Terbit: 17 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Obat malaria alami dapat membantu pengobatan penyakit malaria. Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini termasuk endemik di beberapa daerah di Indonesia dan penyebarannya adalah melalui nyamuk Anopheles. Apa saja obat alami yang dapat dicoba di rumah?

9 Obat Malaria Alami untuk Pengobatan di Rumah dan Tips Pencegahannya

Obat Malaria Alami

Pengobatan untuk mengurangi gejala yang timbul ketika menderita penyakit malaria dapat didukung dengan menggunakan obat tradisional malaria. Berikut adalah 9 obat malaria alami yang dapat Anda coba!

1. Daun Sirsak

Obat malaria alami yang pertama adalah daun sirsak (Annona muricata).

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki efek antimalaria yang kuat sehingga dapat menjadi sumber potensial untuk dijadikan obat malaria yang aman dan efektif.

Daun sirsak memiliki kandungan berbagai senyawa kimia seperti diterpenoid, flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, kaempferol, dan asetogenin yang diketahui memiliki aktivitas antimalaria.  Antioksidan dalam daun sirsak juga diketahui berkontribusi dalam aktivitas antimalaria.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

2. Mangga

Tanaman mangga (Magifera Indica) juga terbukti dapat menjadi obat tradisional malaria.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mangga memiliki aktivitas antiplasmodial terhadap Plasmodium yoelii nigeriensis, namun jenis Plasmodium ini tidak menyebabkan malaria pada manusia.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang mangga juga dapat menghambat pertumbuhan Plasmodium falciparum hingga 50,4%.

3. Daun Cocor Bebek

Cara alami mengobati malaria selanjutnya adalah dengan menggunakan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Lam).

Sebuah penelitian menunjukkan ekstrak etanol dari daun cocor bebek dengan dosis tertentu memiliki efek antimalaria yang sangat baik. Sebagian besar senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak daun cocor bebek merupakan senyawa-senyawa bufadienolida. Senyawa-senyawa ini lah yang kemungkinan bekerja sebagai antimalaria.

4. Pare

Peria atau pare (Momordica charantia) juga dipercaya sebagai obat malaria alami yang ampuh.

Pare memiliki kandungan alkaloid yang tinggi. Alkaloid adalah salah satu produk alami yang menunjukkan aktivitas antimalaria paling efektif. Sumber lain menyatakan bahwa daun pare juga dapat digunakan sebagai pengobatan diabetes.

Cara mengobati malaria dengan daun pare adalah sebagai berikut:

  • Ambil beberapa lembar daun pare
  • Seduh daun dengan menggunakan air panas
  • Diamkan hingga daun meresap ke air selama beberapa saat
  • Saring daun pare dan ambil airnya untuk diminum.

obat-malaria-alami-doktersehat

5. Tanaman Jarak

Tanaman jarak banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.

Tanaman ini juga ternyata bisa menjadi obat malaria alami. Daun jarak pagar (Jatropha curcas) memiliki kandungan senyawa apigenin, vitexin, dan isovitexin yang dapat mengatasi kondisi kesehatan seperti malaria, rematik, dan nyeri otot.

Selain spesies jarak pagar, penelitian lain juga menunjukkan bahwa tanaman jarak (Ricinus communis) juga memiliki efek beracun terhadap nyamuk Anoplehes yang menyebarkan malaria.

6. Daun Senna

Senna merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di daerah tropis.

Senna tora (Cassia tora) diketahui memiliki aktivitas larvasida terhadap vektor malaria, sehingga dapat mencegah malaria berkembang. Tanaman Senna occidentalis (Cassia occidentalis) juga memiliki daun dan ekstrak kulit akar yang memiliki aktivitas antibakteri serta antimalaria.

7. Jahe

Jahe (Zingiber officinale) juga sudah sering digunakan oleh masyarakat di beberapa negara sebagai obat malaria alami.

Terdapat beberapa kandungan aktif jahe yang dapat membantu meringankan gejala malaria. Salah satunya adalah gingerol yang memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi. Jahe dapat membantu meringankan rasa sakit dan mual yang menjadi gejala dari malaria.

Cara alami mengobati malaria dengan jahe adalah sebagai berikut ini:

  • Siapkan 1 potong jahe berukuran 2,5 cm dan 1,5 gelas air
  • Potong jahe dan rebus dalam air hingga air mendidih
  • Saring dan minum air jahe setelah sedikit dingin, Anda dapat menambahkan madu untuk menambah rasa manis pada air jahe
  • Minum ramuan tersebut 1-2 gelas per hari hingga kondisi pulih

8. Kayu Manis

Obat malaria alami yang dapat Anda coba selanjutnya adalah kayu manis.

Kayu manis memiliki kandungan senyawa seperti cinnamaldehyde, minyak atsiri, tanin, mucilage, dan safrol yang memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antivirus, serta antijamur. Penelitian juga menunjukkan adanya efek antiplasmodial dari ekstrak kulit kayu manis.

Berikut adalah cara mengobati malaria dengan menggunakan kayu manis:

  • Siapkan 1 sendok teh bubuk kayu manis, sedikit bubuk lada, 1 sendok teh madu
  • Rebus bubuk kayu manis dan bubuk lada hitam dalam air selama beberapa menit
  • Saring air rebusan dan tambahkan madu
  • Aduk campuran rebusan dan madu hingga rata
  • Minum satu atau dua gelas ramuan kayu manis ini setiap hari

9. Jus Jeruk

Obat alami yang sangat sederhana, namun jus jeruk mungkin dapat ampuh meredakan gejala malaria.

Jeruk mengandung vitamin C yang sangat penting untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi ini kemungkinan dapat membantu meredakan demam yang menjadi gejala malaria. Minumlah 2-3 gelas per hari untuk selama Anda menjalani pengobatan untuk malaria.

Baca Juga: 10 Obat Tipes Alami untuk Mempercepat Kesembuhan Tipes

Pencegahan Malaria

Pada dasarnya penyakit malaria dapat dicegah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan sehari-hari sebagai pencegahan malaria:

  • Pastikan tidak ada genangan air di sekitar tempat tinggal Anda, karena genangan air ini dapat menjadi tempat untuk nyamuk Anopheles berkembangbiak.
  • Jaga kebersihan rumah dan pastikan rumah tidak lembap dan tetap bersih. Gunakan desinfektan untuk membersihkan rumah dan toilet.
  • Gunakan obat nyamuk selama tidur, terutama jika Anda tinggal di daerah endemik malaria
  • Gunakan baju dan celana panjang ketika keluar rumah
  • Pastikan air yang Anda konsumsi merupakan air bersih

Itu dia beberapa obat malaria alami dan juga pencegahan malaria yang dapat Anda terapkan. Penting diketahui bahwa pengobatan malaria yang paling efektif adalah dengan menggunakan obat medis yang diresepkan oleh dokter. Kebanyakan penelitian tentang obat malaria alami ini masih perlu dilakukan berulang-ulang, hingga semua orang mengetahui efektivitasnya.

Kondisi setiap orang juga tentunya berbeda-beda, sehingga penggunaan obat tradisional malaria tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Hanya gunakan obat alami apabila dokter Anda mengizinkan penggunaannya.

 

  1. Abdillah, Syamsudin. ANTIMALARIAL ACTIVITY AND TOXICITY EVALUATION OF THE ALKALOID-RICH FRACTION OF MOMORDICA CHARANTIA FRUITS. http://ijpsr.com/bft-article/antimalarial-activity-and-toxicity-evaluation-of-the-alkaloid-rich-fraction-of-momordica-charantia-fruits/?view=fulltext. (Diakses 17 September 2019).
  2. CABI. 2014. Momordica charantia
    (bitter gourd). https://www.cabi.org/isc/datasheet/34678#top-page. (Diakses 17 September 2019).
  3. Hermanto, Faizal. 2014. UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7. http://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/18/15. (Diakses 17 September 2019).
  4. Ibrahim, M.A, at al. 2010. Senna occidentalis leaf extract possesses antitrypanosomal activity and ameliorates the trypanosome-induced anemia and organ damage. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3141310/. (Diakses 17 September 2019).
  5. Kukreja, Kushneet. 2019. Malaria: Causes, Symptoms, Natural Remedies, And Prevention Tips. https://www.stylecraze.com/articles/effective-home-remedies-to-treat-malaria/#gref. (Diakses 17 September 2019).
  6. Mbatchou, Valentine C, et al. 2017. Mosquito larvicidal activity of Cassia tora seed extract and its key anthraquinones aurantio-obtusin and obtusin. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5681828/. (Diakses 17 September 2019).
  7. Parvazi, Shirin. 2016. The Effect of Aqueous Extract of Cinnamon on the Metabolome of Plasmodium falciparum Using 1HNMR Spectroscopy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4745969/. (Diakses 17 September 2019).
  8. Patil, Deepak, et al. 2013. Evaluation of Jatropha curcas Linn. leaf extracts for its cytotoxicity and potential to inhibit hemagglutinin protein of influenza virus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3784917/. (Diakses 17 September 2019).
  9. Shah, K.A, et al. 2010. Mangifera Indica (Mango). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249901/#ref46. (Diakses 17 September 2019).
  10. Somsak, Voravuth, et al. 2016. In Vivo Antimalarial Activity of Annona muricata Leaf Extract in Mice Infected with Plasmodium berghei. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4820626/. (Diakses 17 September 2019).
  11. SW, Wachira. 2014. Toxicity of six plant extracts and two pyridone alkaloids from Ricinus communis against the malaria vector Anopheles gambiae. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24996560. (Diakses 17 September 2019).
  12. Willcox, Merlin L dan Gerard Bodeker. 2004. Traditional herbal medicines for malaria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC527695/. (Diakses 17 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi