Interhistin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

efek-samping-interhistin-doktersehat
Photo source: Cleanoz.bisnislink.com

DokterSehat.Com – Interhistin obat apa? Interhistin adalah obat anti alergi yang mengandung mebidrolin napadisilat. Obat interhistin bisa digunakan untuk mengatasi beberapa gangguan alergi seperti eksim, urtikaria, rhinitis, demam, dan lainnya. Penggunaan obat interhistin harus sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat interhistin termasuk informasi tentang bentuk sediaan interhistin, indikasi interhistin, kontraindikasi interhistin, manfaat interhistin, dosis interhistin, dan efek samping interhistin.

  • Nama: Interhistin
  • Kelas Terapi: Antihistamin » Alergi
  • Monografi Obat: Mebidrolin Napadisilat

Bentuk Sediaan Interhistin

Obat interhistin yang ada di pasaran memiliki dua jenis bentuk sediaan. Kedua jenis bentuk sediaan tersebut adalah tablet dan sirup. Interhistin dalam bentuk sediaan tablet mengandung mebidrolin napadisilat sebanyak 50 mg pada setiap tabletnya.

Dalam bentuk sediaan sirup, obat interhistin berisikan 60 mL cairan yang dikemas di dalam botol. Setiap 5 mL sirup interhistin mengandung mebidrolin napadisilat sebanyak 50 mg. Interhistin dalam bentuk sirup harus disimpan di dalam tempat dengan suhu di bawah 30°C  dan tidak boleh disimpan di dalam lemari pendingin.

Indikasi Interhistin

Penggunaan obat interhistin harus memiliki indikasi tertentu. Pasien atau konsumen yang memiliki alergi seperti urtikaria, hay fever, dan rhinitis alergi bisa menggunakan obat interhistin. Orang-orang yang sedang mengalami gangguan pada kulit berupa eksim juga diperbolehkan minum obat interhistin.

Apabila Anda atau orang di sekitar Anda terkena gigitan serangga maka bisa menggunakan obat interhistin untuk mengatasi gangguan alergi yang tampak pada kulit sebagai efek dari gigitan serangga. Selain itu, penderita pruritus dan angioedema pun juga bisa mengonsumsi obat interhistin.

Kontraindikasi Interhistin

Beberapa pasien yang memiliki indikasi terhadap penggunaan obat interhistin bisa saja tidak bisa menggunakannya akibat adanya kontraindikasi terhadap kandungan mebidrolin napadisilat di dalam obat interhistin.

Orang-orang yang memiliki alergi terhadap kandungan mebidrolin napadisilat tidak bisa minum obat interhistin. Hal ini dikarenakan bisa menimbulkan munculnya tanda-tanda reaksi alergi. Penderita asma akut dan bayi prematur juga tidak boleh minum interhistin.

Pasien atau konsumen yang mengalami hipertrofi prostat, glaukoma sudut sempit dan retensi urin juga tidak bisa menggunakan obat interhistin. Penggunaan obat interhistin bersama obat-obatan monoamin oksidase, antikolinergik, dan depresan bisa menimbulkan interaksi yang merugikan.

Manfaat Interhistin

Ada beberapa manfaat interhistin yang bisa Anda dapatkan apabila meminumnya dengan aturan yang diperintahkan dan dosis yang dianjurkan. Manfaat interhistin bisa untuk meredakan beberapa gangguan alergi seperti pada penyakit urtikaria, rhinitis alergi, dan demam hay.

Manfaat interhistin juga bisa untuk mengobati masalah kulit berupa eksim atau alergi karena gigitan serangga. Penggunaan obat interhistin juga memiliki manfaat untuk mengobati alergi pada penderita angioedema dan pruritus.

Dosis Interhistin

Anda bisa mendapatkan manfaat interhistin dengan memakai obat interhistin sesuai dengan dosis yang tepat. Dosis interhistin dalam bentuk sediaan tablet untuk orang dewasa adalah 50-100 mg dalam sehari atau 1-2 tablet sehari. Pemberian tablet interhistin diberikan setelah makan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya iritasi lambung.

Dosis interhistin dalam bentuk sediaan sirup adalah 1-3 sendok takar untuk anak usia 2-5 tahun; 2-4 sendok takar untuk anak 5-10 tahun; dan 2-6 sendok takar untuk anak di atas usia 10 tahun. Pemberian dosis tersebut diberikan dalam dosis terbagi kepada anak-anak. Kocoklah terlebih dahulu sebelum memberikan obat interhistin sirup kepada anak.

Efek Samping Interhistin

Obat interhistin memiliki beberapa efek samping tertentu yang diakibatkan oleh beberapa sebab. Efek samping interhistin akibat adanya hipersensitivitas berupa gatal-gatal, ruam kulit, sesak napas, mual, muntah, pusing, dan bengkak pada mata, bibir, atau wajah.

Selain itu, efek samping interhistin juga bisa menyebabkan masalah saluran pencernaan, tekanan darah rendah, kelelahan, sedasi, telinga berdengung, rasa kantuk dan nyeri kepala. Ada kemungkinan juga efek samping interhistin bisa membuat pandangan kabur dan mulut terasa kering.

Obat interhistin juga bisa menimbulkan efek samping seperti euforia, gangguan darah, parestesi, stimulasi SPP, efek antimuskarinik, neutropenia, granulositopenia, dan agranulositosis. Pada kasus yang lebih parah, obat interhistin bisa membahayakan keselamatan karena bisa memicu efek samping pada darah yaitu blood dyscrasias.

 

 

Sumber:

  1. BPOM: Pusat Informasi Obat Nasional: http://pionas.pom.go.id