Terbit: 7 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Dari sekian banyak jenis obat antibiotik, Infatrim Forte adalah obat yang sering digunakan. Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini mulai dari indikasi, efek samping, dosis, cara pakai, dan lainnya berikut ini!

Infatrim Forte: Indikasi, Efek Samping, Dosis, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Infatrim Forte

 Nama obat  Infatrim Frote
 Golongan obat  Antibiotik
 Kategori obat  Obat keras (harus dengan resep dokter)
 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA  D
 Fungsi obat  Mengatasi infeksi  bakteri
 Kontraindikasi obat
  • Hipersensitivitas
  • Trombositopenia
  • Anemia megaloblastik
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Hamil dan menyusui
  • Anak usia di bawah 2 tahun
 Dosis obat
  • Infeksi saluran kemih, bronkitis ekserbasi akut, dan otitis media akut: 1-2 tablet @ 2 kali sehari selama 10-14 hari
  • Infeksi kronis: 3 tablet per hari
  • Gonore (tanpa komplikasi): 4 tablet per hari
  • Pengobatan jangka panjang: 1 tablet per hari
 Sediaan obat  Tablet

 

Infatrim Forte Obat Apa?

Infatrim forte obat apa? Infatrim forte adalah obat antibiotik yang komposisinya terdiri dari 2 (dua) bahan aktif yakni sulfamethoxazol dan trimetoprim. Kombinasi kedua bahan ini dikenal sebagai Kotrimoksazol.

Sebagai antibiotik, Infatrim forte adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini memiliki mekanisme kerja yakni menghambat tumbun kembang bakteri yang menjadi penyebab terjadinya infeksi. Termasuk ke dalam kategori obat keras, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Indikasi Obat Infatrim Forte

Indikasi atau kegunaan Infatrim Forte yang diproduksi oleh Molex Ayus ini adalah untuk mengobati infeksi bakteri, khususnya infeksi yang terjadi di:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Infeksi kulit
  • Infeksi kelamin
  • Infeksi pencernaan
  • Infeksi darah (Septikemia)
  • Toksoplasmosis

Peringatan dan Perhatian Obat Infatrim Forte

Sebelum menggunakan obat ini, ketahui terlebih dahulu sejumlah informasi penting berikut ini:

1. Kontraindikasi Obat Infatrim Forte

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Trombositopenia
  • Anemia megaloblastik
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Hamil dan menyusui
  • Anak usia di bawah 2 tahun

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat Infatrim Forte apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Infatrim Forte Lainnya

Peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti mual, muntah, diare, sakit kepala, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Infatrim Forte Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Infatrim Forte masuk ke dalam kategori D dalam hal tingkat keamanan bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan klasifikasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA).

Kategori D diberikan pada jenis obat yang berdasarkan penelitian menunjukkan adanya risiko yang ditimbulkan apabila digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Atas dasar hal tersebut, obat dengan kategori D sebaiknya tidak diberikan pada ibu hamil dan menyusui guna menghindari risikonya.

Interaksi Obat Infatrim Forte

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Phenytoin
  • Pyrimethamine
  • Thiazide

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga pernah atau sedang menggunakan obat-obatan tersebut agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Infatrim Forte

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Vertigo
  • Demam
  • Timbul ruam pada kulit
  • Gagal ginjal
  • Reaksi alergi (gatal, bengkak, dsb.)

Gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Infatrim Forte

Melihat dari peruntukannya, Infatrim Forte masuk ke dalam kategori obat keras. Itu artinya, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Ini Tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet oral. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek rumah sakit setelah mendapat rekomendasi dari dokter.

2. Dosis Obat Infatrim Forte

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat ini:

  • Infeksi saluran kemih, bronkitis ekserbasi akut, dan otitis media akut: 1-2 tablet @ 2 kali sehari selama 10-14 hari.
  • Infeksi kronis: 3 tablet per hari.
  • Gonore (tanpa komplikasi): 4 tablet per hari.
  • Pengobatan jangka panjang: 1 tablet per hari.

Cara Pakai Obat Infatrim Forte

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Infatrim Forte yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat.
  • Minumlah obat ini sesuai arahan dari dokter.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 12 jam sekali (untuk dosis 2 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 6 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Infatrim Forte

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20 – 25 derajat Celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

 

  1. Mims. Cotrimoxazole. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cotrimoxazole%20mersifarma/?type=brief (Diakses pada 7 Mei 2020)
  2. Mims. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/malaysia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 7 Mei 2020)
  3. Pionas BPOM RI. Kotrimoksazol. http://pionas.pom.go.id/monografi/kotrimoksazol-kombinasi-trimetoprim-dan-sulfa-metoksazol-dengan-perbandingan-15 (Diakses pada 7 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi