Inpepsa: Manfaat, Dosis, Efek Samping

inpepsa-doktersehat
Photo Source: www.fahrenheit.co.id

DokterSehat.Com – Inpepsa obat apa? Inpepsa adalah merek obat dengan kandungan zat aktif Sucralfate. Zat ini merupakan salah satu obat antitukak paling ampuh. Inpepsa berfungsi untuk mengatasi ulkus peptikum atau tukak saluran pencernaan. Sucralfate dengan cara membuat lapisan perlindungan pada luka di lambung dan bagian saluran pencernaan lainnya untuk mencegah peradangan semakin memburuk.

Meskipun obat ini membantu mengatasi masalah terkait naiknya asam lambung, tetapi obat ini tidak bekerja meredakan nyeri yang biasanya dialami ketika masalah dalam lambung terjadi. Penggunaan obat ini mungkin dibarengi dengan obat lainnya dan pengguna obat ini diharuskan untuk menghindari makanan pedas dan asam agar tidak memperburuk kondisi lambung.

Manfaat Inpepsa

Secara umum, manfaat Inpepsa adalah untuk mengatasi gangguan pada sistem pencernaan dengan cara melindungi luka yang terdapat di lambung. Tapi jika melihat pada beberapa kondisi spesifik yang terjadi terkait dengan gangguan lambung, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa diatasi dengan Inpepsa:

  • Tukak lambung
  • Tukak duodenum (usus dua belas jari)
  • Mencegah tukak lambung dan tukak duodenum
  • Mecegah pendarahan sistem pencernaan akibat stres
  • Mengobati gratitis atau maag kronis
  • Mengobati penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal reflux disease)

Dosis Inpepsa

Inpepsa tersedia dalam bentuk suspensi dan dikemas dalam botol dengan pilihan isi 100 ml dan 200 ml. Setiap satu sendok takar atau 5 ml Inpepsa mengandung 500 mg Sucralfate. Berikut adalah dosis Inpepsa yang umumnya dianjurkan:

  • Dewasa: 2 sendok takar, diberikan 4 kali sehari. Dosis harian tidak melebihi 8 gr Sucralfate per hari.
  • Anak usia 2-12 tahun: satu sendok takar, diberikan 4 kali sehari.
  • Anak usia 1 bulan-2 tahun: ½ sendok takar, diberikan 4 kali sehari.

Obat ini digunakan dalam keadaan perut kosong atau sekitar 1 atau 2 jam sebelum makan. Gunakan obat sesuai dengan dosisnya dan pada waktu yang sama setiap harinya agar obat dapat bekerja dengan lebih maksimal.

Dosis bisa di atas merupakan dosis yang lazim diberikan. Dosis bisa berganti bergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan menambahkan maupun mengurangi dosis tantap berkonsultasi dengan dokter sebelumnya.

Efek Samping Inpepsa

Setiap obat tentunya memilki potensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Inpepsa. Berikut adalah efek samping Inpepsa yang mungkin timbul:

  • Menyebabkan kantuk
  • Gangguan pencernaan seperti mual, diare, sembelit
  • Sakit kepala
  • Sakit kepala berputar-putar atau vertigo
  • Gangguan kulit seperti pruritus
  • Reaksi alergi

Efek samping yang disebutkan di atas tidak terjadi pada semua pasien. Efek samping bisa terjadi bergantung pada kondisi pasien atau akibat dari penggunaan dosis yang kurang tepat. Jika mengalami salah satu efek samping di atas maupun efek samping lainnya, segera hentikan penggunaan obat. Jika gejala tidak membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat

Penggunaan Inpepsa bersamaan dengan obat lain bisa menimbulkan efek samping yang bisa menurunkan kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa jenis obat yang tidak boleh digunakan bersama dengan Inpepsa adalah:

  • Antasida, gunakan paling tidak dengan jarak waktu 30 menit
  • Tetracycline, Ketoconazole, Phenytoin, Cimetidine, Dixogin, dan Ranitidine sebaiknya di konsumsi 2 jam sebelum atau sesudahnya agar penyerapan obat-obat yang disebutkan tidak terganggu.

Perhatian dan Peringatan

Inpepsa masuk ke dalam golongan obat keras yang seharusnya hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Sebelum menggunakan Inpepsa, berikut adalah beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan peringatan bagi Anda:

  • Obat ini tidak boleh diberikan pada pasien yang alergi terhadap Sucralfate atau bahan lain yang terkandung dalam obat ini dan pada pasien dengan kondisi gagal ginjal kronis.
  • Keamanan kehamilan untuk obat ini masuk ke dalam kategori B menurut FDA yang artinya studi pada binatang tidak memperlihatkan adanya risiko, namun belum pernah dilakukan studi terkontrol pada wanita hamil atau studi pada sistem reproduksi binatang memperlihatkan adanya efek samping yang tidak terlihat pada strudi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1. Penggunaannya pada wanita hamil sebaiknya di bawah pengawasan dokter.
  • Penggunaan pada ibu menyusui juga sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter karena tidak diketahui apakah obat ini dapat disalurkan melalui ASI atau tidak.
  • Obat ini mungkin menimbulkan kantuk sehingga jangan digunakan ketika Anda akan berkendara atau menjalankan mesin.