Terbit: 9 Agustus 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obat nyeri sendi tersedia dalam berbagai sedian yang efektif untuk meredakan yang gejala ringan hingga parah. Obat-obatan ini tersedia di apotek yang bisa Anda dapatkan dengan atau tanpa resep dari dokter. Selengkapnya simak daftar obat-obatan untuk meredakan nyeri di bawah ini!

13 Obat Nyeri Sendi di Apotek yang Efektif untuk Meredakan Gejala

Apa Itu Nyeri Sendi?

Nyeri sendi adalah ketidaknyamanan sendi dan biasanya terasa di tangan, kaki, pinggul, lutut, atau tulang belakang. Kondisi ini dapat terjadi akibat radang sendi, cedera, infeksi sendi, postur tubuh yang buruk, atau lama tidak aktif.

Nyeri sendi memengaruhi fungsi sendi, dan kesulitan melakukan aktivitas dasar, atau memengaruhi kualitas hidup. Perawatannya tidak hanya pada rasa sakit tetapi juga pada aktivitas dan fungsi yang terkena. Ada pilihan obat-obatan yang tidak menyembuhkan tetapi hanya mampu meredakan nyeri sendi.

Daftar Obat Nyeri Sendi di Apotik

Jika mengalami nyeri sendi dan tidak tahu apa penyebabnya, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui pemicunya. Terkadang kondisi yang terasa seperti nyeri sendi sebenarnya akibat kondisi yang tidak terkait dengan sendi, seperti ketegangan otot atau patah tulang. Oleh karena itu, penting mendapatkan diagnosis sebelum menggunakan obat bebas (over the counter) atau obat resep dari dokter.

Berikut ini pilihan obat nyeri sendi:

1. Aspirin

Aspirin adalah golongan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) yang dapat mengobati rasa sakit, dan mengurangi demam atau peradangan. Obat ini bekerja dengan mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan demam. Ini juga dapat mengobati gejala osteoarthritis untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga obat golongan OAINS yang tersedia dengan atau tanpa resep dokter. Menggunakan ibuprofen jangka panjang tidak dianjurkan karena berisiko pendarahan perut dan serangan jantung.

Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan untuk mengambil dosis terendah yang sesuai untuk pasien dan hanya mengonsumsinya sampai 10 hari, serta tidak boleh mengonsumsinya lebih dari 10 hari kecuali jika dokter menganjurkan.

3. Naproxen dan Naproxen Sodium

Kedua obat ini digunakan untuk mengobati nyeri dan peradangan, termasuk untuk Osteoarthritis. Naproxen hanya bisa Anda gunakan berdasarkan resep dari dokter. Sedangkan naproxen sodium tersedia tanpa resep dokter, dan dosis lebih tinggi tersedia dengan resep.

Seperti obat-obatan lainnya, kedua obat nyeri sendi ini memiliki beberapa efek samping, termasuk maag, mual, sakit perut, diare, pusing, sakit kepala, dan kantuk.

4. Diklofenak dan Diklofenak-Misoprostol

Diclofenac atau diklofenak adalah obat golongan OAINS yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, dan membantu meredakan gejala radang sendi (osteoartritis atau radang sendi), seperti nyeri sendi, peradangan, pembengkakan, dan kekakuan.

Kedua obat ini tersedia dalam bentuk oral dan topikal. Obat oral tersedia dengan resep dokter, sedangkan obat topikal tersedia tanpa resep. Diklofenak dapat menyebabkan efek samping seperti sakit perut, mual, dan diare.

5. Capsaicin/Zostrix

Krim kulit topikal dengan OINS adalah pilihan lain, seperti krim kulit zostrix (capsaicin/menthol), yang mengandung capsaicin. Capsaicin merupakan zat aktif dalam cabai yang menimbulkan rasa pedas dan panas. Obat nyeri sendi ini bekerja dengan cara menghambat sinyal atau rangsangan nyeri pada saraf, yang pada akhirnya mengurangi sensasi nyeri.

Berkat sifat antinyeri, zat ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri sendi (untuk penderita radang sendi), nyeri otot, dan nyeri saraf (untuk penderita fibromyalgia dan neuropati diabetik, dan migrain)

Baca Juga: Nyeri Sendi: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

6. Acetaminophen

Acetaminophen adalah obat golongan analgesik yang dapat meringankan nyeri sendi. Obat ini bekerja dengan menghambat sinyal di tubuh yang menghasilkan rasa sakit. Tidak seperti OAINS, analgesik tidak dapat mengobati peradangan.

Pastikan mengambil dan mendapatkan obat nyeri sendi di apotik dengan hati-hati. Banyak jenis obat lain juga mengandung acetaminophen, sehingga mudah mengonsumsi terlalu banyak tanpa menyadarinya. Usahakan tidak mengonsumsi lebih dari 3.000 miligram per hari karena terlalu banyak menyebabkan kerusakan hati.

Orang dengan penyakit hati dan orang yang minum minuman beralkohol lebih dari tiga minuman dalam sehari mungkin tidak bisa mengonsumsi acetaminophen.

7. Duloxetine

Duloxetine adalah obat untuk mengobati fibromyalgia (gangguan nyeri kronis), nyeri sendi atau otot kronis, nyeri muskuloskeletal kronis yang berasal dari osteoartritis dan penyebab lainnya. Efek samping dari obat ini, termasuk mual, sembelit, dan kelelahan.

8. Steroid

Obat steroid atau disebut kortikosteroid dapat membantu meredakan rasa sakit dengan menurunkan peradangan, tetapi hanya membantu dalam waktu singkat. Steroid adalah obat nyeri sendi yang biasanya diberikan melalui suntikan ke sendi yang terkena, seperti lutut. Steroid berkhasiat karena bertindak dengan cepat dalam meredakan rasa sakit.

Suntikan steroid memiliki efek samping, tetapi biasanya lebih sedikit daripada yang berasal dari obat oral (pil). Efek sampingnya termasuk infeksi, reaksi alergi, pendarahan, perubahan warna kulit, dan, pecahnya tendon di dekat tempat jarum masuk (jarang).

9. Injeksi Asam Hialuronat

Zat hyaluronan adalah bagian dari cairan sendi normal, yang membantu melumasi dan melindungi sendi dan membuatnya bekerja dengan baik. Jika ini mengalami masalah, pemberian asam hialuronat dengan menyuntikan ke dalam persendian bisa membantu meringankan rasa sakit pada beberapa penderita osteoarthritis lutut ringan hingga sedang.

Setelah pemberian obat ini, mungkin memerlukan waktu 4-12 minggu untuk merasakan efek penuh, dan penghilang rasa sakit bisa bertahan hingga beberapa bulan untuk beberapa orang. Efek samping yang paling umum dari obat ini adalah rasa sakit di tempat bekas suntikan.

Baca Juga: 15 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Harus Dihindari 

10. Opioid

Dokter mungkin akan meresepkan obat opioid yang disebut tramadol jika menderita sakit parah yang tidak bisa menggunakan OAINS atau untuk orang yang menunggu operasi penggantian sendi. Dokter akan menentukan apakah penderitanya memerlukan obat nyeri sendi di apotek untuk mengobati rasa sakit.

Obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping yang serius jika menggunakannya dalam waktu yang lama, termasuk mual, sembelit, pusing, kantuk, ketergantungan, dan kecanduan. Namun ketika mengonsumsinya persis seperti yang dianjurkan, obat penghilang rasa sakit ini bisa aman dan bekerja dengan baik melawan rasa sakit.

11. Hidrokortison Injeksi

Obat ini dapat membantu mengobati sendi yang bengkak atau nyeri, seperti akibat cedera atau jika menderita radang sendi. Pemberian hidrokortison dengan menyuntikkan langsung ke sendi yang sakit (injeksi intra-artikular). Bagian sendi yang paling sering mendapatkan suntikan adalah bahu, siku, lutut, tangan, pergelangan tangan, atau pinggul.

Suntikan hidrokortison juga berguna untuk mengobati tendon dan bursitis yang menyakitkan. Juga untuk mengobati nyeri otot di area tertentu. Hidrokortison injeksi biasanya membantu meringankan rasa sakit dan bengkak, dan membuat gerakan lebih mudah. Manfaatnya bisa bertahan selama beberapa bulan.

12. Hydroxychloroquine

Hydroxychloroquine adalah obat golongan disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs), obat anti-rematik kerja lambat yang bisa membantu menghentikan perkembangan penyakit dan kerusakan sendi pada bentuk-bentuk arthritis tertentu.

Namun, obat ini biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk bekerja. Hydroxychloroquine efektif mengobati rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, dan ankylosing spondylitis.

13. Counterirritants

Beberapa counterirritants biasanya mengandung mentol, minyak kayu putih, minyak wintergreen, kamper, eugenol dari cengkeh, dan minyak terpentin. Saat mengoleskannya pada kulit, seperti krim atau salep radang sendi ini menimbulkan rasa dingin atau panas di bagian sendi atau otot yang nyeri. Obat ini dapat membantu meredakan nyeri sendi.

Obat Nyeri Sendi yang Alami

Selain obat-obatan di apotek, Anda juga bisa menggunakan bahan herbal untuk mengobati nyeri sendi. Obat nyeri sendi lutut tradisional dan untuk bagian sendi lainnya termasuk, kunyit, jahe, eukaliptus, lidah buaya, dan teh hijau. Penggunaan bahan herbal ini baik sebagai obat oles mau sebagai teh.

Obat herbal tertentu mungkin memiliki sifat antiinflamasi yang bisa membantu meredakan gejala rheumatoid arthritis atau osteoarthritis.

Meskipun pengobatan alami untuk nyeri sendi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena beberapa pilihan obat herbal dapat berinteraksi dengan obat lain yang Anda gunakan.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. Arthritis Pain Relief: Risks and Benefits. https://www.webmd.com/osteoarthritis/oa-pain-relief-risks-benefits (Diakses pada 9 Agustus 2021)
  2. Anonim. 2020. Hydrocortisone injections. https://www.nhs.uk/medicines/hydrocortisone-injections/ (Diakses pada 9 Agustus 2021)
  3. Anonim. 2020. Hydroxychloroquine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601240.html. (Diakses pada 9 Agustus 2021)
  4. Bruce, Debra F. 2020. Arthritis Creams, Salves, Gels, and Patches. https://www.webmd.com/arthritis/arthritis-creams-patches (Diakses pada 9 Agustus 2021)
  5. Cherney, Kristeen. 2021. Osteoarthritis Medications List. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/medications-list#nsai-ds (Diakses pada 9 Agustus 2021)
  6. Eustice, Carol. 2020. How Arthritis Is Treated. https://www.verywellhealth.com/arthritis-treatment-options-189363 (Diakses pada 9 Agustus 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi