5 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi