Terbit: 5 Februari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Norepinephrine adalah zat yang termasuk ke dalam senyawa katekolamin, yaitu senyawa yang bertindak sebagai neurotransmitter dan hormon. Senyawa ini sebagai obat bekerja untuk meningkatkan tekanan darah.Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Norepinephrine: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Rangkuman Informasi Obat Norepinephrine

Nama Obat Norepinephrine
Kelas Obat Simpatomimetik Vasokonstriktor
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Meningkatkan tekanan darah
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kontraindikasi Hipersensitif
Sediaan Obat Cairan injeksi
Merek Dagang Levophed, Raivas, Levosol, N-Epi, Vascon

Norepinephrine Obat Apa?

Norepinephrine adalah zat yang masuk ke dalam kelas senyawa katekolamin. Bersama dengan Epinephrine, keduanya merupakan neurotransmitter yang juga berfungsi sebagai hormon.

Norepinephrine dan Epinephrine memiliki keterkaitan secara struktural, namun keduanya memiliki efek yang berbeda. Norepinephrine bekerja atau dikenal juga dengan noradrenalin bekerja meningkatkan dan mempertahankan tekanan darah dengan cara memengaruhi reseptor alfa. Reseptor ini hanya ditemukan di arteri.

Sedangkan Epinephrine atau adrenalin bekerja dengan memengaruhi reseptor alfa dan beta. Reseptor beta ada di jantung, paru-paru, dan arteri otot rangka.

Manfaat Norepinephrine

Secara umum, manfaat Norepinephrine adalah membantu menyempitkan pembuluh darah. Berikut adalah beberapa efek yang timbul dari penggunaan Norepinephrine:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Meningkatkan kadar gula darah
  • Meningkatkan denyut jantung
  • Meningkatkan kemampuan kontraksi sel-sel otot jantung
  • Meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan pembuluh darah.

Dosis Norepinephrine

Norepinephrine hadir dalam sediaan cairan injeksi. Dosis yang disarankan akan bergantung pada kondisi medis Anda. Dosis yang umum diberikan adalah antara 0,4 dan 0,8 mg per jam.

Setelah memberikan dosis awal, dokter akan menilai respons Anda untuk menyesuaikan dosis selanjutnya.

Petunjuk Penggunaan Norepinephrine

Gunakan Norepinephrine sesuai dengan petunjuk penggunaan yang benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah petunjuk penggunaan obat ini:

  • Obat ini diberikan melalui intravena baik melalui infus atau suntikan.
  • Pemberian Norepinephrine harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan aturan dan jangan menghentikan penggunaanya tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Jangan gunakan obat apabila cairannya telah berubah warna menjadi cokelat.

 Petunjuk Penyimpanan Norepinephrine

Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Norepinephrine

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat ini:

  • Ruam
  • Gatak
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, tungkai, wajah, bibir, mulut, atau tenggorokan
  • Rasa sakit atau bengkak di area suntikan
  • Detak jantung lambat irama jantung abnormal
  • Kesulitan bernapas
  • Kecemasan
  • Sakit kepala
  • Ekstremitas (anggota gerak) dingin
  • Nyeri pada ekstremitas

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek samping lainnya dari dari obat ini.

Interaksi Obat Norepinephrine

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan penggunaan ini:

  • MAO inhibitor
  • Antidepresan trisiklik
  • Linezolid
  • Anestesi, terutama gas anestesi
  • Obat-obatan untuk penyakit asma dan jantung

Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, obat herbal, dan obat-obatan lainnya.

Konsumsi makanan atau minuman tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Norepinephrine

Obat ini termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat ini:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap bahan aktif dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat lainnya.
  • Bicarakan pada dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hipertiroidisme, tingkat oksigen rendah dalam darah, tingkat karbon dioksida dalam darah tinggi, terdapat gumpalan darah di pembuluh darah yang memasok jantung, saluran pencernaan, dan bagian lain dari tubuh, tekanan darah rendah setelah serangan jantung, dan angina.
  • Hati-hati penggunaan pada lansia.
  • Penggunaan obat ini berpotensi membahayakan janin yang belum lahir. Obat ini masuk kategori C penggunaan pada ibu hamil, artinya hanya boleh digunakan apabila manfaatnya jauh lebih besar dari risiko efek sampingnya.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang menyusui atau merencanakan kehamilan sebelum menggunakan obat ini.
  • Obat ini mungkin mengandung natrium, sehingga harus dipertimbangkan penggunaannya pada seseorang yang sedang diet rendah sodium.

  1. BPOM PIONAS. NOREPINEFRIN BITATRAT (NORADRENALIN BITATRAT). http://pionas.pom.go.id/monografi/norepinefrin-bitatrat-noradrenalin-bitatrat. (Diakses 5 Oktober 2019).
  2. Eske, Jamie. 2019. What to know about epinephrine and norepinephrine. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325485.php (Diakses 5 Oktober 2019).
  3. Drugs.com. 2018. Norepinephrine vs epinephrine: what’s the difference?. https://www.drugs.com/medical-answers/norepinephrine-epinephrine-difference-3132946/. (Diakses 5 Oktober 2019).
  4. Nail, Rachel. 2018. What’s the Difference Between Epinephrine and Norepinephrine?. https://www.healthline.com/health/epinephrine-vs-norepinephrine. (Diakses 5 Oktober 2019).
  5. Medicines.org.uk. 2018. Noradrenaline (Norepinephrine) 1mg/ml Concentrate for Solution for Infusion Noradrenaline (as noradrenaline tartrate). https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.4115.pdf. (Diakses 5 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi