Terbit: 28 Agustus 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Lapifed obat apa? Lapifed adalah obat dengan komposisi bahan berupa tripolidine HCl dan pseudoephedrine HCl. Tripolidine HCl adalah golongan obat antihistamin, sedangkan pseudoephedrine HCl merupakan golongan obat dekongestan.

Lapifed: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Ketahui Lapifed lebih jauh mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lain-lain berikut ini.

Rangkuman Informasi Obat Lapifed

 Nama Obat  Lapifed
 Kandungan   obat  Tripolidine HCl dan pseudoephedrine HCl
 Kategori obat        Obat keras (tablet) dan obat bebas terbatas (sirup)
 Manfaat   obat       Mengatasi peradangan pada saluran pernapasan bagian atas akibat flu, rhinitis alergi, rhinitis vasomotor, dengan gejala mata berair, hidung   bersin dan gatal, batuk-batuk
 Sediaan obat     Tablet dan sirup

Kandungan dan Cara Kerja Lapifed

Lapifed adalah obat yang memiliki komposisi 2 (dua) bahan aktif yakni Tripolidine HCl dan pseudoephedrine HCl. Keduanya merupakan kombinasi untuk meredakan reaksi alergi pada saluran pernapasan atas sekaligus melegakannya. Cara kerja Tripolidine HCl dan pseudoephedrine HCl sebagaimana dijelaskan berikut ini:

1. Tripolidine HCl

Tripolidine HCl adalah bahan aktif yang termasuk ke dalam golongan obat antihistamin, tepatnya antihistamin generasi pertama. Tripolidine HCl bekerja dengan cara mengikat reseptor histamin H-1. Aktivitas ini lantas memblokade histamin endogen sebagai pemicu reaksi alergi (alergen).

Blokade yang dilakukan tripolidine HCl terhadap histamin endogen berdampak pada  berkurangnya reaksi alergi seperti bersin, radang, atau gatal dan ruam pada kulit.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

2. Pseudoephedrine HCl

Sementara itu, pseudoephedrine HCl adalah obat dekongestan dari golongan simpatomimetik yang berfungsi untuk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat. Pseudoephedrine HCl  bekerja dengan cara memengaruhi reseptor adrenergik  (alpha dan beta) pada mukosa saluran pernapasan. Hal tersebut kemudian mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi).

Vasokonstriksi ini berdampak pada meredanya pembengkakan pada mukosa saluran pernapasan sebagai akibat dari adanya peradangan. Hasilnya, saluran pernapasan akan terasa lega.

Manfaat Lapifed

Lapifed adalah obat yang memiliki manfaat  untuk mengatasi gejala-gejala seperti mata berair, hidung tersumbat, bersin, dan gatal, batuk-batuk di mana penderita membutuhkan obat antihistamin dan dekongestan secara bersamaan. Anda dapat menggunakan obat lapifed apabila mengalami:

  • Selesma (batuk pilek)
  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis vasomotor
  • Sinusitis
  • Infeksi telinga bagian tengah (otitis media)

Obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi barotrauma, yakni cedera pada telinga (juga paru-paru dan saluran cerna) akibat tekanan udara yang berubah secara tiba-tiba. Akan tetapi, penggunaan obat ini pada kasus barotrauma harus di bawah pengawasan dokter terutama untuk sediaan tablet mengingat sediaan obat ini tergolong obat keras.

Kontraindikasi Lapifed

Sayangnya, tidak semua orang dapat ‘cocok’ dengan obat ini. Anda mungkin tidak disarankan untuk mengonsumsi, baik Lapifed tablet maupun sirup, apabila:

  • Sedang mengonsumsi obat anti-depresan monoamine-oksidase (MAOI)
  • Mempunyai riwayat alergi (hipersensitif) terhadap tripolidine HCl dan pseudoephedrine HCl
  • Mengidap penyakit jantung koroner
  • Mengidap penyakit kencing manis
  • Mengidap tekanan darah tinggi (hipertensi)

Dosis Lapifed

Lapifed tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Masing-masing memiliki takaran komposisi yang berbeda, yaitu:

  • Lapifed tablet : 2,5 mg tripolidine HCl dan 60 mg pseudoephedrine HCl (per tablet)
  • Lapifed sirup : 1,25 mg tripolidine HCl dan 30 mg pseudoephedrine HCl (per 5 ml sirup)

Lapifed tablet adalah sediaan yang masuk kategori obat keras. Penggunaannya merujuk pada resep dokter. Dokter akan memberikan resep tablet sesuai dengan kondisi pasien.

Sedangkan Lapifed sirup masuk ke dalam kategori obat bebas terbatas. Penggunaannya tidak harus dengan resep dokter. Akan tetapi, ikuti dosis pemakaian yang tertera pada kemasan. Idealnya, dosis untuk sediaan sirup adalah sebagai berikut:

  • Dewasa dan anak >12 tahun : 2 sdt (3x/hari)
  • Anak-anak 6-12 tahun : 1 sdt (3x/hari)
  • Anak-anak 2-5 tahun :1/2 sdt (3x/hari)

Pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosisnya. Kelebihan dosis (overdosis) bisa menimbulkan sejumlah komplikasi seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Hipotensi
  • Hipertensi
  • Palpitasi
  • Kejang

Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami  gejala-gejala di atas guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Petunjuk Penggunaan Lapifed

Gunakan obat ini secara benar. Petunjuk penggunaan obat sebagaimana tertera di bawah ini:

  • Obat dapat diminum sebelum maupun sesudah makan (atau sesuai petunjuk dokter)
  • Minumlah obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter guna menemukan pola konsumsi obat yang tepat sesuai kondisi
  • Manakala lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum apabila ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Patuhi selalu saran dari dokter atau saran yang ada pada kemasan obat
  • Imbangi dengan minum air putih yang banyak

Baca Juga: Oseltamivir (Tamiflu): Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Petunjuk Penyimpanan Lapifed

Cara menyimpan obat Lapifed yang benar adalah sebagai berikut:

  • Simpan obat di tempat bersuhu kurang dari 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Lapifed

Pada beberapa orang, obat ini mungkin akan menimbulkan sejumlah efek samping seperti:

  • Kantuk
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Ruam pada kulit
  • Hidung, mulut, dan tenggorokan kering
  • Retensi urine

Interaksi Obat Lapifed

Hati-hati ketika menggunakan obat bersamaan dengan obat lainnya. Obat ini memiliki interaksi dengan obat-obatan seperti:

  • Monoamine-oksidase (MAOI)
  • Acetaminophen
  • Aluminium hidroksida
  • Chlorpheniramin
  • Ergot alkaloid
  • Hydroxyzine
  • Methyldopa
  • Resprein

Peringatan dan Perhatian Lapifed

Peringatan! Sebelum menggunakan obat ini, baik tablet maupun sirup, perhatikan sejumlah hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila hendak berkendara karena obat ini menyebabkan kantuk
  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda mengonsumsi alkohol di waktu berdekatan
  • Penggunaan obat pada anak di bawah 5 tahun harus di bawah pengawasan khusus
  • Penderita hipertensi, hipertiroidisme, hipertropi prostat,obesitas, gangguan ginjal, liver, dan diabetes harap berhati-hati saat menggunakan obat ini
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti mual, muntah atau insomnia
  • Beritahu dokter apabila Anda mengalami hipersensitivitas terhadap Tripolidine HCl dan Pseudoephedrine HCl

 

  1. Lapifed. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/lapifed/lapifed?type=brief&lang=id (Diakses pada 28 Agustus 2019)
  2. Tripolidine-Pseudoephedrine Tablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3158/triprolidine-pseudoephedrine-oral/details (Diakses pada 28 Agustus 2019)
  3. Penghambat Monoamin-Oksidase. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/43-depresi/433-penghambat-monoamin-oksidase-mao (Diakses pada 28 Agustus 2019)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi