Terbit: 23 Juli 2020 | Diperbarui: 28 Juli 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terdapat beberapa jenis obat keseleo yang bisa didapatkan di apotek. Meskipun begitu, penanganan keseleo tentunya juga harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Simak berbagai cara mengatasi keseleo yang bisa dilakukan berikut ini!

10 Pilihan Obat Keseleo dan Cara Mengatasi Keseleo

Obat Keseleo

Keseleo atau terkilir adalah kondisi di mana ligamen robek atau meregang. Ligamen sendiri merupakan jaringan fibrosa kuat yang menghubungkan tulang bersama dengan sendi. Kondisi ini paling umum terjadi pada pergelangan kaki.

Salah satu gejala paling khas dari keseleo adalah rasa nyeri, terutama apabila bagian tubuh yang mengalami keseleo harus menahan beban. Rasa nyeri ini dapat diatasi dengan beberapa obat nyeri yang bisa ditemukan di apotek.

Berikut adalah nama obat keseleo di apotek yang bisa digunakan:

1. Paracetamol

Obat keseleo yang pertama adalah paracetamol atau acetaminophen.

Obat ini termasuk ke dalam obat pereda nyeri paling umum digunakan. Kegunaan utamanya adalah untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, nyeri otot, hingga nyeri akibat keseleo.

Paracetamol bekerja mengurangi nyeri dan sedikit menurunkan peradangan yang mendasari nyeri tersebut.

2. Ibuprofen

Jenis obat keseleo yang dapat membantu mengatasi nyeri selanjutnya adalah ibuprofen.

Ibuprofen masuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi hormon menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh.

3. Naproxen Sodium

Nama obat keseleo di apotek selanjutnya adalah naproxen.

Sama seperti ibuprofen, naproxen juga termasuk ke dalam jenis obat antiinflamasi nonsteroid. Selain digunakan untuk mengatasi nyeri akibat keseleo, obat ini juga biasanya digunakan untuk radang sendi, ankylosing spondylitis, tendinitis, gout, kram menstruasi, dan kondisi nyeri akut lainnya.

Baca Juga: Keseleo (Terkilir): Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Cara Mengatasi Keseleo

Pada dasarnya, ketiga obat keseleo di atas bukan merupakan obat khusus untuk keseleo. Obat-obatan di atas hanya membantu meredakan gejala nyerinya dan pembengkakan saja. Selain dengan obat, terdapat beberapa cara lain yang harus dilakukan untuk mengatasi keseleo.

Berikut adalah cara mengatasi keseleo yang bisa dilakukan:

1. Metode R.I.C.E

R.I.C.E (rest, ice, compression, elevation) adalah metode dasar yang dilakukan sebagai pertolongan pertama pada keseleo. Metode ini dapat dilakukan hingga 2-3 hari jika memang dibutuhkan.

Berikut penjelasan tentang R.I.C.E:

  • Rest (istirahat). Saat mengalami keseleo, sebaiknya hindari segala aktivitas yang dapat menimbulkan rasa sakit, memperburuk pembengkakan, dan menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Ice (es). Gunakan es untuk mengompres bagian yang terkilir selama 15-20 menit. Ulangi cara ini setiap 2-3 jam sepanjang hari. Namun, pada pasien yang memiliki penyakit pembuluh darah, diabetes, atau kondisi yang menyebabkan penurunan sensasi pada tubuh, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan kompres es.
  • Compression (kompresi). Perban elastis dapat digunakan untuk membantu menghentikan pembengkakan. Jangan membungkus bagian tubuh yang terkilir terlalu kuat karena dapat menghalangi sirkulasi darah.
  • Elevation (ketinggian). Angkat bagian yang keseleo hingga posisinya lebih tinggi dari jantung. Lakukan ini terutama di malam hari. Cara ini akan membantu mengurangi pembengkakan.

2. Kompres Hangat

Selain kompres dengan es, ternyata kompres hangat juga bisa menjadi cara mengobati keseleo.

Namun, perlu diperhatikan bahwa kompres hangat ini hanya boleh dilakukan ketika pembengkakan sudah mereda. Jadi, kompres hangat bukan merupakan pertolongan pertama pada keseleo, tapi digunakan sebagai pendukung langkah penyembuhan.

Aplikasikan heat pack selama 15-20 menit ketika mengompres. Ini akan membantu mengendurkan otot-otot yang tegang dan juga meredakan rasa sakit.

3. Peregangan

Cara mengatasi keseleo selanjutnya adalah dengan melakukan peregangan.

Keseleo pada kaki berpotensi menyebabkan otot kaki dan struktur di dekatnya rusak, terutama apabila jaringan melemah akibat jarang digunakan. Peregangan dapat membuat otot kuat dan lentur, melancarkan sirkulasi darah, dan mempercepat penyembuhan.

Ketika melakukan peregangan, pastikan tidak menggerakkan kaki berlebihan atau membuatnya sakit.

Cobalah untuk menggerakkan kaki dengan lembut dengan menekuknya ke depan, lalu ke belakang. Anda juga dapat mencoba gerakan memutar kaki searah jarum jam, lalu ke arah sebaliknya. Lakukan paling tidak tiga kali setiap hari.

4. Berjalan

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat kesembuhan keseleo adalah berjalan untuk melenturkan otot-otot yang kemarin sempat kaku akibat diistirahatkan.

Mulailah berjalan dengan jarak yang pendek lebih dulu. Jika kondisi pergelangan kaki sudah membaik, barulah coba berjalan untuk lebih jauh. Jika kondisi kaki masih terlalu sakit untuk menopang berat tubuh, sebaiknya tunda latihan berjalan 1-2 hari kemudian.

5. Pijat

Pijat adalah salah satu pengobatan tradisional yang dipercaya dapat meringankan berbagai jenis gejala penyakit, termasuk keseleo.

Pijat akan membantu meningkatkan aliran darah dan juga meringankan rasa sakit pada bagian yang terkilir. Pijat sebaiknya dilakukan oleh terapis professional, terutama jika cedera yang terjadi cukup parah.

Apabila cedera ringan, Anda bisa mencoba pijat bagian kaki dan tumit atau sekitar pergelangan kaki dengan lembut. Namun. Jika pijat menyebabkan rasa sakit dan memperburuk gejala, sebaiknya segera hentikan cara ini.

6. Terapi Fisik

Cara mengobati keseleo selanjutnya adalah dengan menggunakan terapi fisik.

Metode ini biasanya dilakukan pada seseorang yang mengalami cedera serius atau jangka panjang. Terapis fisik akan mengevaluasi tentang kondisi otot-otot yang mengalami cedera dan bertanya tentang gaya hidup Anda.

Setelah itu, terapis akan membuat rencana latihan yang dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

7. Operasi

Jika obat keseleo dan cara lain seperti terapi fisik dan latihan rehabilitasi tidak membuahkan hasil, terkadang operasi dibutuhkan untuk mengatasi keseleo.

Pembedahan dilakukan untuk memperbaiki ligamen yang tidak sembuh atau merekonstruksi ligamen dengan jaringan ligamen atau tendon terdekat.

Baca Juga: Cedera Ligamen Lutut Anterior: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Keseleo biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  • Nyeri, terutama ketika menahan beban pada kaki yang sakit
  • Sakit ketika pergelangan kaki disentuh
  • Pembengkakan
  • Memar
  • Terbatasnya rentang gerak
  • Ketidakstabilan di pergelangan kaki
  • Muncul sensasi di bawah kulit atau suara saat mengalami cedera

Jika gejala di atas muncul dan Anda mencurigai adanya keseleo, maka Anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Pertolongan pertama di rumah mungkin akan dapat membantu kondisi ini, namun sangat penting untuk mengetahui apakah dibutuhkan evaluasi lanjutan terhadap cedera yang dialami atau tidak.

Gejala yang parah dapat menandakan kerusakan ligamen yang terjadi juga cukup parah atau bahkan dapat menandakan patah tulang.

Itu dia berbagai obat keseleo dan cara mengatasi keseleo yang dapat dilakukan. Apabila telah melakukan pertolongan pertama dan kondisi tidak juga kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2018. Sprained ankle. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sprained-ankle/symptoms-causes/syc-20353225. (Diakses 23 Juli 2020).
  2. Anonim. 2020. Paracetamol. https://www.drugs.com/paracetamol.html. (Diakses 23 Juli 2020).
  3. Anonim. 2020. Naproxen. https://www.drugs.com/naproxen.html. (Diakses 23 Juli 2020).
  4. Anonim. 2020. Ibuprofen. https://www.drugs.com/ibuprofen.html. (Diakses 23 Juli 2020).
  5. Villines, Zawn. 2019. Tips for healing a sprained ankle fast. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327169#tips-to-aid-healing. (Diakses 23 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi