Terbit: 30 April 2020 | Diperbarui: 9 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Obat maag tersedia dalam berbagai golongan yang memiliki fungsi serupa, yakni untuk mengobati beberapa gejala akibat sakit maag. Selain obat-obatan, sakit maag juga dapat diatasi dengan obat tradisional dan perubahan gaya hidup. Apa saja obatnya? Simak terus untuk mendapatkan informasi tentang obat-obatan medis hingga obat alami di bawah ini!

14 Obat Maag Alami dan Medis (Cepat dan Ampuh)

Obat Maag di Apotek

Pengobatan untuk gangguan pencernaan, seperti sakit maag, tergantung pada penyebab dan keparahan gejalanya. Jika gejalanya ringan dan jarang, menerapkan perubahan gaya hidup bisa meredakan. Lain halnya jika gejala sakit maag tergolong parah atau sering, maka obat-obatan diperlukan untuk mengatasi masalah pencernaan yang satu ini.

Berikut beberapa obat maag yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan gejalanya:

1. Antasida

Obat ini berfungsi menetralkan asam lambung untuk meredakan beberapa gejala maag dengan ampuh. Antasida adalah obat yang tergolong bebas dan bisa didapatkan di toko obat atau apotek. Obat tersedia dalam bentuk tablet dan cair.

Obat maag kronis ini biasanya tidak memiliki efek samping jika menggukanannya sesekali dan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Adapaun efek samping yang timbul meski jarang terjadi, di antaranya diare, sembelit, perut kembung, keram perut, dan muntah.

Meski aman untuk kebanyakan orang, tetapi antasida tidak cocok untuk beberapa orang seperti, ibu hamil atau menyusui, anak di bawah usia 12 tahun, penyakit hati, masalah ginjal, dan gagal jantung.

2. Proton Pump Inhibitors (PPIs)

Proton Pump Inhibitors (PPIs) adalah golongan obat maag kronis untuk menghambat enzim yang menghasilkan asam lambung berlebih. Ini dapat membantu mengatasi beberapa gejala sakit maag. Selain menurunkan kadar asam lambung, obat dari golongan PPIs juga dapat mengatasi kerusakan kerongkongan yang disebabkan asam lambung.

Beberapa obat yang tergolong PPI termasuk, pantoprazole, omeprazole, esomeprazole, lansoprazole, dexlansoprazole, dan rabeprazole. Obat ini memiliki sifat yang lebih kuat sehingga dapat digunakan jika Anda sudah kebal terhadap antasida.

Meski bisa didapatkan di apotek dan aman digunakan sesuai dosis, obat harus berdasarkan resep dokter karena  terkait dengan beberapa efek samping, di antaranya diare, gagal ginjal, dan kerapuhan tulang.

3. Antagonis Reseptor H-2

Obat maag ini bekerja mengurangi kadar asam lambung yang juga lebih kuat dari antasida. Namun, antasida bekerja lebih cepat. Obat ini dapat diberikan berdasarkan resep dari dokter.

Beberapa obat yang termasuk ke dalam golongan antagonis reseptor H-2 termasuk, cimetidin, famotidin, ranitidin, dan nizatidin. Bagi beberapa orang, obat-obatan ini mungkin menimbulkan efek samping, di antaranya mual, muntah, konstipasi, diare, sakit kepala, memar, dan pendarahan.

4. Bismuth Subsalicylate

Bismuth subsalicylate juga bisa digunakan dalam menetralkan asam lambung untuk meredakan gejala maag. Obat ini juga digunakan untuk diare, mulas, dan sakit perut pada orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun.

Obat sakit maag ini tersedia dalam bentuk cair, tablet, atau tablet kunyah untuk diminum, dengan atau tanpa makanan. Gunakanlah obat sesuai petunjuk pada kemasan, atau Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Bismuth subsalicylate dapat menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya sakit perut, sembelit, gelisah, gejala pilek, lidah menghitam, hingga feses berwarna cokelat atau abu kehitaman.

5. Sukralfat

Sukralfat adalah obat yang banyak digunakan untuk mencegah dan mengobati sakit maag. Obat maag ini juga digunakan untuk sejumlah masalah pencernaan lainnya, seperti penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit refluks gastroesofagus, gastritis, dan tukak lambung.

Obat yang tersedia dalam bentuk tablet ini bekerja sebagai agen sitoprotektif, yang melindungi sel-sel di saluran pencernaan dari kerusakan akibat asam lambung, garam empedu, alkohol, dan asam asetilsalisilat (aspirin).

Meski dapat ditoleransi dengan baik dan aman, sukralfat memiliki beberapa efek samping termasuk, sembelit, diare, dan mual. Obat ini juga tidak disarankan bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal dan ibu hamil atau menyusui.

6. Prokinetik

Obat maag ini mengurangi jumlah asam lambung dengan mengosongkan lambung (mengalirkan isi lambung ke dalam usus dua belas jari) secara cepat. Contoh obat prokinetik adalah domperidon dan metoclopramide. Biasanya obat ini dapat diminum sebelum makan dan sebelum tidur.

Penggunaan obat sakit maag ini harus berdasarkan resep dokter, karena memiliki efek samping yang lebih serius daripada PPIs atau H2 blocker, di antaranya gelisah, depresi, diare, kantuk, kecemasan, kelelahan, dan Mual.

7. Antibiotik

Obat antibiotik biasanya jarang diberikan untuk mengatasi sakit maag, karena obat maag kronis ini dapat diresepkan jika gejala maag diakibatkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Antibiotik bekerja untuk membunuh bakteri tersebut.

Beberapa golongan obat antibiotik di antaranya amoxicillin, metronidazole, clarithromycin, dan tetracycline. Obat-obatan ini memiliki sejumlah efek samping, di antaranya sakit perut, diare, dan infeksi jamur.

Sebelum mengonsumsinya, pastikan untuk mengikuti anjuran yang tertera pada kemasan obat atau bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

8. Antidepresan

Jika dokter tidak menemukan penyebab sakit maag setelah pemeriksaan menyeluruh dan penderita maag belum merespons pengobatan, dokter mungkin akan meresepkan antidepresan dosis rendah.

Obat sakit maag ini terkadang dapat meredakan ketidaknyamanan dengan mengurangi sensasi rasa sakit maag. Obat ini dapat menimbulkan efek samping termasuk mual, sakit kepala, agitasi, sembelit, dan keringat malam.

Baca Juga: Maag: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Obat, Cara Mencegah, dll

Obat Maag Alami (Tradisional)

Jika obat-obatan tidak efektif mengatasi gejala sakit maag, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan obat alternatif yang terdiri dari bahan alami.

Beberapa obat maag tradisional yang dapat membantu mengatasi gejala sakit maag, di antaranya:

1. Jahe

Jahe adalah obat herbal untuk mengatasi gangguan pencernaan karena dapat mengurangi kadar asam lambung. Terlalu banyak atau sedikit kadar asam lambung dapat menyebabkan gejala yang sama.

Minumlah secangkir obat maag alami ini sesuai kebutuhan untuk menenangkan perut dan meredakan gangguan pencernaan. Namun, jangan terlalu banyak minum air jahe, karena dapat menimbulkan beberapa efek samping termasuk tenggorokan terasa terbakar, gas, dan mulas.

Cara membuat teh atau rebusan air jahe, di antaranya:

  • Bersihkan rimpang jahe.
  • Potong jahe menjadi beberapa bagian.
  • Rebus dalam air sebanyak empat gelas.
  • Bisa ditambahkan lemon atau madu untuk menambahkan rasa.
  • Nikmati air jahe selagi hangat.

2. Air Lemon

Meski bersifat asam, efek alkali dari air lemon bisa menetralkan asam lambung dan meredakan gejala sakit maag. Seiring dapat meredakan maag, air lemon juga merupakan sumber vitamin C yang sangat baik untuk tubuh.

Jangan terlalu banyak meminumnya karena air lemon dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan sering buang air kecil. Guna melindungi gigi, bilas mulut dengan air setelah minum air lemon.

Berikut cara membuat obat maag tradisional dari air lemon:

  • Bersihkan buah lemon.
  • Potong menjadi dua bagian.
  • Peras sampai mengasilkan air lemon.
  • Campurkan satu sendok makan air lemon dalam air panas atau hangat.
  • Minum beberapa menit sebelum makan.

3. Teh Peppermint

Peppermint atau daun mint memiliki efek antispasmodik pada tubuh yang menjadikannya pilihan yang bagus untuk mengatasi gejala sakit maag. Minumlah secangkir teh daun mint setelah makan agar cepat menenangkan perut atau mengisap permen mint setelah makan.

Meskipun obat maag alami ini dapat meredakan gejala maag, tapi tidak boleh diminum ketika mengalami gangguan pencernaan yang disebabkan oleh refluks asam lambung. Ini karena peppermint melemaskan sphincter esofagus bagian bawah (otot antara lambung dan kerongkongan), yang dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memperburuk refluks asam.

4. Teh Chamomile

Teh chamomile dapat meringankan gejala maag dengan mengurangi asam lambung di saluran pencernaan. Chamomile juga bertindak sebagai antiinflamasi untuk menghentikan rasa sakit.

Jika meminum obat pengencer darah dan ingin minum teh ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Chamomile mengandung bahan yang bertindak sebagai antikoagulan, sehingga berisiko perdarahan bila dikombinasikan dengan pengencer darah.

Berikut cara membuat obat maag tradisional dari chamomile:

  • Didihkan air terlebih dahulu.
  • Masukkan satu atau dua kantong teh.
  • Tambahkan sedikit madu untuk menambah rasa.
  • Minumlah teh selagi hangat.

5. Biji Adas

Ramuan antispasmodik ini dapat mengatasi maag dan berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan lainnya seperti kram perut, mual, dan kembung. Meski begitu, ramuan biji adas kemungkinan menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap sinar matahari.

Obat maag alami ini dapat dikonsumsi dalam bentuk rebusan bubuk biji adas atau mengunyah bijinya saja setelah makan, jika makanan tertentu menyebabkan gangguan pencernaan.

Cara membuat ramuan dari biji adas, di antaranya:

  • Hancurkan biji adas sampai halus.
  • Masukkan 1/2 sendok teh biji adas ke dalam air dan biarkan mendidih selama 10 menit.
  • Minum salagi hangat.

6. Baking Soda

Baking soda iuga dapat dengan cepat menetralkan asam lambung dan meredakan gejala maag, serta kondisi lainnya sepeti, kembung dan gas setelah makan.

Baking soda biasanya aman dan tidak beracun, tetapi meminumnya terlalu banyak dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti sembelit, diare, lekas marah, muntah, dan kejang otot.

Cara membuat obat tradisional dari baking soda sangat mudah, cukup menambahkan 1/2 sendok teh soda kue ke dalam segelas air hangat.

Maag Kronis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Cara Mengobati Maag dengan Pola Hidup Sehat

Pengobatan sakit maag secara medis maupun yang alami akan lebih efektif dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup berikut:

1. Menghindari Pemicu

Cara mengobati maag yang pertama adalah dengan menghindari makanan dan minumn tertentu yang bisa menyebabkan sakit maag. Makanan ini termasuk, makanan berlemak, pedas, makanan olahan, minuman berkarbonasi, kafein, dan alkohol. Merokok juga harus dihindari karena dapat memicu gangguan pencernaan.

2. Makan Sedikit tapi Sering

Jika kebiasaan makan dengan porsi yang banyak dan mengalami sakit maag, sebaiknya ubah porsi makanan Anda. Makan banyak diketahui dapat menyebabkan perut begah dam akhirnya menyebabkan asam lambung naik. Oleh karena itu, makanlah dengan porsi sedikit tetapi lebih sering, serta makan secara perlahan.

2. Menjaga Berat Badan yang Sehat

Pastikan Anda menjaga berat barat badan tetap sehat untuk mencegah sakit maag. Ini karena kelebihan berat badan atau obesitas menimbulkan tekanan pada perut, mendorong perut, dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

4. Rajin Olahraga

Menjaga berat badan yang sehat tidak hanya dengan menjaga pola makan, tetapi dapat didukung dengan olahraga sebagai salah satu cara mengobati maag. Olahraga secara rutin dapat membantu menjaga berat badan dan menyehatkan pencernaan.

5. Mengandalikan Stres

Kesehatan mental juga dapat mencegah timbulnya gejala sakit maag. Oleh karena itu, kendalikanlah stres dengan membuat lingkungan Anda tetap tenang dan rileks. Anda bisa melakukan teknik relaksasi, seperti melatih pernapasan dalam, yoga, atau meditasi. Bila perlu, habiskan waktu dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai.

6. Mengontrol Penggunaan Obat

Berdasarkan saran dari dokter, hentikan atau kurangi menggunakan obat penghilang rasa sakit atau obat lainnya yang dapat mengiritasi lapisan perut. Jika itu bukan sebuah pilihan, pastikan untuk minum obat ini dengan makanan.

_

Nah, itulah sejumlah obat maag alami maupun secara medis yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi gejala sakit maag. Sebelum menggunakan obat-obatan tersebut, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang dosis, kondisi medis yang diderita, atau alergi. Langkah ini untuk mencegah dampak buruk yang tidak diinginkan.

 

  1. Newman, Tim. 2017. What to know about indigestion or dyspepsia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484. (Diakses pada 29 April 2020)
  2. Anonim. 2016. Bismuth Subsalicylate. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607040.html. (Diakses pada 29 April 2020)
  3. Anonim. 2017. Sucralfate. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681049.html/. (Diakses pada 29 April 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Sucralfate. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00364. (Diakses pada 29 April 2020)
  5. Anonim. 2019. What are prokinetics?. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-are-prokinetics. (Diakses pada 29 April 2020)
  6. Anonim 2016. Treatment of Indigestion. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/indigestion-dyspepsia/treatment. (Diakses pada 29 April 2020)
  7. Mayo Clinic Staff. 2019. Indigestion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/diagnosis-treatment/drc-20352215. (Diakses pada 29 April 2020)
  8. Higuera, Valencia . 2019. How to Treat Indigestion at Home. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-indigestion. (Diakses pada 29 April 2020)
  9. Anonim. Tanpa Tahun. Sukralfat. http://pionas.pom.go.id/monografi/sukralfat. (Diakses pada 29 April 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi