Terbit: 8 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Opizolam adalah obat yang masuk ke dalam golongan ansiolitik. Sebagai obat golongan ansiolitik, apa fungsi dari Opizolam? Berikut adalah informasi lengkap mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, dosis, hingga yang petunjuk penggunaannya.

Opizolam: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Opizolam

Nama obat Opizolam
Golongan obat Benzodiazepine (Ansiolitik)
Kategori obat Obat keras
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA D
Fungsi obat
  • Mengatasi gangguan kecemasan
  • Mengatasi serangan panik
Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Myasthenia gravis
  • Gangguan pernapasan kronis
  • Sleep apnea
  • Gangguan fungsi hati (liver)
Dosis obat Gangguan kecemasan:

  • Dewasa: 250-500 mcg/hari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari. Dosis maksimal 3-4 mg/hari.
  • Lanjut usia: Dosis awal 250 mcg, diminum 2-3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai petunjuk dokter.

Serangan panik:

  • Dewasa: Dosis awal 0,5 mg, diminum 3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari sesuai petunjuk dokter. Dosis maksimal 10 mg.
  • Lanjut usia: Dosis awal 250 mcg, diminum 2-3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai petunjuk dokter
Sediaan obat Tablet

 

Opizolam Obat Apa?

Opizolam obat apa? Opizolam adalah obat golongan ansiolitik jenis benzodiazepine. Obat produksi Otto  Pharmaceutical Industry ini mengandung bahan aktif alprazolam yang diformulasikan untuk menangani gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan serangan panik (panic attack).

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Sebagai obat ansiolitik, Opizolam memiliki mekanisme kerja yakni merangsang aktivitas neurotransmitter bernama gamma-Aminobutyric acid (GABA). Mekanisme seperti ini lantas akan menghasilkan efek hipnosis, antikonvulsan, dan relaksasi otot sehingga rasa cemas dan panik hilang.

Obat ini juga kerap digunakan untuk mengatasi gangguan tidur atau insomnia. Efektivitas obat dalam mengatasi masalah-masalah tersebut sifatnya jangka pendek. Obat tidak boleh digunakan dalam jangka panjang, pun tanpa resep dokter karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Fungsi Obat Opizolam

Opizolam adalah obat yang fungsinya adalah untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan berkaitan dengan psikologis, yaitu:

  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik
  • Gangguan tidur (insomnia)

Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau menimbulkan ketergantungan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Peringatan dan Perhatian Obat Opizolam

Dalam menggunakan obat Opizolam, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Opizolam

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Myasthenia gravis
  • Gangguan pernapasan kronis
  • Sleep apnea
  • Gangguan fungsi hati (liver)

Tanyakan terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

Selain itu, penggunaan obat juga harus mendapat perhatian khusus apabila Anda mengalami salah satu kondisi berikut ini:

  • Depresi
  • Kecenderungan bunuh diri
  • Gangguan kepribadian
  • Riwayat penggunaan narkotika dan alkohol
  • Lanjut usia
  • Hamil dan menyusui

2. Peringatan dan Perhatian Obat Opizolam Lainnya

Peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti nyeri dada, sakit kepala, dan gejala efek samping lainnya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Opizolam Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori D untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui.

Kategori D merujuk pada jenis obat-obatan yang berdasarkan penelitian terbukti berisiko terhadap janin. Akan tetapi dalam kondisi darurat, obat ini mungkin bisa saja digunakan. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengonsumsi obat HANYA jika sudah mendapat persetujuan dari dokter.

Interaksi Obat Opizolam

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Aspirin
  • Cetirizine
  • Citalopram
  • Duloxetine
  • Fluoxetine
  • Gabapentin
  • Ibuprofen
  • Lorazepam
  • Pregabalin
  • Metoprolol
  • Esomeprazole
  • Tramadol
  • Zolpidem

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Opizolam

Obat Opizolam dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Sembelit
  • Mulut kering
  • Mual
  • Muntah
  • Peningkatan produksi liur
  • Nyeri dada
  • Palpitasi jantung
  • Otot melemah
  • Tremor
  • Gangguan keseimbangan
  • Tekanan darah rendah
  • Reaksi alergi

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Opizolam

Opizolam masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat harus dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Opizolam Tersedia?

Opizolam tersedia dalam bentuk tablet oral dengan sejumlah takaran dosis. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat apabila telah mendapat rekomendari dari dokter.

2. Dosis Obat Opizolam

Informasi dosis di bawah ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diberikan dokter Anda bisa saja berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan. Pastikan untuk tetap mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan oleh dokter.

Berikut adalah dosis umum untuk obat ini:

 Gangguan kecemasan:

  • Dewasa: 250-500 mcg/hari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari. Dosis maksimal 3-4 mg/hari.
  • Lanjut usia: Dosis awal 250 mcg, diminum 2-3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai petunjuk dokter.

Serangan panik:

  • Dewasa: Dosis awal 0,5 mg, diminum 3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari sesuai petunjuk dokter. Dosis maksimal 10 mg.
  • Lanjut usia: Dosis awal 250 mcg, diminum 2-3 kali per hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai petunjuk dokter.

Cara Pemakaian Obat Opizolam

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Opizolam yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Opizolam

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20-25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Alprazolam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alprazolam?mtype=generic (Diakses pada 8 Agustus 2020)
  2. Alprazolam Oral. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8171-7244/alprazolam-oral/alprazolam-oral/details (Diakses pada 8 Agustus 2020)
  3. Alprazolam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alprazolam?mtype=generic (Diakses pada 8 Agustus 2020)
  4. Alprazolam Drug Interactions. https://www.drugs.com/drug-interactions/alprazolam.html (Diakses pada 8 Agustus 2020)
  5. Opizolam. http://pionas.pom.go.id/monografi/mebidrolin-napadisilat (Diakses pada 8 Agustus 2020)
  6. Opizolam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/opizolam?type=basic&lang=id (Diakses pada 8 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi