Terbit: 19 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apakah ada obat obesitas untuk menurunkan berat badan? Obesitas adalah istilah medis untuk kelebihan berat badan. Obesitas dapat terjadi karena berbagai faktor seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, gaya hidup tidak seimbang, faktor genetik, dll. Bila tidak ditangani, obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit. Ketahui cara mengobati obesitas, dan informasi lainnya melalui artikel ini.

9 Obat Obesitas Paling Efektif (Medis dan Alami)

Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah penyakit yang ditandai dengan kelebihan lemak dan berat badan di tubuh. Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, pola makan dan gaya hidup yang tidak diatur, kondisi kesehatan tertentu, dan kurang berolahraga.

Kelebihan berat badan ini bukan hanya mengganggu penampilan, namun juga meningkatkan risiko penyakit lain terkait masalah medis serius seperti jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga jenis kanker tertentu.

Seorang penderita obesitas dapat memperbaiki kesehatannya menuju berat badan ideal dengan merubah pola hidup, pola makan, mulai berolahraga, atau melakukan prosedur penurunan berat badan lainnya dengan komitmen kuat menurunkan berat badan demi kesehatan.

Obat Obesitas Paling Efektif

Penderita obesitas disarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur dan memulai program pola makan sehat dengan membatasi asupan kalori sesuai dengan kadar yang direkomendasikan.

Program menurunkan berat badan ini memerlukan waktu, komitmen, dan usaha yang kuat. Berikut ini adalah cara mengobati obesitas, yaitu:

1. Perubahan Pola Makan

Penderita obesitas harus mulai mengatur pola makan dengan memilih menu makanan sehat seperti buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, protein tanpa lemak. Tidak hanya itu, sangat penting untuk menghindari makanan dan minuman manis, makanan olahan, goreng-gorengan, serta makanan berlemak lainnya.

Anda juga perlu mengatur porsi dan jadwal makan Anda secara teratur. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk meminta bantuan seputar obat obesitas dan jenis diet apa yang cocok dan aman untuk kondisi kesehatan Anda.

2. Menghitung Kalori Harian

Penyebab obesitas adalah lemak yang menumpuk akibat konsumsi makanan berkalori yang melebihi dari jumlah asupan kalori harian yang direkomendasikan, yaitu wanita 2000 kalori dan pria 2500 kalori. Penumpukan kalori dalam jangka panjang akan menyebabkan penimbunan lemak dan menambah berat badan.

Cara diet paling efektif adalah dengan menghitung jumlah kalori harian yang Anda konsumsi. Batasi jumlah asupan kalori Anda seperti dalam jenis makanan seperti nasi, roti, pasta, dll. Pastikan kalori yang Anda bakar lebih banyak dari jumlah kalori yang Anda makan.

3. Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat adalah aturan pola makan yang membatasi asupan karbohidrat 20 hingga 50 gram per hari dan memakan lebih banyak protein. Diet ini terbukti efektif dalam membakar lebih banyak kalori selama proses pencernaan.

Pilihan makanan seperti ini juga menghasilkan lebih banyak energi serta membuat Anda kenyang lebih lama. Berdasarkan penelitian, diet rendah karbohidrat lebih efektif untuk menurunkan berat badan daripada jenis diet lainnya.

4. Pola Makan Nabati

Anda mungkin harus menekan keinginan untuk makan daging-dagingan dan beralih ke jenis makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian demi keberhasilan program penurunan berat badan.

Anda juga harus menghindari susu tinggi kalori, makanan olahan, atau junk food karena itu semua adalah sumber lemak. Konsumsi makanan vegan juga mengurangi risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan penelitian, penderita obesitas yang mulai makan makanan vegan memiliki hasil signifikan dalam menurunkan berat badan, mengurangi massa lemak, dan penanda resistensi insulin.

5. Puasa Intermiten

Puasa intermiten adalah metode diet dengan mengatur periode puasa dan makan untuk mengatur asupan kalori harian. Saat Anda berpuasa, kadar insulin menurun dan pertumbuhan hormon meningkat. Ini juga metode efektif untuk mengatasi lemak dan membangun otot di saat yang sama.

Berdasarkan penelitian, puasa intermiten dapat menurunkan berat badan sekitar 4-8%. Berikut ini adalah aturan puasa intermiten, yaitu:

  • Puasa Bergantian (Diet 5-2): Anda boleh makan secara normal selama 5 hari dan membatasi kalori sekitar 500-600 kalori dalam 2 hari.
  • Metode 16/8: Cara mengatur jadwal makan dimana Anda berpuasa selama 16 jam dan dapat makan dengan normal selama 8 jam di antara jam 12 siang hingga jam 8 malam.
  • Makan-Berhenti-Makan: Metode puasa 24 jam yang dilakukan satu atau dua kali seminggu. Misalnya, apabila Anda makan jam 8 pagi hari ini makan Anda baru boleh makan lagi setelah 24 jam atau di jam 8 pagi esok hari.

Anda mungkin harus meminta saran ahli gizi sebelum memutuskan menggunakan metode diet dengan puasa intermiten, serta berkonsultasi tentang menu makanan apa yang cocok untuk berbuka puasa dalam metode ini.

6. Perubahan Gaya Hidup

Selain mengatur pola makan, penderita obesitas juga wajib melakukan perubahan gaya hidup untuk mendukung keberhasilan pengobatan obesitas.

Berikut ini adalah cara mengobati obesitas dengan menciptakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Ganti camilan dengan buah-buahan.
  • Siapkan alternatif menu enak dari sayuran dan makanan sehat lainnya.
  • Penuhi kebutuhan serat harian.
  • Penuhi kebutuhan mineral Anda setiap hari.
  • Hindari makanan dan minuman manis dan bersoda.
  • Gunakan piring yang lebih kecil untuk mengatur porsi makan Anda.
  • Siapkan menu sarapan sehat dengan menu makanan tinggi protein seperti telur dan sayur.
  • Baca label makanan dan hitung kandungan nutrisinya.
  • Mengunyah makanan perlahan-lahan.
  • Perbanyak jalan kaki dan aktivitas fisik lainnya.
  • Jauhkan diri Anda dari promosi makanan atau restoran cepat saji.
  • Pilih naik tangga daripada lift.
  • Pastikan Anda cukup tidur.
  • Mengelola tingkat stres Anda.

Beberapa perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membawa perubahan besar pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Penting juga untuk menanamkan tekad dan komitmen Anda untuk program penurunan berat badan agar berhasil.

7. Olahraga Secara Teratur

Penderita obesitas dianjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu dan meningkatkan intensitas latihan seiring peningkatan kebugaran tubuh. Ini dibutuhkan untuk tidak menambah berat badan serta menjaga agar program diet berjalan lancar.

Dalam beberapa kondisi, orang dengan obesitas mungkin perlu melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 300 menit namun Anda mungkin harus melakukannya pelan-pelan mulai dari sekitar 30 menit per hari dengan latihan kardio.

Berikut ini adalah rekomendasi pilihan latihan kardio untuk menurunkan berat badan, yaitu:

  • Jogging
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Mendaki
  • Lompat tali

Pada intinya, orang dengan obesitas harus banyak bergerak untuk membakar kalori. Anda dapat melakukannya dengan cara sederhana seperti melakukan peregangan setelah bangun tidur, menggunakan transportasi umum, atau menggunakan alat pendukung untuk mencapai 10.000 langkah setiap hari

Baca Juga: 8 Olahraga untuk Orang Sibuk (Simpel dan Efektif)

8. Obat Obesitas dengan Resep

Perubahan pola makan dan pola hidup masih menjadi pengobatan diabetes yang paling dianjurkan. Obat obesitas tidak dapat digunakan oleh semua penderita obesitas. Dokter hanya akan memberikan resep obat obesitas apabila Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Apabila berat badan seseorang memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi penyakit lain dan membahayakan kesehatan.
  • Apabila program diet, olahraga, dan perubahan pola hidup yang telah dilakukan dalam jangka panjang tidak menghasilkan penurunan berat badan.

Berdasarkan National Institutes of Health, penderita obesitas harus menggunakan obat obesitas bersamaan dengan diet rendah kalori. Selain itu, obat untuk penurunan diabetes juga membawa efek samping yang keras.

Resep obat yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk menurunkan berat badan adalah:

  • Orlistat
  • Bupropion dan naltrexone
  • Liraglutide
  • Phentermin

Food and Drug Administration (FDA) pada Februari 2020 menarik obat obesitas lorcaserin dari pasar Amerika karena banyaknya kasus kanker akibat pemakaian obat ini.

9. Prosedur Operasi

Operasi penurunan berat badan disebut juga dengan operasi bariatrik atau gastric bypass. Operasi ini hanya dapat dilakukan apabila penderita obesitas mengalami kondisi, berikut ini:

  • Indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) 40 atau lebih.
  • BMI 35-39,9 dengan masalah kesehatan berat terkait serius.
  • Komitmen untuk diet khusus sebelum dan sesudah operasi.

Selama operasi bariatrik, dokter bedah akan memotong bagian atas perut dan menutupnya agar kantong perut menjadi kecil. Kantong perut ini hanya dapat menampung sekitar satu ons makanan. Prosedur operasi hanya dapat dilakukan apabila pengobatan obesitas lainnya tidak berhasil dan berpotensi mengancam jiwa.

Cara mengobati obesitas tidak dapat dilakukan dengan waktu dan cara yang mudah. Orang dengan obesitas harus memiliki komitmen untuk melakukan perubahan pola makan, pola hidup, serta mulai aktivitas fisik setiap hari.

 

  1. Brazier, Yvette. 2018. What are the treatments for obesity?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323691. (Diakses pada 19 Februari 2020).
  2. Cafasso, Jacquelyn. 2019. Treatments to Manage Obesity: What Works and What Doesn’t?. https://www.healthline.com/health/obesity/treatments-to-manage-obesity. (Diakses pada 19 Februari 2020).
  3. NHS. 2019. Treatment Obesity. https://www.nhs.uk/conditions/obesity/treatment/. (Diakses pada 19 Februari 2020).
  4. MayoClinic. 2020. Obesity. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/diagnosis-treatment/drc-20375749. (Diakses pada 19 Februari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi