Terbit: 18 Juni 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Jika memiliki jamur kuku, sebaiknya segera atasi dengan obat jamur kuku karena jika dibiarkan akan semakin parah dan sulit diobati. Apa saja obatnya? Yuk simak informasi lengkap tentang obat alami dan medis di bawah ini!  

13 Obat Jamur Kuku yang Alami dan Medis (Ampuh!)

Cara Mengobati Jamur Kuku yang Alami

Mengobati jamur kuku bisa menggunakan bahan alami yang sangat mudah kita dapatkan seperti bawang putih dan teh hitam karena kandungan di dalamnya memiliki sifat antijamur dan antibakteri.

Berikut adalah cara menghilangkan jamur kuku dengan bahan alami:

1. Bawang Putih

Bawang putih memiliki senyawa antijamur dan antimikroba yang dapat membantu mengobati jamur kuku. Penggunaanya cukup dengan menerapkan bawang putih cincang atau yang dihaluskan pada kuku selama 30 menit setiap hari.

Jangan terlalu banyak mengaplikasikan bawang putih pada kuku karena dapat menyebabkan luka bakar kimia.

2. Cuka

Cuka juga menjadi salah satu obat jamur kuku alami, terutama kuku kaki. Meskipun rasa dan aromanya yang begitu kuat, obat rumahan ini cukup aman untuk dicoba.

Cara menggunakannya mudah, rendamlah kuku kaki yang terkena jamur dalam air hangat yang dicampur beberapa sendok makan cuka selama 20 menit sehari.

3. Baking Soda

Baking soda atau soda kue dapat menyerap kelembapan yang menyebabkan jamur kuku. Penggunaan baking soda secara topikal bisa mencegah pertumbuhan jamur sekitar 79 persen.

Cara mengobati jamur kuku ini cukup memasukkan soda kue ke dalam kaus kaki dan sepatu untuk menyerap kelembapan. Cara lainnya juga bisa mengoleskan soda kue yang telah dilarutkan air pada kuku selama setidaknya 10 menit sebelum dibilas.

Pengobatan ini dapat diulangi beberapa kali sehari dalam seminggu sampai jamur kuku hilang.

4. Teh Hitam

Merendam kuku kaki yang terinfeksi jamur dalam teh hitam juga bermanfaat dalam mengobati jamur kuku. Teh jenis ini mengandung asam tanat yang berkhasiat menyerap kelembapan kaki, membunuh bakteri, dan membantu mengecilkan pori-pori kaki untuk mengurangi keringat.

Cara membuat teh khusus untuk jamur kuku hanya dengan merebus 5 sampai 6 kantong teh ke dalam dua liter air. Setelah didinginkan, rendamlah kuku kaki selama 30 menit. Gunakanlah obat jamur kuku alami ini setiap hari jika diinginkan.

5. Tea Tree Oil

Tea tree oil adalah minyak esensial yang memiliki khasiat sebagai antijamur dan antiseptik. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, beberapa penelitian klinis skala kecil telah menunjukkan bahwa minyak ini efektif melawan jamur kuku.

Cara mengobati jamur kuku dengan bahan alami ini hanya dengan mengoleskannya memakai kapas pada kuku. Sebaiknya oleskan sebanyak dua kali sehari.

6. Minyak Oregano

Minyak ini mengandung timol, yang juga memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Tentunya cocok digunakan untuk menghilangkan jamur kuku.

Caranya sama dengan tea tree oil, oleskanlah minyak oregano pada kuku yang terkena jamur sebanyak dua kali sehari menggunakan kapas. Guna mendapatkan hasil yang maksimal, beberapa orang bahkan menggunakan minyak oregano dan tea tree oil secara bersamaan.

Namun, harus berhati-hati karena kedua minyak ini kuat dan dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Mencampurkan kedua obat jamur kuku ini dapat meningkatkan risiko tersebut. 

Baca Juga: 15 Cara Merawat Kuku yang Alami agar Sehat dan Berkilau

Cara Mengobati Jamur Kuku secara Medis

Jika obat alami di atas tidak efektif menghilangkan jamur kuku, pilihan lainnya bisa menggunakan perawatan secara medis, termasuk obat-obatan dan bahkan operasi. 

Berikut ini adalah cara menghilangkan jamur kuku dengan perawatan medis:

1. Terbinafine

Obat ini diminum setiap hari selama 12 minggu untuk mengobati jamur kuku kaki dan enam minggu untuk kuku tangan. Mengonsumsi obat ini aman, efektif, dan memiliki sedikit efek samping. Namun, obat jamur kuku ini harus digunakan dengan hati-hati pada penderita penyakit hati. 

2. Itraconazole

Itraconazole biasanya diresepkan satu minggu per bulan selama dua atau tiga bulan. Obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat yang biasa digunakan seperti antibiotik eritromisin atau obat asma tertentu.

Itraconazole dianggap sebagai pengobatan pilihan untuk onikomikosis yang disebabkan oleh jamur candida dan jamur non-dermatophytic.

3. Fluconazole

Obat jamur kuku berikutnya dapat diberikan seminggu sekali selama beberapa bulan untuk menghilangkan jamur kuku. Dosis fluconazole mungkin perlu dimodifikasi jika pasien mengalami gangguan fungsi ginjal atau meminumnya secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu.

Obat ini tidak seefektif terbinafine atau itraconazole dan harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menderita penyakit hati.

4. Obat Krim Kuku

Selain obat-obatan oral, dokter mungkin meresepkan obat krim antijamur. Obat ini dioleskan pada kuku yang terinfeksi jamur setelah direndam.

Obat krim lebih efektif jika terlebih dahulu menipiskan kuku. Cara ini membantu obat menembus permukaan kuku yang keras hingga ke akar jamur.

Dokter mungkin dapat menipiskan permukaan kuku dengan mengikir menggunakan alat medis. Khusus untuk kuku tipis, gunakanlah lotion tanpa resep yang mengandung urea. 

5. Obat Cat Kuku

Obat resep ini juga sebagai antijamur yang disebut ciclopirox. Penggunaanya sama seperti cat kuku biasa pada kuku yang terinfeksi jamur dan kulit di sekitarnya sekali sehari.

Setelah tujuh hari pemakaian, hilangkan lapisan obat cat kuku yang telah menumpuk menggunakan alkohol dan kembali memakai obat cat kuku. Cat kuku jenis ini mungkin dapat digunakan setiap hari selama hampir satu tahun.

6. Laser

Laser mungkin menjadi salah satu pilihan cara menghilangkan jamur kuku secara efektif. Terapi laser atau terapi fotodinamik menggunakan aplikasi zat-zat yang diaktifkan cahaya pada kuku diikuti oleh sinar yang memancarkan panjang gelombang tepat pada kuku yang terinfeksi jamur.

7. Operasi

Jika cara mengobati jamur kuku yang telah dijelaskan di atas tidak efektif, dokter mungkin menyarankan operasi.

Dalam prosedur operasi, dokter akan mengangkat sementara kuku sehingga dokter memudahkan untuk menerapkan obat antijamur secara langsung pada infeksi jamur di bawah kuku.

Sedangkan jika infeksi jamur pada kuku tergolong parah dan sangat menyakitkan, dokter mungkin menyarankan pengangkatan kuku permanen.

_

Itu dia pilihan obat jamur kuku yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan jamur kuku baik yang alami maupun medis. Khusus yang alami memang direkomendasikan untuk mengobati jamur kuku, namun efektivitasnya belum teruji secara klinis. Oleh karena itu, harus berhati-hati!

Jika ingin menggunakan salah satu obat ini, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter tentang kondisi kuku yang terinfeksi jamur, kondisi medis yang sedang atau pernah diderita, dan alergi (ruam, gatal, dan pembengkakan). Satu hal yang penting adalah tetap menjalankan pola hidup sehat ya, Teman Sehat!

 

  1. Han, Kyoung M. Fungal Nails. https://www.medicinenet.com/fungal_nails/article.htm. Diakses pada 18 Juni 2020)
  2. Jenna Fletcher. 2018. What is the best home remedy for toenail fungus?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322895. (Diakses pada 18 Juni 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2019. Nail fungus. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nail-fungus/diagnosis-treatment/drc-20353300#:~:text=Oral%20antifungal%20drugs.,slowly%20replacing%20the%20infected%20part. (Diakses pada 18 Juni 2020)
  4. McDermott, Annette. 2016. Try One of These 10 Home Remedies for Toenail Fungus. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-toenail-fungus. (Diakses pada 18 Juni 2020)
  5. Singlecare Team. 2020. 15 Home remedies for toenail fungus. https://www.singlecare.com/blog/home-remedies-for-toenail-fungus/. (Diakses pada 18 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi