Terbit: 7 September 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Lisinopril adalah obat dari kelas ACE inhibitor. Obat ini digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi sehingga dapat menurunkan beberapa risiko penyakit yang dipicu oleh tekanan darah tinggi seperti stroke dan serangan jantung. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

lisinopril-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Lisinopril

Nama Obat Lisinopril
Kelas Terapi Obat ACE inhibitor
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Menurunkan tekanan darah
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Sediaan Obat Tablet, Kaplet
Merek Dagang Cenopril, Nopril, Inhitril, Odace, Interpril, Prinivil, Linoxal, Tensiphar, Lisinopril, Zestril, Noperten

Lisinopril Obat Apa?

Lisinopril adalah obat dari kelas ACE (angiotensin converting enzyme) inhibitor. Obat ini bekerja menurunkan tekanan darah dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah dan tekanan darah pun menurun.

Manfaat Lisinopril

Secara umum manfaat Lisinopril adalah untuk mengatasi darah tinggi. Obat ini juga dapat digunakan untuk beberapa kondisi medis lainnya. Berikut adalah manfaat dari obat ini:

  • Mengatasi gagal jantung kongestif.
  • Meningkatkan peluang bertahan hidup setelah serangan jantung

Dosis Lisinopril

Lisinopril umumnya hadir dalam sediaan tablet atau kaplet. Dosis pada setiap orang dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi dan kebutuhannya. Berikut adalah dosis yang lazim diberikan:

  • Hipertensi: Dosis awal 10 mg sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg sehari. Dosis maksimal hariannya adalah 80 mg.
  • Gagal jantung: Dosis awal 2,5 mg sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5-20 mg sehari.
  • Perawatan setelah serangan jantung: 5 mg dalam 24 jam, kemudian diikuti dengan 5 mg pada 24 jam selanjutnya. Setelah itu ditingkatkan menjadi 10 mg untuk 24 jam berikutnya. Lanjutkan dengan 10 m sekali sehari selama 6 minggu.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dokter dapat merubah dosis Lisinopril sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Lisinopril

Penggunaan obat sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan obat ini:

  • Obat ini dapat digunakan bersamaan maupun tidak bersamaan dengan makanan.
  • Obat dikonsumsi dengan cara langsung ditelan bersama air.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Lisinopril

Simpan obat sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu antara 25-30° C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Lisinopril

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin timbul:

  • Penglihatan kabur
  • Urin keruh
  • Kebingungan
  • Pusing
  • Menurunnya kesadaran
  • Pusing ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Nyeri perut
  • Nyeri badan
  • Sakit dada
  • Panas dingin
  • Flu
  • Batuk
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Telinga tersumbat
  • Mual
  • Hidung beringus
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Muntah
  • Nyeri lengan, punggung, atau rahang
  • Dada sesak
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Kehilangan selera makan
  • Gemetar
  • Sulit tidur

Efek samping di atas terdiri dari efek samping yang paling umum hingga yang paling jarang terjadi. Efek samping yang timbul pada setiap orang berbeda-beda.

Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan suplemen dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Lisinopril

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini:

  • Aliskiren
  • Sacubitril
  • Alteplase
  • Amiloride
  • Azathioprine
  • Azilsartan
  • Azilsartan Medoxomil
  • Candesartan Cilexetil
  • Canrenoate
  • Eplerenone
  • Eprosartan
  • Everolimus
  • Irbesartan
  • Lithium
  • Losartan
  • Mercaptopurine
  • Olmesartan Medoxomil
  • Potassium
  • Sirolimus
  • Spironolactone
  • Telmisartan
  • Triamterene
  • Trimethoprim
  • Valsartan
  • Aspirin
  • Azosemide
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Bumetanide
  • Bupivacaine
  • Bupivacaine Liposome
  • Capsaicin
  • Celecoxib
  • Choline Salicylate
  • Clonixin
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Dipyrone
  • Droxicam
  • Ethacrynic Acid
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Fenoprofen
  • Fepradinol
  • Feprazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Flurbiprofen
  • Furosemide
  • Gold Sodium Thiomalate
  • Ibuprofen
  • Indomethacin
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Morniflumate
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Nepafenac
  • Nesiritide
  • Niflumic Acid
  • Nimesulide
  • Nimesulide Beta Cyclodextrin
  • Oxaprozin
  • Oxyphenbutazone
  • Parecoxib
  • Phenylbutazone
  • Piketoprofen
  • Piretanide
  • Piroxicam
  • Proglumetacin
  • Propionic Acid
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sodium Salicylate
  • Sulindac
  • Tenoxicam
  • Tiaprofenic Acid
  • Tizanidine
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Torsemide
  • Valdecoxib

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Lisinopril

Lisinopril termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat ini:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap Lisinopril dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Penggunaan obat ini pada ibu hamil tidak direkomendasikan karena dapat memberikan efek buruk terhadap janin.
  • Hati-hati penggunaan obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti diabetes. Gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan hati, tekanan darah yang tidak stabil, akan menjalani operasi besar, sedang menjalani diet rendah garam, dan memiliki masalah darah.

 

  1. Anonim. Lisinopril. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6873-9371/lisinopril-oral/lisinopril-oral/details. (Diakses 7 September 2019).
  2. Anonim. 2019. Lisinopril. https://www.drugs.com/lisinopril.html. (Diakses 7 September 2019).
  3. Anonim. 2019. Lisinopril (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/lisinopril-oral-route/side-effects/drg-20069129?p=1. (Diakses 7 September 2019).
  4. PIONAS BPOM. LISINOPRIL. http://pionas.pom.go.id/monografi/lisinopril. (Diakses 7 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi