Terbit: 11 Januari 2020 | Diperbarui: 12 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Methylergometrine obat apa? Methylergometrine adalah obat yang ditujukan bagi wanita baru melahirkan (postpartum) atau baru melakukan aborsi (postabortal) yang mengalami perdarahan. Perdarahan merupakan kondisi yang rentan dialami oleh wanita melahirkan yang mana hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Ketahui lebih lanjut mengenai manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya dari obat ini!

obat-Methylergometrine-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Methylergometrine

 Nama obat  Methylergometrine
 Golongan obat  Alkaloid ergot
 Kategori obat  Obat keras
 Manfaat obat  Mengatasi perdarahan postpartum atau postabortal
 Sediaan obat  Tablet dan larutan injeksi

 

Cara Kerja Obat Methylergometrine

Methylergometrine atau Metilergometrin adalah obat dari golongan alkaloid ergot yang digunakan untuk mengatasi sekaligus mengontrol perdarahan pada wanita postpartum atau postabortal. Perdarahan postpartum sendiri umumnya disebabkan oleh subinvolusi rahim (uterus).

Methylergometrine bekerja dengan cara menstimulasi otot polos rahim dan vaskular agar dapat berkontraksi sehingga perdarahan dapat diminimalisir. Hal ini dimungkinkan karena obat ini adalah antagonis parsial dari reseptor alfa-adrenergik, dopaminergik, dan serotonergik.

Sifat antagonis Metilergometrin terhadap reseptor-reseptor inilah yang lantas membuat obat memiliki mekanisme pengikatan yang menghasilkan aktivitas kontraksi otot rahim tersebut.

Dibandingkan dengan varian alkaloid ergot lainnya seperti ergometrine, mekanismem kerja obat ini membuatnya lebih efektif dalam mengatasi perdarahan pasca melahirkan. Itu sebabnya, dokter cenderung menggunakan obat Metilergometrin saat menangani pasien dengan kondisi ini.

Manfaat Obat Methylergometrine

Manfaat Methylergometrine sebagaimana tercantum berikut ini:

  • Mengatasi perdarahan pasca melahirkan akibat subinvolusi rahim
  • Mengontrol perdarahan pasca aborsi
  • Meminimalisir risiko atonia uteri (khusus operasi Caesar)

Kontraindikasi Obat Methylergometrine

Obat Metilergometrin memiliki kontraindikasi terhadap sejumlah penyakit. Anda tidak disarankan untuk menggunakan obat ini apabila di saat yang bersamaan mengidap penyakit seperti:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit hati (liver)
  • Penyakit jantung
  • Penyakit vaskular obliteratif
  • Eklampsia
  • Inersia uterus
  • Stenosis katup mitral

Sampaikan kepada dokter apabila Anda sedang atau pernah mengalami penyakit-penyakit di atas. Dokter mungkin akan memberikan alternatif obat pengganti yang lebih aman.

Dosis Obat Methylergometrine

Metilergometrin adalah obat yang masuk ke dalam kategori obat resep. Artinya, dosis obat ini merujuk pada aturan dari dokter yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien.

Idealnya, dosis Methylergometrine adalah sebagai berikut:

1. Oral

  • Dewasa (perdarahan postpartum): 20 mcg, 3-4 kali sehari selama 2-7 hari

2. Injeksi Intravena

  • Dewasa (perdarahan postpartum dan postabortal): 200 mcg setiap 2-4 jam sekali, dosis maksimal 5 kali sehari

3. Injeksi Intramuskular

  • Dewasa (perdarahan postpartum dan postabortal): 200 mcg setiap 2-4 jam sekali, dosis maksimal 5 kali sehari

Informasi dosis di atas merupakan gambaran umum. Dosis obat yang sebenarnya mungkin berbeda tergantung dari dokter. Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan.

Penggunaan Metilergometrin yang melebihi dosis (overdosis) akan berdampak pada sejumlah kondisi seperti:

  • Mati rasa
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Gangguan pernapasan

Segera lakukan penanganan medis apabila mengalami overdosis sebelum terjadi kondisi yang lebih buruk.

Petunjuk Penggunaan Methylergometrine

Dalam menggunakan Metilergometrin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat tersebut, yaitu:

  • Gunakan obat sesuai dengan dosis, tak kurang maupun lebih
  • Pemilihan sediaan obat (tablet atau injeksi) disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien
  • Penggunaan obat harus dilakukan secara konsisten, baik dosis maupun jadwal minum obat
  • Apabila lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Selalu berkoordinasi dengan dokter selama pemakaian obat

Petunjuk Penyimpanan Obat Methylergometrine

Khusus untuk obat Metilergometrin tablet, cara menyimpan obat yang benar adalah sebagai berikut:

  • Simpan di tempat bersuhu kurang dari 25 derajat celcius (oral), 2-8 derajat celcius (injeksi intravena dan intramuscular)
  • Hindari menyimpan suplemen di tempat lembap
  • Hindari menyimpan suplemen di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan suplemen dari jangkauan anak-anak
  • Hentikan konsumsi suplemen apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Methylergometrine

Penggunaan Metilergometrin tak lepas dari yang namanya efek samping. Beberapa orang mungkin akan mengalami sejumlah gejala efek samping pasca menggunakan obat ini, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Mual dan muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pernapasan
  • Halusinasi
  • Syok
  • Kaki kram
  • Reaksi alergi (sangat jarang)

Hentikan penggunaan obat apabila Anda mengalami gejala efek samping di atas pasca mengonsumsinya.

Interaksi Obat Methylergometrine

Penggunaan obat bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan akan menimbulkan interaksi obat. Obat-obatan yang dimaksud tergolong ke dalam golongan obat CYP3A4 inhibitor seperti:

  • Clarithromycin
  • Delavirdine
  • Erythromycin
  • Indinavir
  • Ketoconazole
  • Nelfinavir
  • Ritonavir
  • Troleandomycin

Selain obat-obatan, Metilergometrin juga dapat menimbulkan interaksi apabila digunakan bersamaan dengan jus jeruk Bali.

Peringatan dan Perhatian Obat Methylergometrine

Perhatian! Perhatikan sejumlah hal lainnya berikut ini saat hendak menggunakan Methylergometrine:

  • Obat tidak dikonsumsi oleh anak-anak
  • Obat tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan yang dapat menimbulkan interaksi obat
  • Obat tidak digunakan bersamaan dengan konsumsi alkohol
  • Obat tidak disarankan bagi pasien dengan penyakit tertentu seperti hipertensi, gangguan fungsi hati (liver), dan penyakit jantung
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan
  • Hentikan penggunaan obat apabila mengalami gejala efek samping seperti yang telah disebutkan di atas

 

  1. Methylergometrine. http://mims.com/indonesia/drug/info/methylergometrine/?type=brief&mtype=generic (Diakses pada 11 September 2019)
  2. Methylergometrine. http://www.rxwiki.com/methylergometrine (Diakses pada 11 September 2019)
  3. Anonim. Postpartum Bleeding. https://www.webmd.com/women/vaginal-bleeding-after-birth-when-to-call-doctor#1 (Diakses pada 11 September 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi