Terbit: 8 September 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Loperamide obat apa? Loperamide adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan berupa diare. Tak hanya itu, obat Loperamide juga umum diberikan dokter kepada pasien yang tengah menjalani prosedur ileostomi atau pembuatan lubang ‘pengganti’ anus. Ketahui lebih jauh mengenai obat ini, mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya!

Loperamide: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Loperamide

Nama obat Loperamide
Golongan obat Anti-diare
Kategori obat Obat  resep
Manfaat obat Mengatasi diare
Sediaan obat Tablet

 

Cara Kerja Obat Loperamide

Lorepamide adalah obat diare. Diare sendiri adalah penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun parasit. Pada beberapa kasus, diare juga disebabkan oleh sejumlah penyakit seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Obat ini memiliki mekanisme kerja yakni menghambat gerakan saluran pencernaan, pun membuat tekstur feses atau tinja menjadi lebih keras. Dengan cara ini, nantinya usus terbantu dalam menyerap makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Sementara pada kasus ileosotomi, penggunaan obat ini dikarenakan obat dapat meminimalisir jumlah tinja yang keluar.

Manfaat Obat Loperamide

Manfaat Loperamide adalah untuk mengatasi penyakit diare.

Sebagai salah satu penyakit umum di dunia (sekitar 2 milyar kasus per tahun), diare adalah penyakit yang tidak boleh disepelekan. Penyakit yang rentan dialami oleh anak-anak ini bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa.

Laporan yang dirilis oleh World Gastroenterology Organisation (WGO) pada tahun 2012 menyebut bahwa sekitar 1,9 juta anak meninggal akibat diare, dengan kasus terbanyak berada di negara-negara berkembang.

Namun perlu diingat, manfaat ini hanya sebatas meredakan gejala diare seperti buang air terus-menerus dengan feses yang cair (atau mengurangi frekuensi BAB pada pasien ileosotomi). Obat Loperamide tidak dapat mengobati infeksi yang menjadi penyebab diare. Pengobatan infeksi harus dengan obat-obatan lainnya yang nanti juga diresepkan oleh dokter.

Kontraindikasi Obat Loperamide

Penggunaan Loperamide tidak dianjurkan bagi mereka yang mengalami sejumlah kondisi, seperti:

  • Sembelit (konstipasi)
  • Distensi perut non-diare
  • Ileus paralitik
  • Disentri akut
  • Anak-anak di bawah usia 4 tahun

Sampaikan terlebih dahulu kepada dokter apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di atas. Dokter mungkin akan memberikan alternatif obat guna mengatasi diare yang dialami.

Dosis Obat Loperamide

Obat ini adalah obat yang termasuk ke dalam kategori obat resep. Oleh sebab itu, dosis obat mungkin akan berbeda pada masing-masing orang tergantung dari anjuran dokter setelah menganalisis kondisi diare yang dialami pasien.

Sebagai gambaran umum, dosis Loperamide (terbagi menjadi 2 yaitu untuk diare akut dan diare kronis) sebagaimana tertera berikut ini:

1. Dosis Obat Loperamide (Diare Akut)

  • Dewasa : 4-8 mg per hari, dosis maksimal 16 mg per hari
  • Anak-anak : Sesuai resep dokter

2. Dosis Obat Loperamide (Diare Kronis)

  • Dewasa : 4 mg (dosis bisa ditambah menjadi 6 mg tergantung dari perkembangan kondisi) per hari. Dosis maksimal 16 mg per hari
  • Anak-anak : >12 tahun, dosis sama seperti orang dewasa.  Usia 4-8 tahun 1 mg 3-4 kali per hari

Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Penggunaan Loperamide yang melebihi dosis (overdosis) akan berakibat pada sejumlah kondisi yakni:

  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Retensi urine
  • Gangguan irama jantung (aritmia ventrikular)

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami satu atau beberapa dari gejala-gejala di atas guna mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Petunjuk Penggunaan Obat Loperamide

Harap mengonsumsi obat secara benar. Petunjuk penggunaan obat yang benar adalah sebagai berikut:

  • Obat dapat diminum sebelum maupun sesudah makan (atau sesuai petunjuk dokter)
  • Minumlah obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter guna menemukan pola konsumsi obat yang tepat sesuai kondisi
  • Manakala lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Patuhi selalu saran dari dokter atau saran yang tertera pada kemasan obat
  • Imbangi konsumsi obat dengan minum air putih yang banyak

Petunjuk Penyimpanan Obat Loperamide

Obat Loperamide juga harus disimpan di tempat yang benar guna menjaga kualitas obat. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang benar:

  • Simpan obat di tempat bersuhu kurang dari 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Loperamide

Pada beberapa orang, mengonsumsi obat ini mungkin akan menimbulkan gejala efek samping berupa:

  • Mual
  • Kepala pusing
  • Perut kembung
  • Sembelit (konstipasi)
  • Gangguan irama jantung

Interaksi Obat Loperamide

Obat ini akan berinteraksi jika penggunaannya bersamaan dengan penggunaan obat-obatan lain seperti:

  • Quinidine
  • Gemfibrozil
  • Ritonavir
  • Ketoconazole
  • Itraconazole

Peringatan dan Perhatian Obat Loperamide

Peringatan! Sebelum menggunakan obat, perhatikan sejumlah hal berikut ini:

  • Jangan mengonsumsi obat ini apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat diare ini
  • Penggunaan obat Loperamide pada anak-anak harus di bawah pengawasan khusus
  • Penderita distensi perut, konstipasi, dan aritmia sebaiknya tidak mengonsumsi Loperamide
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti mual, muntah, kepala pusing, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

  1. Loperamid. http://mims.com/indonesia/drug/info/loperamide/?type=brief&mtype=generic (Diakses pada 8 September 2019)
  2. Farthing, M et al. 2012. Acute Diarrhea in Adults and Children: A Global Perspective. https://www.worldgastroenterology.org/guidelines/global-guidelines/acute-diarrhea/acute-diarrhea-english (Diakses pada 8 September 2019)
  3. MacGill, M. 2017. What you should know about diarrhea.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/158634.php (Diakses pada 8 September 2019)
  4. Zarghami, M dan Maryam R. Loperamid Dependency: A Case Report. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5628769/(Diakses pada 8 September 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi