Terbit: 3 Oktober 2020 | Diperbarui: 4 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Levetiracetam adalah obat untuk membantu meringankan gejala epilepsi. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari fungsi, efek samping, hingga dosis pemakaiannya.

Levetiracetam: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Levetiracetam

 Nama obat  Levetiracetam
 Golongan obat  Antikonvulsan
 Kategori obat  Obat keras
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  C
 Fungsi obat  Membantu meredakan kejang dan gejala epilepsi lainnya
 Kontraindikasi obat  Hipersensitivitas kandungan obat
 Dosis obat  Sesuai petunjuk dokter
 Sediaan obat  Tablet

 

Levetiracetam Obat Apa?

Levetiracetam obat apa? Levetiracetam adalah obat untuk membantu mengatasi kejang dan epilepsi pada anak-anak dan orang dewasa. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan sejumlah obat-obatan lainnya dengan fungsi yang kurang lebih sama.

Belum dapat diketahui bagaimana cara kerja dari obat ini dalam meringankan gejala kejang dan epilepsi. Namun sejumlah studi mengungkapkan jika obat tersebut meminimalisir pelepasan Ca sehingga menghambat parsial yang berasal dari arus Ca tipe-N. Ini lantas akan memengaruhi kadar Ca intraneuronal.

Fungsi Obat Levetiracetam

Levetiracetam adalah obat antikonvulsan yang difungsikan bagi yang mengalami kejang maupun penderita epilepsi. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Levetiracetam

Dalam menggunakan obat levetiracetam, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Levetiracetam

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat

Sementara itu, penggunaan obat harus mendapat izin dari dokter apabila mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Hamil dan menyusui

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Levetiracetam Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat untuk sementara waktu jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti tremor, vertigo, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Levetiracetam Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori C untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui.

Kategori C merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah melalui uji coba dengan objek hewan, terbukti berisiko. Akan tetapi, belum ada studi terkontrol mengenai tingkat keamanan obat ini apabila digunakan oleh manusia.

Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter.

Interaksi Obat Levetiracetam

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Buprenorphine
  • Propoxyphene
  • Sodium oksibat
  • Meperidine
  • Loxapine
  • Fluphenazine
  • Benztropine
  • Alprazolam
  • Biperiden
  • Butorphanol

Selain obat-obatan di atas, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Levetiracetam

Obat levetiracetam dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Amnesia
  • Ataksia
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Tremor
  • Depresi
  • Ketidakstabilan emosi
  • Insomnia
  • Gugup
  • Diare
  • Dispepsia
  • Mual
  • Anoreksia
  • Vertigo
  • Diplopia
  • Ruam kulit

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Levetiracetam

Levetiracetam masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat HARUS dengan resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Levetiracetam Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral dengan takaran dosis 250 mg dan 500 mg. Obat dapat diperoleh di apotek setelah mendapatkan resep dari dokter.

2. Dosis Obat Levetiracetam

Berikut aturan dosis umum untuk obat levetiracetam:

  • Dewasa >16 tahun: Dosis awal 500 mg dibagi ke dalam 2 dosis per hari. Dosis dapat ditambahkan hingga 1500 mg per hari dibagi menjadi dua dosis. Dosis dapat dinaikkan atau diturunkan 500 mg setiap 2-4 minggu.

Dosis obat bisa saja berbeda, tergantung dari keputusan dokter dengan memerhatikan kondisi. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang telah diberikan dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis bisa saja menimbulkan reaksi tubuh yang berbahaya.

Cara Pemakaian Obat Levetiracetam

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 12 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 10 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Levetiracetam

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20 – 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Levetiracetam. https://www.mims.com/philippines/drug/info/levetiracetam?mtype=generic (Diakses pada 3 Oktober 2020)
  2. Levetiracetam. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/keppra?type=brief&lang=id (Diakses pada 3 Oktober 2020)
  3. Levetiracetam. https://www.drugs.com/drug-interactions/levetiracetam-index.html (Diakses pada 3 Oktober 2020)
  4. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 3 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi