Terbit: 19 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Ketotifen adalah salah satu obat antihistamin yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Ketahui obat Ketotifen lebih lanjut mulai dari fungsi, efek samping, dosis, hingga aturan pemakaiannya berikut ini!

Ketotifen: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Ketotifen

 Nama obat  Ketotifen
 Golongan obat  Antihistamin
 Kategori obat  Obat keras
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  C
 Fungsi obat
  • Mengatasi reaksi alergi
  • Pengobatan penunjang untuk asma
 Kontraindikasi obat  Penggunaan obat tidak disarankan apabila memiliki:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan obat
  • Riwayat epilepsi
  • Diabetes
  • Anak-anak < 3 tahun
 Dosis obat  Rhinitis alergi:

  • Dewasa dan anak-anak > 3 tahun: 1 mg, 2 kali per hari. Dosis maksimal 2 mg, 2 kali per hari

 Konjungtivitis alergi:

  • Dewasa dan anak-anak > 3 tahun: 1 kali tetes per hari pada mata yang terdampak
 Sediaan obat  Tablet dan cairan tetes

 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Ketotifen Obat Apa?

Ketotifen obat apa? Ketotifen adalah obat dari golongan antihistamin yang diformulasikan untuk mengatasi gejala rhinitis alergi. Selain rhinitis alergi, konjungtivitis alergi adalah jenis reaksi alergi lainnya yang bisa diatasi dengan obat ini.

Sebagai obat anthistamin, obat Ketotifen bekerja dengan cara menghambat pelepasan senyawa histamin yang menjadi pemicu munculnya reaksi alergi. Dengan demikian, gejala-gejala alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal bisa mereda.

Menariknya, obat ini juga dapat digunakan oleh para penderita asma. Ketotifen berperan dalam meredakan gejala asma yang kambuh. Akan tetapi, obat tidak diformulasikan untuk menyembuhkan gangguan pernapasan tersebut.

Merek Dagang Ketotifen

Obat ini dijual dalam berbagai merek dagang, di antaranya:

  • Astifen
  • Ditensia
  • Initifen
  • Profilas
  • Scanditen
  • Tosma
  • Zaditen

Fungsi Obat Ketotifen

Fungsi obat Ketotifen adalah untuk meredakan gejala reaksi alergi pada kasus rhinitis alergi dan konjungtivitis alergi seperti:

  • Bersin
  • Hidung gatal dan tersumbat
  • Mata gatal dan merah

Selain itu, obat ini juga dapat difungsikan untuk mengurangi intensitas dan tingkat keparahan penyakit asma. Namun, obat tidak dapat menyembuhkan penyakit asma.

Pastikan untuk menggunakan obat ini sesuai dengan peruntukannya. Penggunaan obat yang tidak sesuai berisiko memunculkan reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Ketotifen

Dalam menggunakan obat Ketotifen, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya berikut!

1. Kontraindikasi Obat Ketotifen

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas terhadap kandungan obat
  • Riwayat epilepsi
  • Diabetes
  • Anak-anak < 3 tahun

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat Ketotifen apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Ketotifen Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kantuk, kepala pusing, mulut kering dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Ketotifen Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut United States Food and Drugs Administration (US FDA), obat ini masuk ke dalam kategori C dari segi keamanan bagi ibu hamil dan menyusui. Obat dengan label C belum memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk memastikan keamanannya jika digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda sedang dalam kondisi hamil atau menyusui.

Interaksi Obat Ketotifen

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud adalah obat antidiabetes. Sementara itu, obat ini juga akan bereaksi terhadap alkohol.

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat yang dimaksud maupun obat-obatan lainnya agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi jika memang ditemukan potensi terjadinya reaksi obat.

Efek Samping Obat Ketotifen

Obat ini dapat menimbulkan efek samping. Efek samping obat meliputi:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Iritasi
  • Mulut kering
  • Cemas
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Penglihatan kabur
  • Ruam pada kulit

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Ketotifen

Ketotifen masuk ke dalam kategori obat keras. Penggunaan obat tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Ketotifen Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral dan cairan tetes dengan berbagai takaran. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat.

Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan dan anjuran dari dokter.

2. Dosis Obat Ketotifen

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat ini:

Rhinitis alergi:

  • Dewasa dan anak-anak > 3 tahun: 1 mg, 2 kali per hari. Dosis maksimal 2 mg, 2 kali per hari

Konjungtivitis alergi:

  • Dewasa dan anak-anak > 3 tahun: 1 kali tetes per hari pada mata yang terdampak

Asma:

Mengikuti petunjuk dokter

Cara Pemakaian Obat Ketotifen

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Ketotifen yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Gunakan obat ini sesuai arahan dari dokter.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas, atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 12 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 8 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas-aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Ketotifen

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu di bawah 25 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembab.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Ketotifen. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketotifen?mtype=generic (Diakses pada 19 Juli 2020)
  2. Ketotifen. https://www.drugs.com/cdi/ketotifen-ophthalmic.html (Diakses pada 19 Juli 2020)
  3. Ketotifen, http://pionas.pom.go.id/monografi/ketotifen (Diakses pada 19 Juli 2020)
  4. Ketotifen Fumarate Drops. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17383/ketotifen-ophthalmic-eye/details (Diakses pada 19 Juli 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi