Terbit: 17 Oktober 2020 | Diperbarui: 24 Oktober 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Nadifloxacin adalah obat dari golongan antibiotik fluoroquinolone. Obat ini digunakan untuk mengatasi masalah kulit seperti jerawat atau infeksi  bakteri lainnya. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari fungsi, dosis, efek samping, dan informasi lainnya.

Nadifloxacin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Nadifloxacin

Nama Obat

 Nadifloxacin

Kandungan Obat

 Nadifloxacin

Kelas Terapi Obat

 Antibiotik

Kategori

 Obat keras

Tingkat Keamanan Menurut FDA

 Tidak Diketahui

Fungsi Obat

 Mengatasi jerawat dan infeksi kulit lain akibat bakteri

Dikonsumsi oleh

 Dewasa

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap nadifloxacin dan juga komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Riwayat hipersensitif terhadap antibiotik fluoroquinolone lainnya.

Sediaan Obat

 Krim

 

Nadifloxacin Obat Apa?

Nadifloxacin adalah obat antibiotik yang berasal dari golongan fluoroquinolone. Obat ini merupakan antibiotik, maka dari itu obat ini bekerja untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Nadifloxacin cream adalah obat topikal sehingga penggunaannya untuk penggunaan luar saja.

Fungsi Obat Nadifloxacin

Sebagai obat antibiotik topikal, secara umum fungsi obat ini adalah untuk mengatasi infeksi kulit akibat bakteri. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi acne vulgaris (jerawat). Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi kulit lain yang juga disebabkan oleh bakteri.

Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat virus atau jamur karena antibiotik hanya bekerja mengatasi infeksi bakteri.

Kontraindikasi Obat

Tidak semua orang dapat menggunakan obat ini. Jangan gunakan obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap nadifloxacin atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Riwayat hipersensitif terhadap antibiotik fluoroquinolone lainnya.

Peringatan dan Perhatian Obat Nadifloxacin

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Obat ini hanya untuk penggunaan pada kulit saja. Hindari kontak obat dengan mata, hidung, mulut, dan area sensitif lainnya.
  • Obat ini tidak disarankan digunakan untuk ibu hamil, kecuali manfaatnya jelas lebih besar dari risiko yang mungkin timbul. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter tentang manfaat dan risiko obat ini sebelum menggunakannya.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita menyusui, kecuali benar-benar diperlukan. Jika harus digunakan, pastikan bayi Anda tidak bersentuhan dengan obat ini. Ibu yang sedang menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Obat ini tidak disarankan digunakan pada individu dengan usia di bawah 14 tahun karena keamanannya yang belum diketahui.
  • Jangan hentikan penggunaan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter karena penggunaan antibiotik hanya boleh dihentikan ketika infeksi telah benar-benar sembuh atau apabila muncul efek samping yang tidak diinginkan.

Interaksi Obat Nadifloxacin

Ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu, interaksi obat dapat terjadi. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Tidak diketahui apa saja obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat ini. Sebaiknya beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, dan juga obat herbal, terutama jenis obat topikal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Nadifloxacin

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul:

  • Alergi (gatal, ruam kulit, bengkak, sesak napas, kesulitan menelan, dll)
  • Rasa hangat di wajah
  • Kulit kering
  • Gatal dan kemerahan tanda iritasi pada bagian kulit di mana obat ini diaplikasikan
  • Produksi keringat meningkat
  • Kulit melepuh
  • Dermatitis kontak
  • Papula

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Selain itu, reaksinya juga dapat berbeda-beda pada setiap orang. Reaksi efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Nadifloxacin

Obat ini hadir dalam sediaan nadifloxacin cream, umumnya dengan kandungan bahan aktif sebanyak 1%. Berikut dosis yang disarankan:

  • Dewasa: Gunakan 2 kali per hari dengan cara diaplikasikan di area yang mengalami infeksi. Hentikan pengobatan jika efek yang diinginkan tidak juga didapatkan setelah penggunaan 4 minggu.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan agar mendapatkan manfaat yang diinginkan. Di sisi lain, dosis dapat berbeda pada setiap orang bergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Jangan pernah mengganti dosis sebelum berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Nadifloxacin

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya sehingga manfaatnya dapat lebih maksimal. Berikut adalah cara penggunaan yang benar:

  • Gunakan obat ini hanya pada area yang terinfeksi.
  • Bersihkan tangan dan area yang terinfeksi kemudian aplikasikan obat dengan tipis-tipis.
  • Cuci kembali tangan setelah mengaplikasikan obat ini agar obat tidak menempel di area tubuh yang lain.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera gunakan obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup gunakan dosis selanjutnya saja.
  • Hindari kontak dengan mata, hidung, atau mulut karena dapat berpotensi menyebabkan iritasi.

Petunjuk Penyimpanan Nadifloxacin

Obat ini harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang disarankan agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 30°C agar obat tidak rusak.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap dan hindari menyimpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan obat rusak.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena dapat berbahaya jika tidak sengaja tertelan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan sehingga kualitas obat tetap terjaga.
  • Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat, jika obat sudah memasuki masa expired. Sebaiknya tidak membuang obat sembarangan karena ini dapat berpotensi merusak lingkungan.

Sekian informasi tentang nadifloxacin. Obat ini adalah obat antibiotik sehingga hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter sehingga manfaat yang didapatkan dapat maksimal.

 

  1. Anonim. Nadifloxacin. https://www.practo.com/medicine-info/nadifloxacin-1602-api. (Diakses 17 Oktober 2020).
  2. Anonim. Nadifloxacin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nadifloxacin?mtype=generic. (Diakses 17 Oktober 2020).
  3. Anonim. 2019. Nadifloxacin. https://www.lybrate.com/medicine/nadifloxacin. (Diakses 17 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi