Terbit: 5 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja


Nyeri otot atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan myalgia adalah kondisi yang bisa dialami semua orang. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah cedera otot. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi akibat penyakit seperti fibromyalgia atau hipotiroidisme. Berikut adalah obat nyeri otot alami dan medis yang harus Anda tahu. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

obat-nyeri-otot-doktersehat

Obat Nyeri Otot Alami

Meski di pasaran banyak beredar obat salep nyeri otot atau obat-obatan lain, banyak penderita ingin mengobati rasa nyeri dengan menggunakan cara alami atau tradisional. Beberapa cara alami yang bisa digunakan adalah:

1. Air Rebusan Jahe

Obat nyeri otot alami pertama bisa digunakan adalah jahe. Jahe sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Hal itu disebabkan karena sifat antiinflamasi yang kuat di dalamnya mampu menghilangkan rasa sakit pada tubuh.

Penting untuk diketahui, jika Anda memiliki penyakit maag, sebaiknya tidak menggunakan cara ini karena bisa menyebabkan sensasi terbakar dan iritasi pada perut. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsinya, Anda bisa menambahkan lemon atau madu.

2. Cuka Apel

Obat nyeri otot alami berikutnya yang mudah didapatkan adalah cuka apel. Dengan sifat antimikroba dan antiinflamasi yang tinggi, cuka apel dipercaya dapat mengatasi nyeri.

Seperti halnya jahe, pH yang sangat asam dari cuka apel dapat menyebabkan iritasi dan luka bakar pada saluran pencernaan. Kondisi ini sebaiknya dihindari agar tidak memperburuk masalah pencernaan seperti maag dan tukak lambung.

3. Kayu Manis

Kayu manis memiliki khasiat antiinflamasi dan analgesik, di mana hal itu menjadikannya sebagai salah satu solusi yang paling dicari untuk mengobati nyeri pada tubuh. Sifat lainnya yang ada di kayu manis adalah antioksidan, antidiabetik, dan antimikroba. Beberapa sifat tersebut menawarkan perlindungan dari penyakit kardiovaskular dan kanker.

4. Pisang

Dalam banyak kasus, kekurangan kalium adalah alasan dibalik nyeri otot. Obat nyeri otot alami yang bisa digunakan adalah dengan mengonsumsi pisang. Konsumsilah 2 buah pisang setiap hari untuk mengatasi kurangnya asupan tubuh pada kalium.

5. Minyak Mustard

Cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri otot adalah minyak mustard. Guna mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menghangatkan minyak ini terlebih dahulu kemudian lakukan pijatan pada area yang terasa nyeri. Diamkan selama kurang lebih 30 menit sebelum Anda membilasnya dengan air hangat.

6. Jus Ceri

Guna mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh peradangan, obat nyeri otot alami lainnya yang bisa digunakan adalah jus ceri. Minuman ini juga dipercaya untuk mengobati neuropati perifer, gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf tepi.

7. Kunyit

Kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan penyembuhan alami yang membantu melawan rasa nyeri dan meningkatkan kekebalan tubuh. Cara penggunaannya, tambahkan satu sendok bubuk kunyit ke dalam segelas susu panas. Setelah dingin, Anda bisa menambahkan satu sendok madu (opsional).

Agar mendapatkan hasil yang optimal, ramuan ini bisa dikonsumsi setiap hari sebelum tidur agar tidur Anda lebih nyenyak.

8. Meditasi

Salah satu cara sederhana yang paling mudah digunakan untuk meredakan nyeri adalah dengan melakukan meditasi. Sebelum melakukan meditasi, ciptakan suasana ruangan yang nyaman untuk duduk atau berbaring, diiringi dengan musik relaksasi.

Meditasi baik dilakukan setiap hari, mulailah meditasi beberapa menit, setelah itu Anda bisa memperpanjangnya menjadi 10, 20, atau 30 menit.

9. Peregangan

Pada dasarnya tubuh dirancang untuk bergerak. Ironisnya, nyeri otot membuat tubuh justru tidak banyak bergerak. Peregangan yang lembut dapat membantu tubuh untuk mempertahankan mobilitas dan rentang gerak, sehingga mencegah nyeri otot. Seorang terapis fisik akan membantu Anda untuk melakukan perenggangan yang sesuai dengan kondisi.

10. Akupuntur

Akupuntur bermanfaat meredakan nyeri, tapi bisa juga digunakan untuk mengobati kondisi lain. Meskipun tidak ada banyak penelitian berkualitas tinggi tentang akupunktur, terdapat studi yang menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengobati:

  • Artritis lutut dan pinggul
  • Gangguan sendi rahang (TMJ)
  • Nyeri leher
  • Linu panggul terkait nyeri punggung

Akupunktur bekerja dengan cara membantu melepaskan aliran energi vital tubuh atau Chi (aliran energi) dengan merangsang titik sepanjang 14 jalur energi.

11. Meningkatkan Asupan Serat

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi makanan tinggi serat memiliki rasa sakit akibat osteoarthritis lebih sedikit. Selain itu, orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat menghasilkan banyak asam lemak rantai pendek, yang membantu menjaga keseimbangan mikroba sehat di saluran pencernaan.

Ketidakseimbangan mikroba, suatu kondisi yang disebut dysbiosis dikaitkan dengan risiko penyakit peradangan yang lebih tinggi seperti rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis.

12. Jus Semangka

Selain ceri yang dapat digunakan untuk obat nyeri otot alami, buah lainnya yang baik untuk dikonsumsi adalah semangka. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, asam amino yang disebut L-citrulline dapat membantu meredakan otot-otot yang sakit usai olahraga yang intens.

13. Meningkatkan Kualitas Tidur

Nyeri otot yang disebabkan oleh cedera membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Guna membantu proses penyembuhan, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kualitas tidur.

Dalam kondisi tidur, tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan yang lebih tinggi di mana hal ini berguna untuk membangun kembali kondisi otot. Jika waktu tidur terganggu maka proses pemulihan dan perbaikan otot akan terhambat.

14. Mandi Air Panas

Obat nyeri otot alami ini paling mudah diterapkan. Caranya, Anda hanya perlu menyiapkan air hangat untuk mandi. Lakukan terapi ini tepat setelah rasa nyeri menyerang. Selain mandi, rasa panas juga bisa dihasilkan dari bantal panas listrik atau menggunakan kompres panas pada area yang terasa nyeri.

15. Kafein

Dalam sebuah penelitian kecil, seseorang yang mengonsumsi minuman berkafein satu jam sebelum melakukan strength workout dilaporkan mengalami rasa sakit dua sampai tiga hari kemudian, dibandingkan seseorang yang tidak mengonsumsi kafein.

Nah, itulah berbagai obat nyeri otot alami yang bisa Anda coba. Penting untuk diketahui, meski beberapa cara di atas bisa digunakan mengatasi nyeri, penelitian mengenai hal tersebut masih terbatas, sehingga masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Obat Nyeri Otot Medis

Jika berbagai cara alami untuk mengatasi nyeri otot seperti di atas sudah dicoba tetapi tidak membuahkan hasil, terdapat berbagai obat-obatan di apotek yang bisa digunakan. Berikut ini adalah berbagai obat nyeri otot yang bisa digunakan, di antaranya:

1. Paracetamol

Obat nyeri otot seperti paracetamol efektif digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang. Saat Anda menggunakan obat ini, pastikan tidak ada obat lain yang mengandung bahan aktif yang sama karena dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius jika dikonsumsi dalam dosis yang lebih besar dari yang disarankan. Obat arthritis dan obat flu adalah obat yang mengandung paracetamol.

2. Ibuprofen

Non-steroidal anti-inflammatory (NSAID) seperti ibuprofen, efektif melawan nyeri ringan hingga sedang. Gunakan obat ini pada dosis terendah dan hanya digunakan untuk waktu yang singkat.

Obat ini sebaiknya dihindari penderita masalah perut, jantung, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, atau asma. Penggunaan NSAID oral pada orang tua biasanya tidak dianjurkan.

3. Aspirin

Obat nyeri otot berikutnya yang bisa digunakan adalah aspirin. Obat ini dapat dikonsumsi untuk nyeri ringan sampai sedang. Hindari menggunakan obat nyeri otot ini bila Anda memiliki hemofilia, kekurangan vitamin K, atau jumlah trombosit yang rendah. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak, karena berisiko menimbulkan sindrom Reye.

Obat ini dapat menimbulkan sakit maag atau memperparah gejalanya. Segeralah pergi ke dokter jika gejalanya semakin parah.

4. Piroxicam/Meloxicam

Ini adalah obat untuk mengurangi peradangan pada otot atau sendi dari golongan NSAID, bekerja dengan menghambat pembentukan zat prostaglandin yang menimbulkan peradangan dan nyeri. Penggunaan obat ini perlu berhati-hati bila memiliki riwayat gangguan lambung. Obat nyeri otot ini sebaiknya diminum sesudah makan

5. Morfin

Obat nyeri otot seperti morfin biasanya digunakan jangka panjang untuk mengelola rasa sakit. Dosis dan respons saat Anda mengonsumsi obat ini akan dipantau ketat. Setiap orang mendapatkan dosis yang berbeda-beda. Morfin dalam bentuk suntik hanya diberikan oleh dokter di rumah sakit.

Morfin hanya diberikan pada nyeri berat semisal kasus patah tulang, serangan jantung, dan kanker. Dosis penggunaan yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan henti napas. Morfin juga bisa menyebabkan kantuk dan pusing.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sinyal saraf nyeri ke otak, sehingga tubuh tidak merasakan sakit. Obat ini juga dapat digunakan sebagai obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat pereda nyeri lainnya.

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan jantung, ginjal, hati, pernapasan, diabetes, pencernaan, myasthenia gravis, dan fenilketonuria.

6. Relaksan Otot

Relaksan otot seperti cyclobenzaprine dan tizanidine dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit dari cedera otot akut. Obat ini bekerja dengan mengendurkan ketegangan pada otot skeletal, jenis otot yang berperan dalam fungsi pergerakan tubuh.

Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat nyeri otot ini apabila sedang atau mengalami gangguan hati.

7. Antidepresan

Antidepresan trisiklik seperti Elavil, kadang-kadang diresepkan untuk pengobatan myofascial pain syndrome (nyeri myofascial), fibromyalgia, atau sindrom kelelahan kronis. Hati-hati dalam mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki penyakit liver, jantung, diabetes, hipertiroidisme, gagal ginjal, gangguan penglihatan, glaukoma, pembesaran prostat, dan riwayat kejang.

Antidepresan lain yang bisa digunakan adalah serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor Cymbalta. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati nyeri myofascial atau fibromyalgia, terutama jika seseorang tidak mendapatkan manfaat dari antidepresan trisiklik.

8. Kortikosteroid

Kortikosteroid digunakan untuk mengobati banyak kondisi peradangan, seperti polimialgia reumatik dan inflammatory myopathies.

Penggunaan obat ini harus berhati-hati jika Anda menderita penyakit jantung, tukak lambung, gangguan fungsi hati, masalah mental, epilepsi, katarak, diabetes, osteoporosis, atau infeksi pada kulit.

Jika Anda sudah menggunakannya untuk jangka panjang, obat ini jangan dihentikan secara tiba-tiba. Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping jika harus dikonsumsi dalam waktu yang lama. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

9. Antibiotik

Jika nyeri otot didiagnosis disebabkan oleh myositis atau infeksi bakteri, salah satu jenis peradangan otot yang menyebabkan nyeri, otot terasa lunak, dan tubuh melemah, obat nyeri otot yang disarankan adalah antibiotik.

Sementara itu, nyeri otot yang disebabkan oleh infeksi memerlukan perawatan berdasarkan penyebab yang mendasarinya, apakah itu bakteri, virus, jamur, dan parasit.

10. Analgesik Topikal

Salep nyeri otot atau analgesik topikal adalah obat pereda nyeri yang diberikan langsung ke kulit. Salep analgesik ini bisa dalam bentuk krim, lotion, gel, atau patch. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati nyeri muskuloskeletal dan beberapa jenis nyeri neuropatik.

Salep nyeri otot ini ada yang memerlukan resep dokter dan tetapi ada juga yang bisa dibeli bebas di apotek.

Hal Penting yang Harus Dipahami

Setelah Anda mengetahui berbagai obat nyeri otot di atas baik medis dan alami, penting untuk dipahami bahwa obat-obatan tersebut hanya untuk mengatasi nyeri dan bukan penyebab yang mendasarinya.

Bagi penderita tendinitis, arthritis, atau penyakit sendi yang sering mengalami nyeri, dokter bisa memberikan obat kortikosteroid dalam bentuk suntikan secara langsung ke sendi. Pada beberapa kasus, dokter juga bisa menyarankan prosedur operasi untuk mengeluarkan cairan di sendi atau penggantian sendi.

Jika Anda mengalami efek samping dari penggunaan obat nyeri otot seperti di atas atau mengalami iritasi setelah pemakaian salep nyeri otot, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Pencegahan Nyeri Otot

Meskipun Anda tidak dapat mencegah semua jenis sakit dan nyeri otot, Anda dapat mencegah ketegangan otot, kram, dan chronic compartment syndrome (sindrom kompartemen). Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Gunakan sepatu khusus ketika olahraga.
  • Lakukan pemanasan sebelum memulai olahraga.
  • Cobalah beralih ke olahraga dengan risiko nyeri otot yang rendah seperti berenang atau bersepeda.
  • Penuhi kebutuhan asupan cairan tubuh, jika memungkinkan konsumsilah minuman elektrolit atau konsumsi tablet elektrolit yang mengandung kalium, magnesium, dan kalsium.

Nyeri otot adalah gejala yang kompleks sehingga pada beberapa kasus Anda membutuhkan perawatan khusus. Namun, Anda tidak perlu khawatir bahwa sebagian besar nyeri dapat disembuhkan atau dikelola dengan baik. Segera kunjungi dokter jika nyeri yang terjadi semakin berulang atau memburuk.

 

  1. Anonim. Pain relief medicines. https://www.healthdirect.gov.au/pain-relief-medicines. (Diakses pada 5 Mei April 2020).
  2. Blum, Susan. 2020. 11 Ways to Relieve Pain Naturally. https://www.arthritis-health.com/blog/11-ways-relieve-pain-naturally. (Diakses pada 5 Mei April 2020).
  3. Eustice, Carol. Causes of Muscle Pain and Treatment Options. https://www.verywellhealth.com/muscle-pain-what-you-should-know-190093#treatment. (Diakses pada 5 Mei April 2020).
  4. HealthCare atHOME. 2018. 8 Quick and Effective Home Remedies for Body Pain. https://hcah.in/health-advantage/8-best-home-remedies-for-body-pain/. (Diakses pada 5 Mei April 2020).
  5. Migala, Jessica. 2019. 10 Home Remedies for Muscle Soreness and Pain. https://www.thehealthy.com/pain/home-remedies-muscles-soreness/. (Diakses pada 5 Mei April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi