Terbit: 2 November 2017 | Diperbarui: 27 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bakterial vaginosis: dokter dapat memberikan Anda dengan antibiotik seperti metronidazole (Flagyl) atau klindamisin (Cleocin). Umumnya pasangan seks pria tidak diobati. Banyak wanita dengan gejala bakterial vaginosis tidak mencari perawatan medis, dan banyak wanita tanpa gejala menolak pengobatan. Kondisi ini bisa sembuh secara spontan hingga sepertiga kasus pada pasien yang tidak hamil dan sampai setengahnya pada pasien hamil.

Infeksi Vagina – Obat

Infeksi ragi: Jika ini adalah pertama kalinya Anda terkena infeksi ragi, dokter harus diajak berkonsultasi sebelum mencoba pengobatan di rumah atau produk pengobatan yang bebas di pasaran. Dokter Anda biasanya akan merekomendasikan agar Anda menggunakan krim vagina dan aplikator vagina daripada obat oral. Wanita hamil biasanya akan diobati lebih lama dari wanita yang tidak hamil dan diawasi secara ketat.

  • Infeksi parah memerlukan obat antijamur, yang biasanya dikonsumsi secara oral sebagai dosis tunggal. Obat antijamur ini bisa termasuk flukonazol (Diflucan) dan itrakonazol (Sporanox). Obat ini memiliki tingkat kesembuhan lebih dari 80%. Obat ini juga bisa diberikan selama tiga sampai lima hari dengan tingkat kesembuhan serupa. Obat-obat tersebut dapat menyebabkan masalah hati. Beberapa gejala masalah hati adalah kulit kuning, mata kuning, dan tinja pucat. Jika Anda memiliki tanda-tanda ini, hubungi dokter Anda segera. Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda segera menghentikan pengobatan, melakukan tes darah, dan memantau fungsi hati Anda.
  • Untuk infeksi yang kurang parah, obat dapat digunakan dalam bentuk aplikator tablet atau krim vagina. Salah satu contohnya adalah nistatin (Mycostatin), dengan tingkat kesembuhan sekitar 75-80%. Miconazole (Monistat-7, M-Zole) dan klotrimazol (Mycelex, Gyne-Lotrimin) memiliki tingkat kesembuhan sekitar 85-90%.
  • Dalam beberapa kasus, satu dosis obat telah terbukti dapat membersihkan infeksi ragi. Dalam kasus lain, masa pengobatan yang lebih lama (tiga hari atau tujuh hari) mungkin diresepkan.
  • Untuk infeksi berulang (lebih dari empat episode per tahun), flukonazol oral dan itrakonazol atau clotrimazole vagina mungkin diperlukan selama enam bulan
  • Pada wanita hamil, diperlukan pengobatan yang lebih lama. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum perawatan.

Trikomoniasis: Trikomoniasis diobati dengan metronidazol. Biasanya diberikan dalam dosis tunggal. Jika Anda mengkonsumsi obat ini, jangan minum alkohol karena mencampur dua zat ini kadang bisa menyebabkan mual dan muntah parah. Pasangan seks perlu diobati juga meski tidak memiliki tanda-tanda penyakitnya.

Infeksi Vagina – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi