Terbit: 19 September 2018
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Nalgestan obat apa? Nalgestan adalah obat denngan kandungan Phenylpropanolamine HCl dan Chlorpheniramine Maleate. Kandunagn kedua zat ini membuat Nalgestan mampu berperan sebagai dekongestan sekaligus juga antihistamin. Jika dilihat secara umum, Nalgestan merupakan obat pereda gejala flu.

nalgestan-doktersehat

Phenylpropanolamine HCl bekerja sebagai dekongestan yang mampu untuk mengatasi pada hidung, sinus, dan saluran pernapasan. Penyumbatan terjadi akibat adanya pelebaran pembuluh darah, tugas dari obat ini adalah untuk menyusutkan pembuluh darah baik arteri maupun vena pada saluran yang tersumbat sehingga lega kembali.

Sedangkan Chlorpheniramine Maleate atau CTM bekerja sebagai antihistamin atau obat anti alergi. CTM bekerja dengan menghambar produksi histamin yang menjadi pemicu timbulnya gejala seperti mata berair, hidung gatal, dan juga bersin-bersin. CTM juga sering digunakan untuk meredakan gejala alergi lain serta digunakan untuk obat tidur.

Manfaat Nasgestan

Berdasarkan cara kerja obat yang terkandung di dalamnya, secara umum manfaat Nalgestan adalah untuk mengatasi gejala flu dan juga alergi. Berikut adalah kondisi spesifik yang bisa diatasi oleh Nalgestan:

  • Gejala flu seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, mata berair
  • Rinithis alergi atau bersin-bersin yang disebabkan oleh alergi
  • Rinithis vasomotor yang gejalanya mirip dengan alergi namun penyababnya non-alergi
  • Sinusitis

Kontraindikasi

Tidak semua orang dapat mendapatkan manfaat dari penggunaan obat ini. Terdapat beberapa kondisi di mana pasien sebaiknya menghindari penggunaan obat ini. Berikut adalah beberapa kondisi yang membuat Anda harus menghindari Nalgestan:

  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap CTM dan Phenylpropanolamine HCl.
  • Pasien yang sensitif terhadap obat yang memengaruhi sistem saraf otonom (obat simpatomimetik atau adrenergik).
  • Pasien yang sedang menjalani pengobatan menggunakan MAO (Monoamin Oksidase Inhibitor).
  • Pasien dengan gangguan jantung.
  • Penderita diabetes melitus.
  • Penderita gangguan saluran napas bagian bawah.
  • Penderita hipertensi, stroke, dan obesitas. Obat ini berpotensi meningkatkan tekanan darah.
  • Pasien dengan gangguan hipertiroid.
  • Pasien dengan glaukoma sudut tertutup.

Dosis Nalgestan

Nalgestan tersedia dalam bentuk tablet dan setiap tabletnya mengandung 15 mg Phenylpropanolamine HCl dan 2 mg Chlorpheniramine Maleate. Obat ini bisa didapatkan secara bebas di apotek. Berikut adalah dosis Nalgestan yang disarankan:

  • Dewasa atau anak usia di bawah 12 tahun: 1 tablet diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun: ½ tablet diberikan sebanyak 3-4 kali per hari.

Tidak ditemukan dosis Nalgestan untuk anak di bawah usia 6 tahun, sehingga penggunaannya kemungkinan memang tidak direkomendasikan. Jangan mengganti dosis penggunaan dari dosis yang disarankan, kecuali Anda telah berdiskusi dengan dokter atau apoteker.

Efek Samping Nalgestan

Nalgestan juga bisa menimbulkan efek samping seperti obat-obatan pada umumnya. Tetapi biasanya efek samping yang timbul hanya efek samping ringan seperti berikut ini:

  • Tremor, lemah otot, gemetar
  • Mulut kering
  • Gangguan irama jantung atau jantung berdebar
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Penglihatan kabur
  • Gangguan saluran kemih
  • Mengantuk

Efek samping di atas umumnya hanya muncul pada awal penggunaan. Namun, jika efek samping memburuk, sebaiknya hentikan penggunaan obat dan segera konsultasi ke dokter. Efek samping juga bisa dihindari jika Anda menggunakan obat ini dengan dosis yang tepat dan memang sesuai dengan indikasi.

Perhatian dan Peringatan

Sebelum menggunakan obat ini, berikut adalah beberapa hal yang perlu menajadi perhatian dan peringatan bagi Anda:

  • Penggunaan pada anak-anak di bawah 6 tahun dan Lansia tidak disarankan, kecuali dengan rekomendasi dokter.
  • Hati-hati penggunaan pada wanita yang sedang program hamil, wanita hamil, dan ibu menyusui. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Obat ini menimbulkan kantuk sehingga lebih baik tidak digunakan sebelum berkendara atau melakukan kegiatan berat lainnya.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien dengan gangguan hai dan ginjal, retensi urine, dan juga pembesaran prostat.
  • Penggunaan obat ini bersamaan dengan alkohol bisa meningkatkan efek samping rasa kantuk yang lebih tinggi dan mungkin bisa berbahaya.
  • Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengotan tertentu, jangan lupa untuk berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan obat ini. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang bisa menurunkan kinerja obat dan meningkatkan risiko timbulnya efek samping.

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi