Terbit: 14 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Modafinil adalah obat stimulan yang dapat meningkatkan kesadaran. Obat ini digunakan untuk mengatasi kantuk yang disebabkan kondisi tertentu. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Modafinil: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Modafinil

Nama Obat Modafinil
Kelas Terapi Obat Stimulan
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi kantuk
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Tablet
Merek Dagang Modalert, Provigil

Modafinil Obat Apa?

Modafinil adalah obat stimulan yang dapat meningkatkan kesadaran dan menghilangkan kantuk. obat ini diduga bekerja dengan cara memengaruhi zat-zat tertentu di otak yang mengendalikan siklus tidur dan bangun seseorang.

Manfaat Modafinil

Secara umum manfaat Modafinil adalah untuk meningkatkan kesadaran sehingga rasa mengantuk dapat hilang. Obat ini umumnya digunakan pada seseorang yang memiliki gangguan tidur seperti:

  • Obstructive sleep apnea
  • Narkolepsi
  • Shift work sleep disorder, membantu tetap terjaga selama jam kerja meskipun jam kerja Anda membuat jam tidur tidak normal

Perlu diketahui bahwa obat ini hanya bekerja meningkatkan kesadaran saja dan obat ini tidak bekerja menyelesaikan masalah gangguan tidur yang Anda alami.

Dosis Modafinil

Modafinil umumnya hadir dalam sediaan tablet. Dosis pada setiap orang dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Berikut adalah dosis yang lazim diberikan:

Dosis untuk Narkolepsi

Dosis untuk narkolepsi yang disarankan adalah:

  • Dewasa: dosis awal 200 mg per hari, diberikan sebagai dosis tunggal di pagi hari atau dibagi menjadi dua dosis di pagi dan siang hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg per hari.
  • Lansia: dosis awal 100 mg per hari.

Dosis untuk Obstructive Sleep Apnea

Dosis untuk obstructive sleep apnea yang disarankan adalah:

  • Dewasa: dosis awal 200 mg per hari, diberikan sebagai dosis tunggal di pagi hari atau dibagi menjadi dua dosis di pagi dan siang hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg per hari.
  • Lansia: dosis awal 100 mg per hari.

Dosis untuk Shift-Work Sleep Disorder

Dosis untuk shift-work sleep disorder yang disarankan adalah:

  • Dewasa: 200 mg per hari, diberikan dalam dosis tunggal pada saat 1 jam sebelum bekerja.
  • Lansia: dosis awal 100 mg per hari.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dokter dapat merubah dosis Modafinil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Modafinil

Penggunaan obat ini sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan yang harus diperhatikan:

  • Obat ini dapat digunakan bersamaan maupun tidak bersamaan dengan makanan.
  • Obat ini dikonsumsi dengan cara langsung ditelan bersama air.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Modafinil

Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat pada suhu antara 25-30° C.
  • Simpan obat di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Modafinil

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin timbul:

  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Agitasi
  • Gugup
  • Kebingungan
  • Tremor
  • Gelisah
  • Gangguan kepribadian
  • Psikosis
  • Depresi
  • Halusinasi
  • Mual
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Gangguan pencernaan
  • Diare
  • Sembelit
  • Anoreksia
  • Pruritus
  • Takikardia
  • Palpitasi
  • Angioedema
  • Reaksi alergi

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan suplemen dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Modafinil

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Alfentanil
  • Axitinib
  • Brigatinib
  • Buprenorphine
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Cobimetinib
  • Codeine
  • Daclatasvir
  • Darunavir
  • Deflazacort
  • Desogestrel
  • Dienogest
  • Dihydrocodeine
  • Doxorubicin
  • Doxorubicin Hydrochloride Liposome
  • Dronedarone
  • Drospirenone
  • Elbasvir
  • Encorafenib
  • Enzalutamide
  • Erdafitinib
  • Estradiol
  • Ethinyl Estradiol
  • Ethynodiol
  • Etonogestrel
  • Fentanyl
  • Gestodene
  • Grazoprevir
  • Hemin
  • Hydrocodone
  • Ifosfamide
  • Iobenguane I 131
  • Levonorgestrel
  • Lorlatinib
  • Meperidine
  • Mestranol
  • Methadone
  • Neratinib
  • Nifedipine
  • Norethindrone
  • Norgestimate
  • Norgestrel
  • Olaparib
  • Oxycodone
  • Pentazocine
  • Perampanel
  • Piperaquine
  • Simeprevir
  • Sonidegib
  • Sufentanil
  • Tacrolimus
  • Tolvaptan
  • Tramadol
  • Velpatasvir
  • Venetoclax
  • Voxilaprevir
  • Clomipramine
  • Cyclosporine
  • Ospemifene
  • Triazolam

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Modafinil masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Modafinil

Modafinil termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Modafinil dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki kondisi seperti riwayat penyalahgunaan alkohol, penyalahgunaan obat, angina, riwayat serangan jantung, penyakit jantung, depresi, hipertensi, gangguan bipolar, psikosis, dan penyakit hati parah.
  • Penggunaan obat ini pada ibu hamil masuk kategori C menurut FDA, sehingga obat ini hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari kemungkinan munculnya efek samping.

 

  1. Anonim. 2019. Modafinil (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs./modafinil./drg-20064870?p=1. (Diakses 14 September 2019).
  2. Anonim. Modafinil. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/modafinil?mtype=generic. (Diakses 14 September 2019).
  3. Anonim. Modafinil. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16962/modafinil-oral/details. (Diakses 14 September 2019).
  4. Multum, Cerner. 2019. Modafinil. https://www.drugs.com/mtm/modafinil.html. (Diakses 14 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi