Terbit: 5 September 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Lidocaine obat apa? Lidocaine adalah obat untuk memberikan efek mati rasa pada tubuh sehingga tubuh tidak akan merasakan nyeri, gatal, dan sebagainya. Obat ini umum digunakan sebagai obat bius (anestesi) lokal. Artinya, pasien yang menggunakan obat ini tidak akan kehilangan kesadaran sebagaimana halnya pada bius total.

obat-lidocaine-doktersehat

Kenali lebih jauh manfaat, dosis, efek samping, petunjuk penggunaan dan lain-lain dari obat ini.

Rangkuman Informasi Obat Lidocaine

Nama obat Lidocaine
Golongan obat Anestesi (lokal) dan anti-aritmia
Kategori obat Obat keras
Manfaat obat
  • Menghilangkan rasa nyeri pada tubuh untuk sementara waktu
  • Mengatasi gangguan irama jantung (takikardia ventrikel)
Sediaan obat Tablet, krim/salep/gel (topikal), suntik, semprot, suppositoria, obat tetes

Cara Kerja Obat Lidocaine

Lidocaine adalah obat yang digunakan untuk membius pasien saat hendak menjalani operasi. Obat ini juga bisa diberikan pada pasien dengan penyakit ventrikel takikardia alias aritmia alias gangguan irama jantung.

Pemberian obat tidak sampai menyebabkan pasien hilang kesadaran. Itu sebabnya obat ini termasuk ke dalam golongan obat anestesi lokal dan penggunaannya lebih ke jenis-jenis operasi kecil.

Cara kerja obat adalah dengan mematikan atau menghalangi sensor motorik dan fungsi otonom lainnya di dalam tubuh yang mengendalikan rasa sakit, gatal, dan sebagainya.

Manfaat Obat Lidocaine

Manfaat obat Lidocaine adalah untuk menghilangkan rasa nyeri untuk sementara waktu. Rasa nyeri yang timbul dan bisa diobati dengan obat ini seperti:

  • Luka akibat terbakar, tergores, atau terkena gigitan serangga
  • Wasir
  • Masalah genital (gatal pada kelamin atau dubur, anal fissures)

Selain itu, obat tersebut digunakan manakala Anda sedang menjalani suatu prosedur medis seperti cytoscopy dan sigmoidoscopy.

Mengingat sediaan obat  ini terdiri dari berbagai macam, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Berikut untuk lebih jelasnya:

  • Tablet, pemanfaatannya untuk mengatasi rasa nyeri pada tenggorokan (konsultasikan dulu dengan dokter dikarenakan manfaat obat yang satu ini belum didukung bukti ilmiah yang cukup)
  • Krim/salep/gel (topikal), pemanfaatannya sebagai obat anestesi lokal sebelum tindakan operasi. Sediaan obat ini juga bisa mengobati nyeri dan gatal akibat luka akibat tergores, terbakar, atau gigitan serangga
  • Suntik (injeksi), pemanfaatannya untuk anestesi lokal pada sebagian anggota tubuh sebelum tindakan operasi (contoh: operasi Caesar, jahit luka). Sediaan suntik juga digunakan untuk mengatasi penyakit aritmia
  • Semprot, pemanfaatannya sebagai anestesi lokal bagi tenggorokan dan mulut. Biasanya untuk mengawali tindakan pemasangan alat bantu napas
  • Supositoria, pemanfaatannya untuk penderita wasir dan masalah genital lainnya. Obat akan akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang anus guna mengobati rasa sakit yang ditimbulkan
  • Tetes, pemanfaatannya untuk mengatasi peradangan (inflamasi) pada telinga yang disebut sebagai otitis media. Sediaan obat ini juga belum teruji efektivitasnya. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat Lidocaine tetes untuk telinga

Kontraindikasi Obat Lidocaine

Peringatan! Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh Anda yang mengalami penyakit lainnya seperti:

  • Hipovolemia
  • Adam-Stokes syndrome
  • Wolff-Parkinson-White syndrome
  • Syok kardiogenik
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Gangguan sistem pernapasan
  • Hipoksia
  • Gagal jantung

Informasikan kepada dokter Anda apabila mengalami salah satu dari penyakit-penyakit di atas agar dokter bisa memberikan solusinya.

Dosis Obat Lidocaine

Dosis Lidocaine disesuaikan dengan tujuan penggunaan obat ini. Umumnya, dosis obat terdiri dari:

1. Anestesi Epidural

Dosis untuk orang dewasa (disarankan):

  • 250-300 mg/1% larutan (analgesik epidural)

2. Aritmia Ventrikular

Dosis untuk orang dewasa:

  • 300 mg cairan suntik setiap 60-90 menit (atau sesuai saran dari dokter)
  • 1-1,5 mg/kg berat badan (jika kondisi sudah lebih stabil)

3. Anestesi Spinal

Dosis untuk orang dewasa:

  • 50-100 mg/5% larutan

4. Ventrikular Takikardia

Dosis untuk orang dewasa:

  • 1-1,5 mg/kg berat badan (frekuensi pemakaian obat per hari sesuai petunjuk dokter). Dosis maksimal 3 mg/kg berat badan.

5. Mulut dan Tenggorokan

Dosis untuk orang dewasa:

  • 300 mg setiap 3 jam sekali
  • 10-50 mg (sebelum prosedur otorhinolaryngology)

6. Pengobatan Perianal, Wasir

Dosis untuk orang dewasa:

  • Topikal 6 kali sehari (atau sesuai petunjuk dokter)

Dosis untuk anak-anak (usia 12 tahun ke atas):

  • Topikal 6 kali sehari (atau sesuai petunjuk dokter)

Informasi dosis  ini  bersifat umum dan tidak dapat dijadikan acuan semata. Selalu patuhi dosis pemakaian Lidocaine yang telah diberikan oleh dokter. Penggunaan obat, khususnya dalam sediaan tablet juga jangan sampai melebihi dosis. Overdosis obat bisa berujung pada sejumlah komplikasi seperti:

  • Penurunan tekanan darah (hipotensi)
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan jantung
  • Koma
  • Kematian

Petunjuk Penggunaan Obat Lidocaine

Perhatikan petunjuk penggunaan obat berikut ini:

  • Penggunaan obat HARUS mengikuti petunjuk dokter
  • Penggunaan obat di bawah kendali dokter yang bersangkutan
  • Obat Lidocaine suntik dimasukkan melalui pembuluh darah intravena (IV)
  • Sebelum menggunakan obat, pastikan tubuh dalam keadaan baik dan terhidrasi. Minum air putih yang cukup

Petunjuk Penyimpanan Obat Lidocaine

Perhatikan petunjuk penyimpanan obat  berikut ini:

  • Simpan obat pada suhu 20-25 derajat Celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarasa. Jika sudah masuk masa kedaluwarsa, segera buang obat di tempat yang seharusnya

Untuk lebih jelasnya mengenai cara menyimpan Lidocaine yang benar, jangan ragu untuk bertanya pada dokter, apoteker, atau lihat pada kemasan produk obat.

Efek Samping Obat Lidocaine

Meskipun jarang terjadi, penggunaan obat tak lepas dari sejumlah efek samping, seperti:

  • Kepala pusing
  • Mual dan muntah
  • Napas menjadi pendek
  • Gangguan irama jantung
  • Perubahan warna kulit
  • Kelelahan
  • Reaksi alergi

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami atau memiliki kekhawatiran terhadap gejala-gejala di atas pasca menggunakan Lidocaine guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Interaksi Obat Lidocaine

Penggunaan Lidocaine bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan akan menghasilkan interaksi obat. Anda tidak disarankan untuk menggunakan obat ini apabila di saat yang sama sedang mengonsumsi obat-obatan seperti:

  • Cimetidine
  • Propanolol
  • Anti-aritmia
  • Phenytoin
  • Acetazolamide
  • Thiazides

Peringatan dan Perhatian Obat Lidocaine

Berikut adalah beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat:

  • Sampaikan kepada dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat
  • Hindari pemakaian Lidocaine apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Hindari pemakaian obat apabila Anda memiliki riwayat penyakit yang tidak mungkin untuk diberikan obat ini, seperti penyakit hati (liver), Adam-Stokes syndrome, hipoksia, dan sebagainya)
  • Apabila sedang hamil (atau merencanakan kehamilan), harap beritahu dokter terlebih dahulu. Obat ini menurut FDA masuk ke dalam kategori B, yaitu tergolong aman bagi ibu hamil dan menyusui. Namun ada baiknya tetap informasikan hal ini kepada dokter.

 

  1. Lidocaine. http://mims.com/indonesia/drug/info/lidocaine/?type=brief&mtype=generic (Diakses pada 5 September 2019)
  2. Prasad, S dan Bernard E. 2008. Use anesthetic drops to relieve acute otitis media pain. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3183864/ (Diakses pada 5 September 2019)
  3. Anonim. Lidocaine Cream Topical Local Anesthetics. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8532-9170/lidocaine-topical/lidocaine-topical/details (Diakses pada 5 September 2019)
  4. Torp, KD dan Simon LV. 2019. Lidocaine Toxicity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29494086 (Diakses pada 5 September 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi