Terbit: 19 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Laxing obat apa? Laxing adalah obat tradisional yang mengandung bahan-bahan alami yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan. Obat laxing bisa juga disebut sebagai obat pencahar yang bisa membantu memperlancar buang air besar.

Laxing – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat laxing termasuk informasi tentang indikasi laxing, kontraindikasi laxing, bentuk sediaan laxing, manfaat laxing, dosis laxing, dan efek samping laxing.

  • Nama: Laxing
  • Kelas Terapi: Pencahar stimulan dan pelunak feses
  • Kandungan Obat: Ekstrak senna, aloe vera, dan biji adas

Indikasi Laxing

Obat laxing bisa digunakan oleh orang dewasa dan juga anak-anak. Akan tetapi, pemberian obat laxing pada anak baru bisa diberikan apabila usia anak lebih dari 12 tahun. Orang dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun bisa menggunakan obat laxing apabila mengalami kesulitan untuk buang air besar.

Susah buang air besar kerap kali dialami oleh orang dewasa dan juga anak-anak. Selain itu, orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun yang memiliki tinja keras bisa juga diberikan obat laxing yang berguna untuk membantu melunakkan tinja sehingga lebih mudah untuk membuangnya.

Kontraindikasi Laxing

Obat laxing juga memiliki beberapa kontraindikasi yang perlu diperhatikan untuk menghindari terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun tidak boleh diberikan obat laxing.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Kontraindikasi juga bisa terjadi apabila obat Laxing diberikan kepada wanita hamil dan menyusui. Ibu hamil dan ibu menyusui tidak boleh menggunakan obat laxing karena bisa berpotensi membuat ibu hamil dan ibu menyusui mengalami dehidrasi akibat buang air yang cukup banyak.

Pada pasien atau konsumen yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap kandungan obat laxing sebaiknya tidak menggunakan obat pencahar ini. Hal ini dikarenakan hipersensitivitas bisa memicu terjadinya tanda-tanda reaksi alergi berupa gatal-gatal, sesak napas, sakit kepala, mual, muntah, gatal-gatal, dan bengkak.

Bentuk Sediaan Laxing

Obat laxing yang beredar di pasaran hanya memiliki satu bentuk sediaan. Bentuk sediaan obat laxing berbentuk kapsul. Di dalam setiap kapsul obat laxing mengandung ekstrak senna, aloe vera, dan biji Adas.

Manfaat Laxing

Laxing memiliki manfaat yang berfokus pada masalah buang air besar. Penggunaan obat laxing dalam dosis yang tepat bisa memberikan beberapa manfaat bagi sistem pencernaan Anda. Manfaat laxing yang utama adalah untuk melancarkan buang air besar.

Buang air besar yang lancar akan membawa dampak positif bagi perut Anda dan juga sistem ekskresi. Toksin berupa feses bisa dibuang segera dari perut Anda sehingga perut menjadi nyaman.

Di sisi lain, manfaat laxing juga bisa melunakkan feses. Jadi, bagi Anda yang sulit buang air besar karena feses yang keras maka bisa menggunakan obat laxing untuk mengambil manfaatnya. Manfaat laxing yang lebih luas pun berdampak pada sistem pencernaan yang sehat.

Penggunaan obat laxing bisa berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Akan tetapi, janganlah menggunakan obat laxing untuk tujuan ini. Hal ini bisa memiliki efek samping. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum Anda menggunakan obat laxing untuk tujuan diet menurunkan berat badan.

Dosis Laxing

Apabila Anda ingin mendapatkan manfaat laxing yang bisa mengatasi masalah perut Anda maka patuhilah dosis yang tertera pada label atau anjuran dokter. Dosis laxing yang sesuai akan memberikan manfaat dan juga menghindarkan Anda dari efek samping.

Dosis laxing pada orang dewasa adalah 1-2 kapsul sehari. Pada anak-anak dengan usia lebih dari 12 tahun, dosis laxing pun memiliki jumlah yang sama. Pemberian obat laxing dilakukan sebelum tidur.

Efek Samping Laxing

Obat pencahar stimulan ini bisa memberikan beberapa efek samping. Beberapa efek samping laxing harus terus diperhatikan karena bisa menjadi lebih parah lagi. Segeralah mengunjungi dokter apabila salah satu atau beberapa efek samping laxing mulai muncul.

Efek samping laxing bisa menyebabkan kram perut. Kram perut bisa terjadi karena obat laxing mulai bekerja dengan cara merangsang gerakan usus untuk menggerakan feses ke rektum.

Selain itu, efek samping laxing apabila dikonsumsi berlebih bisa menyebabkan perut kembung. Hal ini dikarenakan adanya kandungan serat di dalam obat laxing yang bisa memproduksi gas sehingga perut menjadi kembung.

 

 

Sumber:

  1. Sohoglobalhealth: Laxing. http://www.sohoglobalhealth.com/en/brands/6


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi