Terbit: 21 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Nexium obat untuk apa? Nexium adalah obat untuk mengobati beberapa masalah terkait lambung seperti GERD. Anda tidak bisa membeli obat nexium tanpa resep dokter. Hal ini dikarenakan nexium obat asam lambung yang keras.

Nexium – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Oleh karena itu, baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat nexium termasuk informasi tentang bentuk sediaan nexium, kandungan nexium, indikasi nexium, kontraindikasi nexium, manfaat nexium, dosis nexium, dan efek samping nexium.

  • Nama: Nexium
  • Kelas Terapi: Antitukak » Penghambat Pompa Proton
  • Monografi Obat: Esomeprazol

Bentuk Sediaan Nexium

Obat nexium memiliki dua bentuk sediaan, yaitu berupa tablet salut selaput dan serbuk injeksi. Akan tetapi, masyarakat jarang menggunakan obat nexium dalam bentuk sediaan berupa serbuk injeksi yang memiliki kekuatan 40 mg bahan aktif.

Masyarakat umumnya menggunakan nexium dalam bentuk sediaan tablet. Tablet nexium terdiri dari dua jenis kekuatan. Ada obat nexium yang memiliki kekuatan 20 mg bahan aktif per tablet dan ada pula nexium yang memiliki kekuatan 40 mg per tablet.

Simpanlah obat nexium di tempat kering. Selain itu, jangan meletakkan atau menyimpan obat nexium di tempat yang terpapar sinar matahari. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari dalam jumlah banyak bisa mengubah struktur kimia bahan aktif obat nexium.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Kandungan Nexium

Nexium obat asam lambung mengandung satu bahan aktif, yaitu esomeprazol magnesium. Esomeprazol magnesium merupakan inhibitor atau penghambat pompa proton. Bahan aktif ini memiliki cara kerja yang dapat mengurangi jumlah asam lambung.

Indikasi Nexium

Penggunaan obat nexium haruslah memiliki indikasi medis yang sesuai. Obat nexium bisa digunakan jika Anda mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau refluks gastroesofagal.

Pasien yang memiliki tukak lambung dan tukak duodenum terkait bakteri Helicobacter pylori boleh menggunakan nexium. Inilah alasan mengapa orang sering mengatakan nexium obat asam lambung.

Indikasi penggunaan obat nexium juga berlaku bila Anda mengalami ulserasi karena obat antiinflamasi nonsteroid, sindrom Zollinger-ellison dapat menggunakan obat nexium.

Nexium dapat digunakan pada pasien yang mengalami refluks esofagal erosif (kerusakan kerongkongan akibat asam lambung). Obat nexium dapat digunakan untuk pasien dewasa yang sering merasa mulas yakni selama 2 hari atau lebih dalam seminggu.

Namun, Anda perlu ingat bahwa nexium bukan diperuntukkan bagi pasien yang mengalami gejala mulas seketika. Jadi, Anda tidak bisa langsung segera minum obat nexium bila baru saja merasakan mulas.

Kontraindikasi Nexium

Pasien yang memiliki indikasi medis yang telah disebutkan belum tentu aman untuk menggunakan obat nexium. Nexium obat asam lambung tidak bisa digunakan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas terhadap obat-obatan yang mengandung esomeprazol.

Beberapa obat juga bisa memberikan respon alergi yang sama dengan obat yang mengandung esomeprazol. Obat-obatan tersebut di antaranya adalah obat yang mengandung lansoprazole, pantoprazol, omeprazol, dan bahan aktif yang masuk ke dalam kelas terapi inhibitor pompa proton lainnya.

Obat nexium tidak boleh digunakan jika Anda sedang menyusui. Bahan aktif yang ada di dalam obat nexium yaitu esomeprazol bisa terdistribusi ke dalam kandungan ASI. Tentunya hal itu bisa membahayakan kesehatan bayi yang sedang disusui.

Peringatan Penggunaan Obat Nexium

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat nexium karena bisa menimbulkan efek samping yang serius. Para pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal sebaiknya tidak menggunakan nexium sebelum melakukan konsultasi dengan dokter.

Hal ini dikarenakan obat nexium dapat menyebabkan masalah ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, ibu hamil juga berhati-hati sebelum memakai obat nexium. Para ibu hamil juga harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan nexium.

Biasanya, dokter baru bisa merekomendasikan penggunaan nexium pada ibu hamil jika manfaat nexium lebih besar daripada efek sampingnya. Beritahulah semua obat yang sedang Anda jalani kepada dokter.

Beberapa obat memiliki interaksi yang merugikan dengan kandungan nexium. Obat-obatan yang bisa memiliki interaksi negatif terhadap obat nexium adalah cilostazol, ketoconazole, diazepam, clopidogrel, digoxin, rifampisin, ferrous fumarat, dan obat-obat HIV.

Penderita lupus dan osteoporosis juga perlu berhati-hati sebelum menggunakan nexium. Orang yang memiliki penyakit berat pada organ hati juga tidak boleh menggunakan obat nexium tanpa adanya rekomendasi dari dokter.

Manfaat Nexium

Obat nexium memiliki beberapa manfaat yang sangat terkait dengan asam lambung. Manfaat nexium dapat meredakan gejala penyakit GERD atau refluks gastroesofageal. Selain itu, nexium juga berfungsi untuk mengobati penyakit GERD.

Penyakit GERD biasanya menimbulkan beberapa kerusakan seperti pada esofagus (erosi esofagitis). Kerusakan esofagus atau erosi esofagitis akibat GERD dapat diobati dengan obat nexium. Obat nexium masih memiliki manfaat lain terkait asam lambung.

Manfaat nexium dapat mengobati masalah tukak lambung dan tukak duodenum yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Penggunaan obat nexium ini juga bisa mencegah kumatnya penyakit tukak lambung dan tukak duodenum

Kandungan esomeprazol yang ada di dalam nexium dapat mengurangi produksi asam lambung sehingga bermanfaat untuk mengatasi sindrom Zollinger-Ellison. Di samping itu, obat nexium juga bermanfaat untuk meredakan mulas yang sudah berlangsung selama 2-7 hari sebelumnya.

Dosis Nexium

Nexium harus digunakan sesuai dengan dosis yang tepat agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan. Dosis nexium adalah 20-40 mg dalam sehari pada orang dewasa.

Sesuaikanlah dosis tersebut dengan kekuatan obat nexium yang digunakan. Jenis masalah lambung Anda memengaruhi dosis yang harus dipenuhi. Jadi, sebaiknya Anda mengikuti dosis atas saran dokter.

Efek Samping Nexium

Obat nexium bisa menyebabkan efek samping yang ringan hingga serius. Efek samping nexium yang ringan meliputi mual, muntah, diare, sakit kepala, mulut mengering, perut kembung, konstipasi, sakit perut, dan mengantuk.

Penggunaan obat nexium juga bisa mengakibatkan dermatitis, insomnia, masalah penglihatan, dan depresi. Orang yang alergi terhadap kandungan obat nexium bisa mengalami reaksi alergi.

Beberapa reaksi alergi tersebut biasanya ditandai dengan ruam, gatal, sakit perut, mual, muntah, pusing, dan sesak napas.Meskipun jarang terjadi, obat nexium juga bisa merusak indera pengecap Anda sehingga menjadi kurang sensitif terhadap berbagai rasa.

Efek samping nexium pada tingkat serius dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati. Selain itu, nexium juga bisa mengakibatkan gangguan serius berupa kelainan darah seperti leukopenia, trombositopenia, leukositosis, dan pansitopenia.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Nexium. http://pionas.pom.go.id/obat/nexium-0 [diakses pada 20 Maret 2019]
  2. Drugs: Nexium. https://www.drugs.com/nexium.html [diakses pada 20 Maret 2019]
  3. MedlinePlus: Esomeprazole. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a699054.html [diakses pada 20 Maret 2019]
  4. Drug Information System: Esomeprazole. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1685&type=1 [diakses pada 20 Maret 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi