Terbit: 7 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hidung tersumbat dapat diatasi dengan obat dekongestan, salah satunya Oxymetazoline. Ketahui lebih lanjut mengenai obat Oxymetazoline mulai dari kegunaan (indikasi), dosis, efek samping, hingga petunjuk penggunaannya berikut ini!

Oxymetazoline: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Oxymetazoline

Nama obat Oxymetazoline
Golongan obat Dekongestan
Kategori obat Obat bebas terbatas
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA
Fungsi obat Mengatasi hidung mampet yang disebabkan oleh:

  • Flu
  • Alergi
  • Sinusitis
Kontraindikasi obat Penggunaan obat tidak disarankan apabila mengalami atau memiliki kondisi seperti:

  • Peradangan mukosa hidung
  • Phaechromocytoma
  • Hipofisektomi transphenoidal
Dosis obat
  • Dewasa: 0,05% atau 1-2 kali semprot per hari. Pemakaian maksimal 3 hari
  • Anak-anak (usia 6 tahun ke atas): dosis sama seperti dosis orang dewasa
Sediaan obat Cairan semprot

 

Oxymetazoline Obat Apa?

Oxymetazoline obat apa? Oxymetazoline adalah obat dalam bentuk cairan semprot yang masuk ke dalam golongan obat dekongestan. Sebagai obat dekongestan, obat ini diformulasikan khusus untuk mengatasi gejala hidung tersumbat. Hidung tersumbat disebabkan oleh pembuluh darah yang mengalami pelebaran. Untuk itu, obat ini bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah tersebut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Selain dalam bentuk semprot, obat ini juga tersedia dalam bentuk krim (topikal). Oxymetazoline topikal digunakan untuk mengatasi ruam kulit akibat  rosacea. Artikel ini akan berfokus pada obat dalam bentuk cairan semprot.

Merek Dagang Obat Oxymetazoline

Obat ini tersedia dalam berbagai merek dagang, yaitu:

  • Oxymetazoline (generik)
  • Iliadin
  • Afrin
  • Inza Nasal

Fungsi Obat Oxymetazoline

Fungsi obat Oxymetazoline adalah untuk membantu mengatasi hidung tersumbat (kongesti nasal) yang disebabkan oleh sejumlah kondisi, yaitu:

  • Flu
  • Alergi
  • Sinusitis

Pastikan untuk menggunakan obat Oxymetazoline sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai berisiko memunculkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Oxymetazoline

Dalam menggunakan obat ini, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya berikut!

1. Kontraindikasi Obat Oxymetazoline

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan obat
  • Peradangan mukosa hidung
  • Phaechromocytoma
  • Riwayat ipofisektomi transphenoidal

Sementara itu, penggunaan obat harus atas izin dokter apabila Anda mengalami atau memiliki kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penyakit pembuluh darah okuler
  • Angina
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan fungsi jantung
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Obstruksi genital
  • Hipertrofi prostat
  • Tromboangitis obliterans
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati (liver)
  • Hamil dan menyusui
  • Anak-anak

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Oxymetazoline Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Jangan mengonsumsi obat apabila hendak berkendara karena obat dapat menyebabkan kantuk
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti peningkatan tekanan darah, sakit kepala, jantung berdebar, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.
  • Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini apabila sedang hamil dan menyusui.

Apakah Obat Oxymetazoline Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Hingga saat ini, belum ada penelitian spesifik mengenai dampak penggunaan obat Oxymetazoline ini terhadap ibu hamil dan menyusui. Oleh sebab itu, wanita hamil dan menyusui yang hendak menggunakan obat ini sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Interaksi Obat Oxymetazoline

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)
  • Bromocriptine
  • Glikosida
  • Psikostimulan
  • Ergotamine
  • Methysergide
  • Adrenergik
  • Methyldopa

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Oleh sebab itu, sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi apabila ditemukan potensi interaksi.

Efek Samping Obat Oxymetazoline

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping, kendati terbilang jarang terjadi. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan volume mukosa hidung
  • Penglihatan kabur
  • Jantung berdebar-debar
  • Cemas
  • Gangguan tidur
  • Tubuh melemah

Gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Kendati demikian, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Oxymetazoline

Melihat dari peruntukannya, Oxymetazoline masuk ke dalam kategori obat bebas terbatas. Itu artinya, penggunaan obat ini bisa tanpa resep dokter. Namun, sebaiknya tanyakan detail penggunaan obat kepada apoteker saat hendak membeli obat ini.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Oxymetazoline Tersedia?

Oxymetazoline tersedia dalam bentuk botol isi cairan semprot. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan.

2. Dosis Obat Oxymetazoline

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat Oxymetazoline:

  • Dewasa: 0,05% atau 1-2 kali semprot per hari. Pemakaian maksimal 3 hari
  • Anak-anak (usia 6 tahun ke atas): dosis sama seperti dosis orang dewasa

3. Bagaimana Dosis Obat Oxymetazoline untuk Anak-anak?

Obat ini dapat digunakan oleh oleh anak-anak. Akan tetapi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apabila hendak menggunakan obat untuk mengatasi hidung tersumbat pada anak.

Cara Pemakaian Obat Oxymetazoline

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis dan sebagainya.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk mengikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan obat. Jika bingung, jangan ragu untuk bertanya pada apoteker seputar pemakaian obat yang benar.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas atau sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh  setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup
  • Jika dalam kurun waktu beberapa hari (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Oxymetazoline

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20 – 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Oxymetazoline . https://www.mims.com/malaysia/drug/info/oxymetazoline?mtype=generic (Diakses pada 7 Juni 2020)
  2. Oxymetazoline Nasal Spray . https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a608026.html (Diakses pada 7 Juni 2020)
  3. Oxymetazoline-Menthol Spray, Non-Aerosol. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-20236/oxymetazoline-menthol-nasal/details (Diakses pada 7 Juni 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi