Terbit: 11 Februari 2020 | Diperbarui: 13 Mei 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ofloxacin adalah antibiotik jenis fluorokuinolon. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri tertentu. Obat ini hanya digunakan apabila tidak ada pilihan antibiotik lain yang lebih aman. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Ofloxacin: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Ofloxacin

Nama Obat Ofloxacin
Kelas Terapi Obat Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Kapsul, tablet, cairan injeksi, tetes telinga
Merek Dagang Akilen, Berkapin, Betafloxe, Curadex, Danoflox, Ethiflox, Flotavid, Floxa, Floxan, Floxinaf, Liflox, Mefoxa, Nilavid, Nufafloqo, Ofloksasin, Ostrid, Pharflox, Poncoquin, Qipro, Rilox, Samflox, Tariflox, Tarivid, Tarivid, Tarivid Otic, Triflox, Ximex Koniflox, Zelavel, Zyflox

Ofloxacin Obat Apa?

Ofloxacin adalah obat dari golongan obat antibiotik fluorokuinolon. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri. Obat ini adalah obat antibiotik sehingga hanya dapat melawan infeksi bakteri dan tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur atau virus.

Manfaat Ofloxacin

Secara umum kegunaan Ofloxacin adalah untuk mengatasi infeksi bakteri. Berikut adalah berbagai kondisi yang biasanya dapat diatasi dengan menggunakan Ofloxacin:

  • Infeksi saluran kemih
  • Prostatitis akut
  • Infeksi saluran pernapasan bawah
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Klamidia
  • Penyakit radang panggul
  • Konjungtivitis
  • Otitis eksterna
  • Otitis media

Dosis Ofloxacin

Ofloxacin hadir dalam sediaan kapsul, tablet, cairan injeksi, tetes mata, hingga obat tetes telinga. Berikut adalah dosis  yang disarankan berdasarkan penyakit yang diatasi:

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak: Dosis untuk dewasa adalah 400 mg, diberikan melalui infus selama minimal 1 jam. Sediaan oral dosisnya 400 mg per hari, diberikan selama 5-10 hari.
  • Infeksi saluran kemih terkomplikasi: Dosis untuk dewasa adalah 200 mg setiap hari dengan infus paling tidak 30 menit. Dosis maksimalnya adalah 400 mg, diberikan melalui infus selama minimal 1 jam.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah: Dosis untuk dewasa adalah 200 mg, diberikan melalui infus selama minimal 30 menit. Dosis maksimalnya adalah 400 mg, diberikan melalui infus selama minimal 1 jam.
  • Konjungtivitis: Dosisnya adalah 1-2 tetes mata pada mata yang sakit setiap 2-4 jam sekali pada 2 hari pertama, selanjutnya 4 kali sehari. Durasi maksimum 10 hari.
  • Infeksi genital karena klamidia tanpa komplikasi: Dosis untuk dewasa adalah 400 mg setiap hari, diberikan melalui oral dalam dosis tunggal atau terbagi selama 7 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah: Dosis untuk dewasa adalah 400 mg melalui oral setiap hari, lebih disarankan diberikan di pagi hari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.
  • Penyakit radang panggul: Dosis untuk dewasa adalah 400 mg melalui oral, diberikan selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih: Dosis untuk dewasa adalah 200-400 mg diberikan melalui oral. setiap hari, lebih disarankan di pagi hari.
  • Prostatitis akut dan kronis: Dosis untuk dewasa adalah 200 mg per hari melalui oral, diberikan selama 28 hari.
  • Otitis media akut: Dosis untuk anak usia 1-12 tahun adalah 5 tetes per hari obat tetes telinga, diberikan selama 10 hari.
  • Otitis eksterna: Dosis untuk dewasa adalah 10 tetes per hari obat tetes telinga, diberikan selama 7 hari. Dosis untuk anak usia 6 bulan hingga 13 tahun adalah 5 tetes dengan aturan pemberian yang sama.
  • Otitis media: Dosis untuk dewasa adalah 10 tetes per hari obat tetes telinga, diberikan selama 14 hari.

Petunjuk Penggunaan Ofloxacin

Penggunaan obat ini sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Ofloxacin:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Gunakan obat ini sesuai dengan sediaannya.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
  • Apabila dosis terlewat, segera konsumsi obat ini saat ingat atau ambil dosis selanjutnya apabila waktunya sudah terlalu dekat dengan dosis selanjutnya.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Obat ini adalah antibiotik sehingga semua obat yang telah diresepkan harus dihabiskan meskipun gejala sudah membaik. Jangan hentikan penggunaan obat tanpa izin dari dokter.

Petunjuk Penyimpanan Ofloxacin

Simpan obat Ofloxacin sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 25-30°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Ofloxacin

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Ofloxacin. Berikut adalah berbagai efek samping Ofloxacin yang mungkin timbul:

  • Mual
  • Muntah
  • Ketidaknyamanan perut
  • Diare
  • Perut kembung
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Pusing
  • Ruam
  • Keputihan
  • Leukopenia
  • Anemia
  • Ketidaknyamanan dan iritasi mata
  • Batuk
  • Reaksi alergi

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan antibiotik dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Ofloxacin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Amisulpride
  • Bepridil
  • Cisapride
  • Dronedarone
  • Mesoridazine
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Saquinavir
  • Sparfloxacin
  • Terfenadine
  • Thioridazine
  • Ziprasidone

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Ofloxacin masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Ofloxacin untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Ofloxacin

Ofloxacin termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat ini:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Ofloxacin dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati dan riwayat gangguan psikiatrik.
  • Obat ini tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang.
  • Obat ini dapat menurunkan kewaspadaan, tidak disarankan untuk berkendara atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini.

 

 

  1. Anonim. Ofloxacin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ofloxacin?mtype=generic. (Diakses 11 Oktober 2019).
  2. Anonim. 2019. Ofloxacin (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ofloxacin-oral-route/description/drg-20072196. (Diakses 11 Oktober 2019).
  3. Multum, Cerner. 2019. Ofloxacin. https://www.drugs.com/mtm/ofloxacin.html. (Diakses 11 Oktober 2019).
  4. PIONAS BPOM. OFLOKSASIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/ofloksasin. (Diakses 11 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi