Obat Imunosupresan – Manfaat, Daftar Obat, dan Rejimen Terapi

Obat Imunosupresan
Photo Credit: pexels.com

Pernahkah Anda mendengar tentang obat imunosupresan? Obat imunosupresan obat apa? Bagi seseorang yang pernah mengalami operasi transplantasi atau mengenal pasien yang pernah melakukan transplantasi organ tubuh, nama obat imunosupresan barangkali sudah bukan sesuatu yang asing lagi. Obat imunosupresan adalah golongan obat yang menekan, atau mengurangi, kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Obat imunosupresan adalah obat yang kerap digunakan untuk mencegah reaksi penolakan dari tubuh, ketika tubuh baru saja menerima organ baru melalui prosedur transplantasi. Beberapa jenis obat imunosupresan ini digunakan untuk membuat imun mampu menerima organ transplantasi, seperti hati, jantung, atau ginjal.

Karena fungsi obat imunosupresan adalah mencegah penolakan sistem imun terhadap organ baru yang ditranspalantasi, obat ini juga disebut obat anti-rejection. Selain itu, fungsi obat imunosupresan lainnya adalah digunakan untuk mengatasi gangguan autoimun seperti lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis.

Jika dokter Anda telah memberi resep obat imunosupresan untuk Anda, inilah yang harus diketahui tentang obat-obatan ini, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana perasaan Anda saat menggunakan obat imunosupresan.

Informasi berikut akan memberi tahu Anda apa yang diharapkan saat menggunakan obat imunosupresan dan apa yang bisa dilakukan untuk Anda.

Apa saja yang ditangani dengan obat imunosupresan?

Kondisi autoimun
Telah dijelaskan di atas bahwa obat imunosupresan adalah obat yang berfungsi untuk menekan reaksi dari sistem imun. Dalam kondisi autoimun, sistem imun yang seharusnya bermanfaat besar justru dapat memberikan respon yang berbahaya dalam tubuh pasien.

Obat imunosupresan adalah obat yang dapat digunakan untuk menangani kasus autoimun ini. Dengan penyakit autoimun, sistem imun menyerang jaringan tubuh sehat yang normal. Karena imunosupresan akan memperlemah sistem imun, maka obat imunosupresan akan menekan reaksi ini. Obat ini akan menurunkan efek dari penyakit autoimun terhadap tubuh.

Penyakit autoimun yang diterapi oleh obat imunosupresan meliputi:

  • Psoriasis
  • Lupus
  • Rhematoid arthritis
  • Penyakit Crohn
  • Multipel sklerosis
  • Alopecia areata

Transplantasi organ
Hampir setiap orang yang menerima transplantasi organ perlu mengonsumsi obat imunosupresan karena sistem imun akan menganggap bahwa organ transplan adalah benda asing sehingga sistem imun akan menyerang organ tersebut sebagai benda asing. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hebat dan perlu untuk mengangkat organ yang ditransplan tadi.

Obat imunosupresan akan melemahkan sistem imun untuk menurunkan reaksi tubuh terhadap organ asing. Obat ini akan membuat organ transplan tetap sehat dan bebas dari kerusakan. Tentu saja, penggunaan obat imunosupresan ini harus berada di bawah pengawasan ketat dokter.

Daftar obat imunosupresan

Telah dijelaskan bahwa penggunaan obat untuk menekan kekebalan tubuh harus berada di bawah pengawasan dokter. Penggunaan obat imunosupresan yang digunakan tanpa pengawasan dokter justru dapat menyebabkan reaksi yang kurang baik untuk tubuh karena obat ini dapat melemahkan sistem imun.

Pada prinsipnya, penggunaan obat imunosupresan ini harus digunakan sesuai dengan kondisi pasien yang membutuhkan obat tersebut.

Ada beberapa jenis obat imunosupresan yang dapat digunakan oleh seorang pasien berdasarkan petunjuk dokter. Obat penekan kekebalan tubuh ini memiliki berbagai macam jenis yaitu:

  • Kortikosteroid: Prednison, budesonid, prednisolon
  • Inhibitor kalsineurin: Siklosporin, tacroimus
  • mTOR inhibitor: Sirolimus, everolimus
  • IMDH inhibitor: Azathioprine, leflunomide, mikofenolat
  • Antibodi monoklonal: Basilliximab, daclizumab, muromonab
  • Obat biologis: Abatacept (Orencia), adalimumab (Humira), anakinra (Kineret), certolizumab (Cimzia), etanercept (Enbrel), golimumab (Simponi), infliximab (Remicade), ixekizumab (Taltz), natalizumab (Tysabri), rituximab (Rituxan), secukinumab (Cosentyx), tocilizumab (Actemra), ustekinumab (Stelara), vedolizumab (Entyvio)

Rejimen Terapi

Obat imunosupresan memberikan efek yang cukup besar untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, sama sekali tidak mengherankan jika Anda hanya bisa mendapatkan obat ini apabila disarankan oleh dokter. Semua obat imunosupresan tersedia hanya jika diresepkan oleh dokter. Anda tidak bisa mendapatkan obat imunosupresan untuk digunakan secara bebas.

Obat imunosupresan adalah obat yang tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, cairan, atau suntikan. Dokter akan memutuskan bentuk obat mana dan rejimen obat yang tepat untuk Anda. Dokter dapat menggunakan kombinasi obat. Tujuan terapi imunosupresan adalah untuk menemukan rencana terapi yang akan menekan sistem imun tetapi memiliki efek samping paling minimal dan tidak merusak tubuh.

Jika Anda mengkonsumsi obat imunosupresan, Anda perlu mengkonsumsi tepat sebagaimana yang diresepkan. Jika Anda memiliki gangguan autoimun, perubahan rejimen dari yang seharusnya dapat menyebabkan kondisi autoimun flare-up (kambuh).

Jika Anda penerima transplan organ (resipien), sedikit saja perubahan dari yang ditentukan dokter akan menyebabkan penolakan organ. Tidak peduli bagaimana Anda mengkonsumsi obat, jika Anda melewatkan dosis, atau melakukan kesalahan dalam mengkonsumsinya, segeralah hubungi dokter Anda saat itu juga.

Informasi di atas merupakan informasi awal mengenai obat imunosupresan untuk Anda. Tentu saja masih banyak informasi lainnya tentang obat ini dan informasi tersebut juga penting untuk diketahui oleh Anda yang ingin mengonsumsi obat imunosupresan. Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tersebut, silakan untuk membaca pada halaman selanjutnya.

Obat Imunosupresan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3