Obat Ini Bisa Membuat Darah Kita Mematikan Bagi Nyamuk?

doktersehat-nyamuk-zika-travel-warning-Bali-Australia-chikungunya

DokterSehat.Com– Tak hanya memicu gatal-gatal, gigitan nyamuk bisa saja menyebabkan datangnya beberapa penyakit. Tercatat, beberapa jenis penyakit berbahaya seperti malaria, kaki gajah, atau bahkan demam berdarah bisa dipicu oleh gigitan nyamuk.

Dikutip dari NPR, sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul The Lancet Infectious Diseases menghasilkan sebuah fakta menarik tentang metode terbaru untuk melawan malaria dengan obat bernama invermectin. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa nyamuk pembawa malaria meninggal setelah menghisap darah orang yang sudah mengonsumsi obat ini.

Sebagai informasi, infeksi malaria memberikan dampak pada 200 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini akan muncul saat seseorang tergigit nyamuk pembawa parasit pemicu malaria bernama plasmodium. Jika infeksi ini dialami oleh manusia, maka akan muncul gejala seperti demam, sakit kepala, menggigil, atau bahkan kematian. Yang menjadi masalah adalah, nyamuk pembawa malaria mengalami perkembangan sehingga kini tidak mudah dibasmi dengan insektisida.

Menno Smit, MD, dari Liverpool School of Tropical Medicine berkata bahwa penggunaan invermectin mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk melawan penyakit yang dibawa oleh nyamuk, khususnya malaria. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Smit, dihasilkan fakta bahwa meski seseorang sudah tak lagi mengonsumsi invermectin selama 1 bulan, darahnya masih mampu membunuh nyamuk.

Dalam penelitian ini, 47 partisipan yang ada di Jaramogi Onginga Odinga Teaching and Referral Hospital mendapatkan 600 miligram tablet invermectin selama 3 hari berturut-turut. Sampel darah dari para partisipan ini kemudian diberikan pada nyamuk di wadah khusus. Hasilnya adalah, nyamuk-nyamuk ini mati setelah meminum darah tersebut.

Sayangnya, pemberian obat dengan dosis tersebut memicu beberapa efek samping berupa tidak enak badan pada sebagian partisipan. Karena alasan inilah penelitian lain yang lebih mendalam akan dilakukan untuk menemukan kadar atau dosis obat yang tepat, termasuk bagi anak-anak.

Semoga para peneliti bisa segera menemukan obat yang tepat.