Levodopa: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

obat-levodopa-doktersehat

DokterSehat.Com – Levodopa obat apa? Levodopa adalah obat yang diperuntukkan bagi pasien penderita penyakit Parkinson. Obat Levodopa berfungsi untuk meredakan gejala Parkinson seperti tubuh kaku sehingga kesulitan bergerak, pun tubuh gemetar. Parkinson sendiri adalah penyakit otak akibat kekurangan dopamin yang berdampak pada buruknya koordinasi otot-otot tubuh.

Ketahui lebih jauh mengenai obat Levodopa, mulai dari manfaat, efek samping, dosis, dan lain-lain berikut ini.

Rangkuman Informasi Obat Levodopa

Nama Obat Levodopa
Golongan obat Antiparkinson
Kategori          Obat resep
Manfaat obat      Memenuhi kebutuhan dopamin pada penderita penyakit Parkinson sehingga membantu otak dalam mengkoordinasi pergerakan otot-otot tubuh
Sediaan obat    Kapsul dan tablet

Cara Kerja Obat Levodopa

Levodopa adalah obat untuk mengatasi gejala penyakit Parkinson yakni otot-otot tubuh yang tidak bisa digerakkan dengan baik. Penyakit Parkinson sendiri bisa terjadi karena bagian otak yang bertugas untuk mengkoordinasi pergerakan otot-otot tubuh mengalami defisiensi dopamin dan efek yang disebut sebagai eksitasi neuron kolinergik.

Cara kerja obat Levodopa adalah mengisi kekurangan dopamin, pun mengatasi efek eksitasi neuron koligernik pada penderita Parkinson tersebut. Levodopa yang dikonsumsi akan dipecah menjadi dopamin yang kemudian diteruskan ke otak sehingga otak dapat mengkoordinir pergerakan otot tubuh sebagaimana mestinya.

Pemberian Levodopa pada penderita penyakit Parkinson merupakan bagian dari terapi farmakologis. Sebagai informasi, metode pengobatan Parkinson terdiri dari 2 (dua) yaitu terapi pembedahan (fisiologis) dan obat-obatan (farmakologis).

Manfaat Obat Levodopa

Obat levodopa memiliki manfaat untuk mengatasi permasalahan otot tubuh yang disebabkan oleh penyakit Parkinson. Permasalahan otot akibat penyakit Parkinson ini ditandai dengan sejumlah gejala, yaitu:

  • Tremor
  • Otot tubuh terasa lemah (sampai-sampai tidak bisa memegang barang dengan sempurna)
  • Sulit menggerakkan anggota badan seperti tangan dan kaki
  • Kesulitan berbicara
  • Keseimbangan tubuh menurun
  • Kejang

Penyakit Parkinson (Parkinson’s disease) juga ditandai oleh sejumlah gejala lainnya seperti:

  • Gangguan indera penciuman
  • Gangguan tidur
  • Sembelit (konstipasi)
  • Masalah kulit
  • Depresi

Kontraindikasi Obat Levodopa

Penggunaan Levodopa tidak dipreutu untuk dikonsumsi oleh Anda yang memiliki sejumlah masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Penyakit hati (liver)
  • Penyakit pernapasan (contoh: paru-paru obstruktif, asma)
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit lambung
  • Gangguan hormon
  • Glaukoma
  • Melanoma
  • Gangguan kejiwaan (stres depresi, dsb.)

Dosis Obat Levodopa

Levodopa adalah obat untuk penderita penyakit Parkinson yang memiliki sediaan obat berupa tablet atau kapsul. Perlu diingat, obat Levodopa masuk ke dalam kategori obat resep. Artinya, dosis pemakaian obat tersebut bergantung pada resep dari dokter, pun penggunaannya tetap di bawah pengawasan dokter. Selain itu, Levodopa juga kerap dikombinasikan dengan obat lainnya yakni Benserazide dan Carbidopa.

Berikut ini adalah dosis obat Levodopa pada umumnya, yaitu:

  • Dosis Levodopa: 125 mg, 2 kali per hari (dosis dapat ditambahkan setelah 3-7 hari kemudian, tergantung dari kondisi pasien). Maksimal dosis per hari adalah 8 gram
  • Dosis Levodopa jika digunakan bersamaan dengan Benserazide: Dewasa, 50 mg 3-4 kali per hari (dosis lanjutan 100 mg 1-2 kali per minggu); dosis masa perawatan 400-800 mg per hari. Orang lanjut usia, 50 mg per hari (setelahnya 50 mg per 3 atau 4 hari)
  • Dosis Levodopa jika digunakan bersamaan dengan Carbidopa: Dewasa, 100 mg Levodopa dan 25 mg Carbidopa per hari; dosis masa perawatan 750 mg – 2 g Levodopa dan 75-200 mg Carbidopa

Dosis Levodopa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung dari kondisi. Pastikan untuk mematuhi dosis pemakaian yang sudah ditentukan oleh dokter. Pemakaian obat Levodopa yang berlebihan (overdosis) akan menyebabkan sejumlah masalah serius seperti:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Sinus tachycardia
  • Gangguan makan (anoreksia)
  • Gangguan tidur (insomnia)

Apabila mengalami overdosis Levodopa, segera larikan diri ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis sebelum kondisi bertambah buruk.

Petunjuk Penggunaan Obat Levodopa

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan penggunaan obat Levodopa. Berikut adalah petunjuk penggunaan Levodopa.

  • Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk dokter
  • Minum obat setelah makan (atau mengikuti saran dokter)
  • Minumlah obat secara teratur di rentang waktu yang sama. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten. Anda bisa berkonsultasi pada dokter atau apoteker guna menemukan pola konsumsi obat yang tepat
  • Apabila lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Minum air putih yang banyak sebagai penyeimbang

Petunjuk Penyimpanan Obat Levodopa

Cara menyimpan obat Levodopa yang benar juga perlu diperhatikan. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Levodopa yang baik dan benar.

  • Simpan obat pada suhu 20-25 derajat Celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarasa. Jika sudah masuk masa kedaluwarsa, segera buang obat di tempat yang seharusnya

Efek Samping Obat Levodopa

Mengonsumsi obat Levodopa mungkin juga akan menimbulkan sejumlah efek samping. Berikut adalah efek samping Levodopa:

  • Kepala pusing
  • Mual dan muntah
  • Sensasi terbakar pada lidah
  • Perubahan warna urine, tinja, atau air liur
  • Kesemutan pada kaki dan tangan
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Penglihatan kabur
  • Perubahan suasana hati

Segera periksakan diri ke dokter apabila pasca mengonsumsi Levodopa mengalami gejala efek samping sebagaimana disebutkan di atas.

Interaksi Obat Levodopa

Penggunaan Levodopa bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan dikhawatirkan akan menimbulkan interaksi. Obat-obatan yang dimaksud seperti:

  • Monoamine-oksidase (MAOI) seperti isocarboxazid, phenelzine, dan tranylcypromine
  • Antidepresan trisiklik
  • Antipsikotik
  • Obat penurun tekanan darah
  • Metoclopramide
  • Pyridoxine
  • Obat-obatan anti kejang seperti ethotoin, fenitoin, dan mephenytoin

Beberapa jenis makanan juga disinyalir dapat mengurangi efektivitas obat Levodopa, seperti:

  • Kacang-kacangan
  • Susu skim
  • Gandum

Peringatan dan Perhatian

Peringatan! Sebelum mengonsumsi Levodopa, perhatikan juga hal-hal berikut ini.

  • Jangan mengonsumsi Levodopa apabila mengalami masalah kesehatan lain seperti yang telah disebutkan di atas
  • Hentikan penggunaan obat apabila merasakan gejala efek samping dan segera periksakan diri ke dokter
  • Beritahukan kepada dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Gandhi, Kavita R. dan Abdolreza, S. (2019). Levodopa (L-Dopa). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482140/ (Diakses pada 1 September 2019)
  2. Levodopa. http://mims.com/indonesia/drug/info/levodopa/?type=brief&mtype=generic (Diakses pada 1 September 2019)
  3. Levodopa. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01235 (Diakses pada 1 September 2019)
  4. Levodopa Capsule. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5752/levodopa-oral/details (Diakses pada 1 September 2019)
  5. Brazier, Y. (2018, ). Parkinson’s disease and its causes. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323396.php (Diakses pada 1 September 2019)