Terbit: 1 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Maltofer obat apa? Maltofer adalah obat yang mengandung zat besi sehingga sering kali disebut suplemen zat besi. Obat maltofer dijual bebas di apotek dan beberapa tempat lainnya. Namun, Anda juga perlu mengetahui aturan pakai maltofer.

Maltofer – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat maltofer termasuk informasi tentang bentuk sediaan maltofer, indikasi maltofer, kontraindikasi maltofer, manfaat maltofer, dosis maltofer, dan efek samping maltofer.

  • Nama: Maltofer
  • Kelas Terapi: Anemia Defisiensi Besi
  • Monografi Obat: Besi (III) Hidroksida dalam Sukrosa

Bentuk Sediaan Maltofer

Suplemen maltofer yang beredar di pasar konsumen memiliki tiga jenis bentuk sediaan. Bentuk sediaan maltofer di antaranya adalah drops, sirup, dan tablet. Ketiga bentuk sediaan maltofer tersebut dapat dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, dan dewasa. Ibu hamil dan menyusui juga bisa menggunakan maltofer.

Bentuk sediaan drop biasanya diperuntukkan bagi anak-anak. Maltofer dalam bentuk sirup dapat dikonsumsi anak-anak hingga dewasa. Meskipun tersedia dalam bentuk cairan dengan rasa menarik, anak-anak juga dapat memakai maltofer tablet.

Maltofer dalam bentuk tablet bisa dikunyah karena tablet maltofer termasuk tablet kunyah. Ada dua jenis tablet kunyah maltofer, yaitu ada yang mengandung tambahan asam folat dan ada yang hanya zat besi saja. Sesuaikanlah dengan kebutuhan Anda.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Kandungan Maltofer

Maltofer mengandung bahan aktif zat besi atau lebih tepatnya adalah Besi (III) Hidroksida dalam Sukrosa. Namun, suplemen maltofer juga ada yang memiliki kandungan asam folat selain zat besi. Ibu hamil sebaiknya memiliki maltofer fol karena memiliki kandungan asam folat juga.

Harga Obat Maltofer

Harga maltofer berbeda-beda tergantung pada bentuk sediaan dan jenisnya. Maltofer dalam bentuk drop dengan netto 30 mL per botol dibanderol seharga Rp75.000 untuk setiap satu botol.

Suplemen maltofer dalam bentuk sirup memiliki kisaran harga sekitar Rp80.000 – Rp85.000 per botol. Harga obat maltofer dengan bentuk sediaan tablet dibanderol dengan harga Rp20.000 hingga Rp23.000 per strip.

Setiap satu strip tablet maltofer mengandung 6 tablet. Anda juga dapat membeli maltofer tablet langsung satu dos dengan jumlah harga sebesar Rp100.000 – Rp120.000. Obat maltofer berbentuk tablet yang mengandung asam folat biasanya lebih mahal daripada yang tidak mengandung asam folat.

Indikasi Maltofer

Meskipun bukan termasuk obat keras, obat maltofer semestinya digunakan jika Anda memiliki indikasi penggunaannya. Jika Anda mengalami masalah anemia karena defisiensi zat besi maka Anda bisa menggunakan maltofer.

Umumnya, hal ini kerap kali dialami oleh banyak ibu hamil sehingga maltofer telah banyak disarankan dokter untuk dikonsumsi oleh para ibu hamil. Selain itu, suplemen ini juga cocok diberikan kepada penderita anemia gizi besi yang memiliki masalah hemodialisis kronik dan sedang menjalani terapi suplemen tertentu.

Kontraindikasi Maltofer

Orang-orang yang memiliki alergi terhadap kandungan zat besi dalam maltofer sebaiknya tidak menggunakan obat maltofer. Hal ini dikarenakan adanya efek samping berupa reaksi alergi yang bisa terjadi tiba-tiba.

Penderita asma dan eksim juga tidak dapat menggunakan maltofer. Obat maltofer juga perlu dihindari oleh penderita anafilaksis, bradikardi, infeksi, dan  penyakit atau gangguan pada organ hati.

Interaksi Obat Maltofer

Apabila Anda berniat untuk menjalani terapi suplemen maltofer secara maka pastikan Anda tidak menjalaninya bersamaan dengan maltofer parenteral. Kandungan zat besi oral dan parenteral tidak bisa masuk ke dalam tubuh secara bersamaan.

Hal ini dikarenakan zat besi parenteral akan menurunkan tingkat penyerapan zat besi oral. Adapun sebaiknya Anda menggunakan terapi maltofer parenteral lebih dulu. Setelah itu, maka tunggulah 5 hari dan Anda baru bisa menggunakan maltofer oral.

Manfaat Maltofer

Manfaat maltofer sama seperti suplemen mineral pada umumnya. Obat maltofer yang mengandung zat besi bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada anak-anak, remaja, dewasa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Jenis obat maltofer yang memiliki kandungan asam folat memiliki manfaat tambahan, yaitu mencukupi asupan asam folat yang sangat berguna untuk ibu hamil. Beberapa masalah medis akibat defisiensi zat besi pun dapat dicegah atau diatasi.

Dosis Obat Maltofer

Manfaat maltofer bisa Anda dapatkan jika Anda menggunakan suplemen maltofer sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang dianjurkan. Dosis maltofer harus disesuaikan dengan bentuk sediaan.

Maltofer drop, sirup, dan tablet memiliki dosis yang berbeda. Perbedaan dosis maltofer juga tergantung pada usia dan kondisi fisik pasien. Pada bentuk sediaan drop, dosis maltofer adalah 5-10 mL / hari bagi anak usia 1-2 tahun.

Dosis maltofer dengan bentuk sediaan sirup untuk orang dewasa (ibu hamil) adalah 5-10 mL per hari. Jika Anda ingin memberikan maltofer sirup pada anak-anak maka pastikan Anda telah melakukan konsultasi dulu dengan dokter.

Maltofer tablet bisa digunakan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun dengan dosis 1 tablet dalam sehari. Dosis maltofer tersebut juga berlaku untuk orang dewasa, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ada kemungkinan dosis tersebut memiliki perbedaan dari dosis yang dianjurkan oleh dokter. Jika hal demikian terjadi maka sebaiknya Anda mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter karena kondisi setiap pasien tidaklah sama.

Efek Samping Maltofer

Penggunaan obat maltofer yang tidak sesuai aturan dan dosis yang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping tertentu. Efek samping maltofer bisa berupa gatal, ruam, mual, muntah, diare, sakit perut, dan sesak napas jika ternyata Anda alergi dengan kandungan maltofer.

Efek samping maltofer juga dapat menimbulkan demam, nyeri dada, hipotensi, pruritus, mialgia, takikardia, bronkospasme,  urtikaria, ruam kulit, dan radang urat darah. Ada juga beberapa efek samping yang jarang terjadi, yaitu kelelahan, udem, perifer, dan reaksi anafilaktoid.

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Besi (III) Hidroksida dalam Sukrosa. http://pionas.pom.go.id/monografi/besi-iii-hidroksida-dalam-sukrosa


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi