Terbit: 2 Agustus 2020 | Diperbarui: 9 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Mebhydrolin adalah obat antihistamin. Sebagai obat antihistamin, apa fungsi dari Mebhydrolin? Ketahui obat ini lebih lanjut berikut dosis, efek samping, hingga petunjuk pemakaian dan penyimpanannya.

Mebhydrolin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Mebhydrolin

Nama obat Mebhydrolin
Golongan obat Antihistamin
Kategori obat Obat keras
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA N
Fungsi obat Mengatasi reaksi alergi
Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Adenoma prostat
  • Glaukoma sudut sempit
  • Asma akut
  • Lesi fokal
Dosis obat
  • Dewasa: 100-300 mg per hari
  • Anak-anak: 50-100 mg/hari (usia <2 tahun); 50-150 mg/hari (usia 2-5 tahun); 100-200 mg/hari (usia 5-10 tahun); 100-300 mg/hari (usia >10 tahun)
Sediaan obat Tablet

 

Mebhydrolin Obat Apa?

Mebhydrolin obat apa? Mebhydrolin adalah obat dari golongan antihistamin. Sebagai obat antihistamin, obat ini berfungsi untuk mengatasi gejala reaksi alergi seperti kulit gatal, hidung berair, dan bersin.

Obat mebhydrolin memiliki mekanisme kerja yakni menghambat aktivitas histamin. Histamin adalah senyawa yang menjadi pemicu timbulnya reaksi-reaksi alergi sebagaimana yang tadi sudah disebutkan.

Merek Dagang Obat Mebhydrolin

Obat ini tersedia dalam berbagai merek dagang, di antaranya:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Histapan
  • Cellahist
  • Gabiten
  • Interhistin
  • Incitin
  • Katergi
  • Omecidal
  • Biolergy
  • Tralgi
  • Zoline

Fungsi Obat Mebhydrolin

Mebhydrolin adalah obat antihistamin yang memiliki fungsi untuk mengatasi reaksi alergi. Reaksi alergi yang dimaksud seperti:

  • Kulit gatal
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin

Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Mebhydrolin

Dalam menggunakan obat mebhydrolin, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Mebhydrolin

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Adenoma prostat
  • Glaukoma sudut sempit
  • Asma akut
  • Lesi fokal

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Mebhydrolin Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti hipotensi, sakit kepala, dan gejala efek samping lainnya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Mebhydrolin Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori N untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui.

Kategori N merujuk pada jenis obat-obatan yang hingga saat ini belum memiliki bukti ilmiah terkait dengan keamanannya apabila digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter.

Interaksi Obat Mebhydrolin

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Depresan SSP
  • Penghambat MAO
  • Antikolinergik

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

 Efek Samping Obat Mebhydrolin

Obat mebhydrolin dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksu adalah sebagai berikut:

  • Kerusakan hati (penggunaan jangka panjang dan melebihi dosis)
  • Kulit terkelupas
  • Pembengkakan pada bibir, lidah wajah, tenggorokan
  • Sariawan
  • Perdarahan
  • Gangguan pernapasan

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Mebhydrolin

Mebhydrolin masuk ke dalam kategori obat bebas. Penggunaan obat bisa tanpa resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Mebhydrolin Tersedia?

Mebhydrolin tersedia dalam bentuk tablet oral dengan sejumlah takaran dosi. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan.

2. Dosis Obat Mebhydrolin

Berikut aturan dosis umum untuk obat mebhydrolin:

  • Dewasa: 100-300 mg per hari
  • Anak-anak: 50-100 mg/hari (usia <2 tahun); 50-150 mg/hari (usia 2-5 tahun); 100-200 mg/hari (usia 5-10 tahun); 100-300 mg/hari (usia >10 tahun)

Cara Pemakaian Obat Mebhydrolin

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat mebhydrolin yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil

Petunjuk Penyimpanan Obat Mebhydrolin

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu di bawah 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Mebidrolin Napadisilat. http://pionas.pom.go.id/monografi/mebidrolin-napadisilat (Diakses pada 2 Agustus 2020)
  2. Mebhrydoline. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mebhydrolin?mtype=generic (Diakses pada 2 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi