Terbit: 18 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Imodium obat apa? Imodium adalah obat yang mengandung Loperamid Hidroklorida yang berfungsi untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare. Obat imodium termasuk ke dalam kelompok antimotilitas.

Imodium – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat imodium termasuk informasi tentang indikasi imodium, kontraindikasi imodium, bentuk sediaan imodium, manfaat imodium, dosis imodium, dan efek samping imodium.

  • Nama: Imodium
  • Kelas Terapi: Antimotilitas
  • Monografi Obat: Loperamid Hidroklorida

Indikasi Imodium

Pemberian obat imodium bisa dilakukan untuk pasien atau konsumen dengan keluhan diare akut baik pada orang dewasa maupun anak-anak yang berusia lebih dari 4 tahun. Akan tetapi, pada kasus diare kronik, obat imodium hanya bisa diberikan kepada orang dewasa.

Kontraindikasi Imodium

Obat imodium memiliki beberapa kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Beberapa kontraindikasi obat imodium, di antaranya adalah pasien atau konsumen yang memiliki hambatan peristaltik dan kejadian kejang perut. Hal ini bisa semakin parah saat obat imodium masuk ke dalam lambung.

Kontraindikasi lainnya berlaku untuk orang yang memiliki kolitis ulseratif akut yang diakibatkan oleh obat-obatan jenis antibiotik. Obat imodium tidak bisa digunakan apabila Anda mengalami tinja berdarah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Meskipun obat imodium merupakan obat diare akan tetapi pasien atau konsumen yang mengalami diare dengan demam tinggi maka ia tidak bisa menggunakan obat imodium. Obat imodium bisa bereaksi dengan beberapa jenis obat dan bahkan bisa menyebabkan masalah pada jantung.

Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai terapi obat apa saja yang sedang Anda jalani. Hal ini penting untuk mencegah interaksi obat yang tidak diinginkan. Pemberian obat imodium pada anak sebaiknya selalu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Loperamid hidroklorida memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengganggu pernapasan dan jantung anak-anak. Oleh karena itu, jangan sembarangan memberikan obat imodium yang mengandung loperamida hidroklorida kepada anak-anak tanpa anjuran dokter. Hal ini juga berlaku pada ibu hamil dan pasien dengan masalah hati.

Bentuk Sediaan Imodium

Obat imodium yang beredar di pasaran memiliki bentuk sediaan berupa tablet salut selaput dengan kekuatan 2 mg. Kandungan obat imodium hanya terdiri dari loperamid hidroklorida sebanyak 2 mg.

Manfaat Imodium

Obat imodium yang mengandung loperamid hidroklorida memiliki mekanisme kerja untuk mengatasi diare yakni dengan memperlambat ritme pencernaan. Hal ini akan berdampak positif pada usus kecil yang bisa menyerap cairan dan nutrisi lebih lama lagi.

Manfaat imodium memang untuk menangani kondisi diare akut dan kronis. Imodium bermanfaat untuk menangani kondisi medis berupa diare akut pada anak dan orang dewasa. Penanganan diare akut oleh obat imodium ini tidak menimbulkan komplikasi lain.

Pada kasus diare kronis, obat imodium bermanfaat untuk mengatasinya hanya pada orang dewasa, sedangkan apabila diare kronis terjadi pada anak-anak maka sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain untuk mengatasi diare, obat imodium A-D juga bisa untuk mengurangi jumlah tinja. Hal ini berlaku pada pasien yang memiliki ileostomy. Ilestomy adalah pembedahan yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang tinja melalui usus yang keluar lewat perut. Hal ini biasanya terjadi pada pasien yang memiliki masalah pada lubang anus.

Dosis Imodium

Imodium memiliki dosis-dosis tertentu yang harus dipatuhi oleh pasien atau konsumen. Hal ini penting untuk mendapatkan manfaat imodium dan mencegah terjadinya efek samping negatif yang tidak diinginkan.

Dosis imodium pada kasus diare akut adalah 4 mg di awal dan 2 mg setiap setelah buang air besar. Pemberian obat imodium dalam dosis ini dilakukan selama lima hari. Dosis imodium yang lazim yaitu sebanyak 6-8 mg dalam sehari.

Anak usia 4-8 tahun memiliki dosisi 1 mg sebanyak 3-4 kali sehari dan hanya bisa diberikan maksimal selama 3 hari. Dosis imodium pada anak usia 9-12 tahun meningkat menjadi 2 mg sebanyak 4 kali sehari. Pemberiannya berlangsung maksimal selama 5 hari.

Pada kasus diare kronik pada orang dewasa, dosis awal adalah 4-8 mg dan mendapatkan 2 mg setiap kali setelah buang air besar. Dosis imodium tidak boleh melebihi dari 16 mg dalam sehari. Hentikanlah pemberian obat imodium bila tidak ada perbaikan selama 48 jam.

Efek Samping Imodium

Penggunaan imodium menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping imodium bisa menyebabkan pusing, mual, rasa kantuk, perut kembung, dan kram perut. Selain itu, beberapa reaksi kulit seperti urtikaria juga bisa terjadi.

Efek samping imodium bisa memicu terjadinya ileus paralitik dan sembelit. Imodium juga memiliki efek samping bagi pasien yang memiliki alergi dengan kandungan loperamid hidroklorida. Segeralah hentikan penggunaan imodium dan pergilah ke dokter apabila mengalami tanda-tanda reaksi alergi berupa pusing, gatal, mual, dan sesak..

 

 

Sumber:

  1. BPOM: Pusat Informasi Obat Nasional: http://pionas.pom.go.id
  2. Us National Library of Medicine: http://medlineplus.gov
  3. Drugs.com


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi