Terbit: 6 Maret 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Berikut adalah obat kutil kelamin yang bisa Anda coba. Kutil kelamin adalah salah satu infeksi menular seksual yang paling umum. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) dan hampir semua orang yang aktif secara seksual memiliki HPV pada tubuhnya.

obat-kutil-kelamin-doktersehat

Obat Kutil Kelamin

Kutil kelamin (condyloma acuminatum) paling umum disebabkan oleh HPV. Penyakit lain yang juga disebabkan oleh HPV adalah kanker serviks. Jenis HPV tipe 6 dan 11 adalah yang dapat menyebabkan kutil, tapi HPV jenis ini tidak menyebabkan kanker serviks.

Kutil dapat ditandai dengan gejala seperti pembengkakan kecil berwarna coklat atau merah muda di area genital, gatal, hingga pendarahan saat hubungan intim. Jika gejala menyebabkan ketidaknyamanan, maka kutil kelamin membutuhkan perawatan.

Berikut adalah obat kutil kelamin pria dan wanita dari alami hingga medis yang dapat Anda coba:

1. Tea Tree Oil

Tea tree oil dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, terutama untuk mengatasi beberapa masalah kulit.

Tea tree oil merupakan minyak esensial yang sudah terbukti dapat melawan jamur, bakteri, dan organisme lainnya seperti kutu. Hal ini membuat tea tree oil juga dipercaya dapat membantu masalah kutil kelamin.

Cara menggunakan tea tree oil sebagai obat kutil kelamin alami adalah dengan mengencerkan tea tree oil dengan minyak pembawa seperti minyak kepala, perbandingannya adalah 1:2. Campuran minyak ini dapat diaplikasikan langsung ke bagian kutil.

Sebelum mengaplikasikan ke kutil, Anda harus memastikan lebih dulu bahwa Anda tidak memiliki alergi terhadap minyak esensial ini. Cobalah untuk mengaplikasikan tea tree oil yang sudah diencerkan ke tangan dan tunggu reaksinya selama 24 jam.

Perawatan ini mungkin akan memakan waktu beberapa minggu. Apabila sejak penggunaan awal muncul ketidaknyamanan, sebaiknya jangan lanjutkan penggunaan.

2. Cuka Apel

Bahan alami selanjutnya yang juga populer untuk mengatasi berbagai macam penyakit adalah cuka apel.

Cuka apel juga dipercaya sebagai salah satu obat kutil kelamin karena cuka apel memiliki kandungan asam asetat yang dapat membunuh bakteri dan virus. Cuka juga dapat perlahan-lahan menghancurkan kulit yang terinfeksi hingga kemudian kutil terlepas dari kulit.

Selain itu, iritasi yang disebabkan oleh asam juga dipercaya dapat merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan lebih mudah melawan virus penyebab kutil.

Cara menggunakan cuka apel untuk mengatasi kutil adalah dengan mencampurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 2:1. Setelah itu, oleskan campuran tersebut pada kutil menggunakan kapas. Tutup kapas dengan perban selama satu malam.

3. Bawang Putih

Terdapat beberapa bukti bahwa ekstrak bawang putih memiliki sifat antivirus sehingga kemungkinan dapat membantu mengatasi kutil kelamin.

Ekstrak bawang putih dalam bentuk minyak biasanya tersedia di pasaran. Anda dapat mengaplikasikan minyak ini ke kutil dengan menggunakan kapas atau kasa dan melihat perubahannya dalam waktu beberapa minggu.

4. Folat dan B12

Folat dan B12 adalah dua vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Kekurangan folat dan vitamin B12 sering kali dikaitkan dengan penularan HPV. Maka dari itu, konsumsi multivitamin yang mengandung folat dan B12 dipercaya dapat membantu tubuh untuk melawan infeksi HPV dan juga mengurangi kutil.

5. Sinecatechin

Obat kutil kelamin pertama yang bisa Anda dapatkan dengan resep dokter adalah sinecatechin.

Obat ini dapat digunakan untuk pengobatan kutil eksternal maupun kutil yang ada di dalam dan di sekitar lubang anus.

Sinecatechin merupakan zat alami yang ditemukan dalam teh hijau. Cara kerja obat ini tidak diketahui dengan pasti dan obat ini pada dasarnya juga tidak dapat menyembuhkan kutil. Meskipun begitu, obat ini dapat membantu infeksi kutil lebih cepat sembuh.

Penggunaan obat ini cukup efektif, namun Anda tetap harus memerhatikan beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan. Selama perawatan dengan sinecatechin atau setelahnya, kutil baru masih dapat muncul.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa obat ini tidak dapat mencegah penyebaran kutil melalui kontak seksual. Sinecatechin juga berpotensi melemahkan kondom.

6. Imiquimod

Obat kutil kelamin selanjutnya adalah imiquimod yang dapat mengobati kutil eksternal di sekitar area genital dan dubur.

Obat ini tidak digunakan untuk mengatasi kutil di dalam vagina, penis, atau dubur. Selain untuk mengatasi kutil, obat ini juga digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi lain seperti actinic keratosis akibat paparan sinar matahari berlebihan dan beberapa jenis kanker kulit yang disebut karsinoma sel basal superfisial.

Imiquimod tidak bekerja menghancurkan virus secara langsung. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat melawan virus yang menyebabkan kutil. Sedangkan cara kerja obat ini untuk mengatasi actinic keratosis dan kanker kulit tidak diketahui.

Penggunaan imiquimod dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti:

  • Lepuh pada kulit
  • Sakit atau nyeri pada tubuh
  • Panas dingin
  • Batuk
  • Kesulitan bernapas
  • Telinga tersumbat
  • Gatal pada area genital atau area kulit lainnya
  • Sakit atau nyeri di sekitar mata dan tulang pipi
  • Kemerahan pada kulit
  • Ruam kulit
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Kelelahan yang tidak biasa

Efek samping tidak selalu terjadi dan berbeda-beda pada setiap pasien. Obat ini hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Jika kutil tidak membaik dan efek samping justru berlanjut. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sama seperti sinecatechin, obat ini juga dapat melemahkan kondom sehingga kontak seksual sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini.

7. Podophyllin dan Podofilox

Podophyllin adalah resin alami berasal dari tanaman yang dapat menghancurkan jaringan kutil kelamin. Podophyllin dalam bentuk cairan biasanya diaplikasikan langsung oleh dokter.

Podofilox merupakan obat dengan kandungan senyawa aktif yang sama dengan podophyllin, namun obat ini bisa diaplikasikan sendiri di rumah. Obat kutil kelamin satu ini juga hanya digunakan untuk mengatasi kutil kelamin eksternal.

Podophyllin dan podofilox tidak dianjurkan digunakan selama kehamilan. Obat ini juga mungkin dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti iritasi kulit ringan, luka, dan juga rasa sakit.

8. Trichloroacetic Acid

Perawatan dengan trichloroacetic acid (TCA) dapat dilakukan untuk kutil eksternal maupun internal. Obat ini bekerja dengan cara menghancurkan protein dalam sel. Penggunaan TCA harus dilakukan dengan hati-hati karena obat ini juga dapat menghancurkan sel-sel yang normal.

Apabila terdapat permukaan kulit yang di luar kutil yang terkena, pasien akan diinstruksikan untuk membersihkan area tersebut dengan sabun cair atau natrium bikarbonat.

Penggunaan TCA dianggap aman dilakukan selama kehamilan karena hanya menimbulkan reaksi lokal saja. Cara mengobati kutil kelamin dengan TCA biasanya dilakukan satu minggu sekali dan perawatan biasanya dilakukan selama 6-10 minggu.

Sama seperti obat yang lain, TCA juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum meliputi terbakar, pembengkakan area tempat obat diterapkan, dan sensasi sakit ketika disentuh.

9. Operasi

Cara mengobati kutil kelamin yang terakhir adalah dengan prosedur operasi.

Prosedur operasi biasanya disarankan untuk menghilangkan kutil yang lebih besar, menghilangkan kutil yang tidak merespons obat-obatan, atau pasien hamil dan berpotensi memaparkan kutil pada bayi selama persalinan.

Terdapat beberapa pilihan prosedur operasi yang mungkin dilakukan sebagai cara untuk mengobati kutil kelamin, antara lain seperti:

  • Cryotherapy
  • Electrocautery
  • Eksisi bedah
  • Perawatan laser

Anda dapat berdiskusi dengan dokter tentang jenis perawatan yang paling tepat untuk Anda. Sebelum menentukan prosedur apa yang dipilih, pastikan Anda telah mengetahui dengan jelas manfaat dan risikonya.

Itu dia informasi tentang berbagai obat kutil kelamin alami dan juga medis. Perlu diketahui bahwa penggunaan bahan alami sangat sulit diukur efektivitasnya sehingga akan sulit juga untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Jika Anda memiliki risiko seperti alergi atau kondisi lain, sebaiknya hindari penggunaan bahan alami.

Penggunaan obat-obatan juga harus berdasarkan resep dokter. Jangan pernah mencoba obat kutil yang dijual bebas karena obat tersebut belum tentu diperbolehkan untuk digunakan di area genital.

 

  1. Anonim. 2012. Podophyllin Resin or Podofilox for Genital Warts (Human Papillomavirus). https://www.cardiosmart.org/healthwise/hw10/4021/hw104021. (Diakses 6 Maret 2020).
  2. Anonim. Sinecatechins Ointment. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-149842/sinecatechins-topical/details. (Diakses 6 Maret 2020).
  3. Anonim. 2019. Genital warts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/symptoms-causes/syc-20355234. (Diakses 6 Maret 2020).
  4. Anonim. 2020. Imiquimod (Topical Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/imiquimod-topical-route/description/drg-20067474. (Diakses 6 Maret 2020).
  5. Brusie, Chaunie. 2017. Home Remedies for Genital Warts: What Works?. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts-home-remedies. (Diakses 6 Maret 2020).
  6. Cafasso, Jacquelyn. 2019. Can You Remove Warts with Apple Cider Vinegar?. https://www.healthline.com/health/apple-cider-vinegar-warts. (Diakses 6 Maret 2020).
  7. Kodner, Charles M dan Soraya Nasraty. 2004. Management of Genital Warts. https://www.aafp.org/afp/2004/1215/p2335.html. (Diakses 6 Maret 2020).

.



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi