Terbit: 18 Oktober 2020 | Diperbarui: 24 Oktober 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mosardal adalah obat dengan kandungan levofloxacin. Obat ini masuk ke dalam golongan obat antibiotik fluoroquinolone. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari fungsi, dosis, efek samping, dan informasi lainnya.

Mosardal: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Mosardal

Nama Obat

 Mosardal

Kandungan Obat

 Levofloxacin

Kelas Terapi Obat

 Antibiotik

Kategori

 Obat keras

Tingkat Keamanan Menurut FDA

 Kategori C (hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari potensi efek samping yang mungkin terjadi)

Fungsi Obat

 Mengatasi infeksi bakteri tertentu

Dikonsumsi oleh

 Dewasa dan anak-anak

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap Mosardal dan juga komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Riwayat hipersensitif terhadap antibiotik quinolone lainnya.
  • Epilepsi.
  • Riwayat gangguan tendon yang berhubungan dengan penggunaan fluoroquinolone lainnya.

Sediaan Obat

 Kaplet dan infus

 

Mosardal Obat Apa?

Mosardal adalah obat dengan kandungan bahan aktif levofloxacin, yang merupakan antibiotik dari golongan fluoroquinolone. Obat ini merupakan antibiotik, maka dari itu obat ini bekerja untuk mengatasi infeksi akibat bakteri.

Mosardal hadir dalam sediaan kaplet dan juga infus. Obat ini dapat menyebabkan efek samping serius, bahkan bisa melumpuhkan. Maka dari itu, obat ini hanya digunakan apabila kondisi tidak dapat diatasi dengan antibiotik yang lebih aman.

Fungsi Obat Mosardal

Sebagai obat antibiotik, secara umum fungsi obat ini adalah untuk mengatasi infeksi bakteri. Berikut adalah beberapa kondisi di mana obat dengan kandungan levofloxacin digunakan:

  • Sinusitis bakterial akut
  • Akut eksaserbasi bakterial bronkitis kronis
  • Cystitis tanpa komplikasi
  • Pneumonia
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak dengan komplikasi
  • Infeksi saluran kemih dengan komplikasi
  • Prostatitis bakterial kronis
  • Pengobatan dan profilaksis setelah paparan antraks
  • Pielonefritis
  • Konjungtivitis bakteri
  • Ulkus kornea bakteri
  • Infeksi paru-paru pada cystic fibrosis

Kontraindikasi Obat

Tidak semua orang dapat menggunakan obat ini. Jangan gunakan obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap Mosardal atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Riwayat hipersensitif terhadap antibiotik fluoroquinolone lainnya.
  • Epilepsi.
  • Riwayat gangguan tendon yang berhubungan dengan penggunaan fluoroquinolone lainnya.

Peringatan dan Perhatian Obat Mosardal

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat masalah tendon, masalah tulang, artritis, atau masalah sendi lainnya, terutama pada anak-anak.
  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki masalah sirkulasi darah, aneurisma, penyempitan atau pengerasan arteri, masalah jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan otot atau saraf, penyakit ginjal, kejang atau epilepsi, cedera kepala atau tumor otak, sindrom long QT, hipokalemia, atau penyakit genetik seperti sindrom Marfan atau sindrom Ehler’s-Danlos.
  • Jangan berikan obat ini pada anak-anak tanpa nasihat medis dari dokter.
  • Obat ini hanya boleh digunakan oleh ibu hamil apabila manfaatnya lebih besar dari risiko efek samping yang mungkin terjadi. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini apabila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.
  • Penggunaan obat ini pada ibu menyusui tidak disarankan.
  • Obat ini tidak direkomendasikan untuk pengobatan MRSA dan infeksi E. coli karena dicurigai adanya peningkatan risiko resistensi di beberapa negara.

Interaksi Obat Mosardal

Ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu, interaksi obat dapat terjadi. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah beberapa interaksi yang mungkin terjadi apabila obat dengan kandungan levofloxacin digunakan bersama obat lain:

  • Dapat menyebabkan penurunan absorpsi atau penyerapan obat ketika digunakan dengan garam Fe, multivitamin dengan kandungan zinc, antasida dengan kandungan magnesium atau aluminium, dan didanosine.
  • Menurunkan bioavailabilitas bila digunakan bersama dengan sukralfat.
  • Meningkatkan risiko stimulasi sistem saraf pusat dan kerjan bila digunakan dengan obat yang dapat memengaruhi ambang kejang seperti teofilin atau obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Menurunkan pembersihan ginjal bila digunakan dengan cimetidine dan probenecid.
  • Dapat meningkatkan paruh waktu ciclosporin.
  • Meningkatkan perdarahan apabila digunakan dengan antagonis vitamin K seperti warfarin.
  • Dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah apabila digunakan bersama dengan kortikosteroid.
  • Meningkatkan risiko perpanjangan interval QT jika digunakan dengan antiaritmia IA dan III, trichloroacetic acid, makrolida, dan agen psikotik.
  • Dapat menyebabkan perubahan kadar glukosa darah jika digunakan dengan agen antidiabetik seperti insulin atau glibenclamide.

Interaksi di atas bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, dan juga obat herbal, terutama jenis obat topikal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini sehingga interaksi obat dapat dihindari.

Efek Samping Mosardal

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Segera hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping seperti:

  • Gula darah rendah yang ditandai dengan sakit kepala, lapar, berkeringat, mudah tersinggung, pusing, mual, detak jantung cepat, perasaan cemas atau gemetar)
  • Gejala saraf seperti mati rasa, lemah, kesemutan, nyeri terbakar di tangan, lengan, tungkai, atau kaki.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius.
  • Tanda-tanda pecahnya tendon seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, nyeri tekan, kaku, kesulitan bergerak, atau suara benturan atau letusan di salah satu persendian.
  • Nyeri parah dan terus-menerus pada dada, perut, atau punggung. Ini dapat menandakan kerusakan pada aorta.
  • Sakit perut yang parah, diare yang berair atau berdarah.
  • Detak jantung cepat atau berdebar, sesak napas, pusing tiba-tiba.
  • Ruam kulit.
  • Kelemahan otot.
  • Peningkatan tekanan di dalam tengkorak.
  • Gangguan hati.

Efek samping lain yang lebih umum terjadi adalah seperti:

  • Mual, sembelit, diare
  • Sakit kepala, pusing
  • Kesulitan tidur

Efek samping di atas tidak selalu terjadi sehingga Anda jangan dulu merasa khawatir. Selain itu, reaksinya juga dapat berbeda-beda pada setiap orang. Reaksi efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Mosardal

Obat ini hadir dalam sediaan kaplet 500 mg dan infus dengan kandungan 500 mg/ml. Berikut adalah dosis yang lazim diberikan:

Dosis Intravena

Infeksi saluran kemih yang rumit

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari, diinfuskan selama 60 menit.

Prostatitis bakteri kronis

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 28 hari, diinfuskan selama 60 menit.

Pneumonia komunitas

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari atau dua kali sehari selama 7-14 hari, diinfuskan selama 60 menit.

Infeksi kulit dan jaringan lunak parah

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari atau dua kali sehari selama 7-14 hari, diinfuskan selama 60 menit.

Pielonefritis

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari, diinfuskan selama 60 menit.

Pengobatan dan profilaksis pasca paparan antraks

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 8 minggu, diinfuskan selama 60 menit.
  • Anak di atas usia 6 bulan dengan berat di bawah 50 kg: 8 mg/kg berat badan, dosis maksimalnya 250 mg setiap 12 jam. Diberikan selama 60 hari.
  • Anak di atas usia 6 bulan dengan berat di atas 50 kg: 500 mg setiap 24 jam. Diberikan selama 60 hari.

Dosis Oral

Sinusitis bakteri akut

  • Dewasa: 500 mg 1 kali per hari, selama 10-14 hari.

Pneumonia komunitas

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari atau dua kali sehari selama 7-14 hari.

Infeksi kulit dan jaringan lunak yang rumit

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari atau dua kali sehari selama 7-14 hari.

Prostatitis bakteri kronis

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 28 hari.

Akut eksaserbasi bakterial pada bronkitis kronis

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari.

Pielonefritis

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari.

Pengobatan dan profilaksis pasca paparan antraks

  • Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 8 minggu.
  • Anak usia di atas 6 bulan dengan berat di bawah 50 kg: 8 mg/kg berat badan, dosis maksimal sampai 250 mg setiap 12 jam.
  • Anak usia di atas 6 bulan dengan berat di atas 50 kg: 500 mg setiap 24 jam. Semua dosis diberikan selama 60 hari.

Sistitis tanpa komplikasi

  • Dewasa: 250 mg, 1 kali per hari, selama 3 hari.

Infeksi saluran kemih yang rumit

  • Dewasa: 500 mg 1 kali per hari selama 7-14 hari.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan agar mendapatkan manfaat yang diinginkan. Di sisi lain, dosis dapat berbeda pada setiap orang bergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Jangan pernah mengganti dosis sebelum berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Mosardal

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya sehingga manfaatnya dapat lebih maksimal. Berikut adalah cara penggunaan yang benar:

  • Gunakan obat ini sesuai dengan sediaannya.
  • Konsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter sehingga dapat menghindari overdosis.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera gunakan obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup gunakan dosis selanjutnya saja.
  • Hindari kontak dengan mata, hidung, atau mulut karena dapat berpotensi menyebabkan iritasi.

Petunjuk Penyimpanan Mosardal

Obat ini harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang disarankan agar kualitasnya tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 30°C agar obat tidak rusak. Bentuk infus harus disimpan di suhu yang lebih rendah.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap dan hindari menyimpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan obat rusak.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan karena dapat berbahaya jika tidak sengaja tertelan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan sehingga kualitas obat tetap terjaga.
  • Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat, jika obat sudah memasuki masa expired. Sebaiknya tidak membuang obat sembarangan karena ini dapat berpotensi merusak lingkungan.

Sekian informasi tentang Mosardal yang merupakan obat dengan kandungan levofloxacin. Obat ini adalah obat antibiotik sehingga hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter sehingga manfaat yang didapatkan dapat maksimal.

 

  1. Anonim. Levofloxacin. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levofloxacin?mtype=generic. (Diakses 18 Oktober 2020).
  2. Anonim. Levofloxacin. https://www.drugs.com/mtm/levofloxacin.html. (Diakses 18 Oktober 2020).
  3. Anonim. LEVOFLOKSASIN. http://pionas.pom.go.id/monografi/levofloksasin. (Diakses 18 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi