Terbit: 22 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Moxigra adalah obat dengan kandungan bahan aktif Amoxicillin. Amoxicillin merupakan obat antibiotik dari golongan penisilin. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Ketahui selengkapnya tentang antibiotik ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Moxigra: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Moxigra

Nama Obat Moxigra
Kandungan Obat Amoxicillin
Kelas Terapi Obat Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi bakteri
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Kaplet

Moxigra Obat Apa?

Moxigra merupakan obat dengan kandungan Amoxicillin yang merupakan antibiotik jenis penisilin. Obat ini bekerja dengan cara memberikan efek bakterisidal pada bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif.

Obat ini menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga sel bakteri tidak berkembang dan membuat sel bakteri menjadi rusak kemudian mati.

Manfaat Moxigra

Secara umum fungsi Moxigra adalah mengatasi infeksi bakteri. Berikut adalah beberapa kondisi di mana obat ini dapat digunakan:

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak akibat bakteri Stafilokokus bukan penghasil penisilinase atau Streptokokus E. coli
  • Infeksi saluran pernapasan akibat bakteri H. Influenzae, Streptokokus, Strep pneumoniae, Stafilokokus bukan penghasil penisilinae, dan E. coli
  • Infeksi saluran genitourinari akibat bakteri E. coli, P.mirabilis dan Strep faecalis
  • Gonore

Dosis Moxigra

Moxigra hadir dalam sediaan kaplet. Setiap kaplet obat ini mengandung 500 mg Amoxicillin. Dosis yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Dewasa atau di atas 12 tahun: 1 kaplet diberikan 3 kali sehari. Dosis maksimalnya adalah 4 kaplet per hari.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dokter dapat mengubah dosis sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Moxigra

Penggunaan obat  sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaannya:

  • Obat ini dapat digunakan bersamaan maupun tidak bersamaan dengan makanan. Namun disarankan untuk dikonsumsi setelah makan untuk membantu penyerapan obat dan menghindari gangguan pencernaan.
  • Obat kaplet ini dikonsumsi dengan cara langsung ditelan bersama air.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
  • Apabila dosis terlewat, segera konsumsi obat ini saat ingat atau ambil dosis selanjutnya apabila waktunya sudah terlalu dekat dengan dosis selanjutnya.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Obat ini adalah antibiotik sehingga semua obat yang telah diresepkan harus dihabiskan meskipun gejala sudah membaik.

Petunjuk Penyimpanan Moxigra

Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 25-30°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Moxigra

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah berbagai efek samping Moxigra yang mungkin timbul:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Lidah bengkak atau berwarna kehitaman
  • Urtikaria
  • Reaksi alergi

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat Moxigra dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Moxigra

Interaksi obat dapat terjadi ketika Moxigra digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Moxigra:

  • Antikoagulan
  • Allopurinol
  • Probenecid
  • Chloramphenicol
  • Macrolide
  • Sulfonamide
  • Tetrasiklin
  • Kontrasepsi oral

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Moxigra masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Moxigra untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Moxigra

Moxigra termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Moxigra:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Amoxicillin dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap penisilin dan antibiotik beta laktam lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita leukemia limfositik akut maupun kronis.
  • Penggunaan jangka panjang obat ini harus dibarengi dengan pemeriksaan fungsi ginjal, hati, dan darah secara rutin.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini apabila Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Obat ini tidak digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang dan sendi karena Amoxicillin oral tidak dapat menembus cairan serebrospinal atau sinorial.
  • Sebelum dilakukan pengobatan dengan Amoxicillin, harus dilakukan pemeriksaan reaksi hipersensitif terhadap penisilin.

 

  1. Anonim. Amoxicillin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin?mtype=generic. (Diakses 21 September 2019).
  2. Anonim. Moxigra. http://www.ogs.co.id/productview.php?page=moxigra. (Diakses 21 September 2019).
  3. PIONAS BPOM. AMOKSISILIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/amoksisilin. (Diakses 21 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi